My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Tony Huo!



Chairman Lee mendapatkan telepon dari salah satu anak buahnya yang berada di rumah sakit saat ini. Tangannya terkepal, tangan satunya lagi berada di dadanya. Lelaki tua itu menekan dadanya yang terasa sesak setelah mendengar kematian cucu tercintanya.


“Tony Huo!” pekiknya dengan suara lantang. Chairman Lee berdiri dari duduknya ingin menghampiri Tony Huo di seberangnya, namun dia malah ambruk karena rasa sesak di dadanya.


“Chairman!” dengan cepat sekretaris Chairman Lee, memegangi tubuhnya yang luruh ke sofa.


Bulir keringat dingin nampak membasahi dahinya. Dia melemparkan tatapan menghunus pada Tony Huo. “Kita akan ke rumah sakit sekarang juga.” Dia bangkit dibantu oleh sekretarisnya, tidak lupa Chairman Lee mendelik pada Huo Tian yang masih tidak tahu apa-apa. “Aku tidak akan membiarkan kalian semua lolos dari masalah ini. Tidak peduli siapa yang telah membunuh Maureen, tapi kalian akan tetap mendapatkan balasan dariku. Ingat itu!” Ucapnya dengan peringatan yang amat tegas.


“Chairman Lee apa maksudmu berkata seperti itu? Membunuh cucumu?” Huo Tian masih belum mengerti dengan keadaan saat ini, dia mengelih pada Tony Huo meminta penjelasan dari putranya, namun Tony Huo hanya mengangguk sejenak, lalu menatap Chairman Lee yang amat marah padanya.


Sebelum Chairman Lee keluar dari mansion tersebut bersama sekretarisnya, tidak lupa dia memberikan tatapan aneh pada Zelene Liang. “Wanita murahan! Jika bukan karena wanita murahan itu, maka cucuku tidak akan ....” Gumamnya kesal, juga kecewa dan sakit hati atas kematian cucunya.


“Membunuh Maureen Lee? Jadi gadis itu saat ini telah tiada?” mata Nan Si Yue terbelalak saat menyadari situasi yang tengah terjadi saat ini. Dia menatap putranya dengan sorot menginginkan penjelasan.


Tony Huo menghela napas pelan. Ia sendiri cukup kaget sewaktu di rumah sakit dengan pembunuhan Maureen Lee yang secara tiba-tiba. Dengan tenang Tony Huo berkata, “Aku tidak tahu bagaimana kejadian sebenarnya. Dia meminta ijin pergi ke kamar mandi. Dua pengawal telah di tempatkan disisinya, namun mereka telah gagal menyelamatkan Maureen Lee. Gadis itu ditembak oleh seorang profesional menurut yang dikatakan oleh Duan Che.” Paparnya kepada semua orang yang tengah menatapnya tanpa berkedip.


Bagaimana mereka tidak syok, walaupun gadis itu cukup jahat telah menyabotase sepatu Zelene Liang, tapi dia juga tidak pantas untuk mati sia-sia.


“Astaga. Siapa yang telah membunuhnya?” Nan Si Yue mengusap dadanya karena kaget dengan cara Maureen Lee terbunuh. Meskipun Nan Si Yue tidak menyukai gadis itu, namun keluarga Huo dan keluarga Lee berteman baik dan kini keluarga Huo disalahkan atas kematian Maureen Lee.


Sementara itu, Zhuo Ning tetap bergeming hanya mendengar pembicaraan mereka tanpa ada niatan untuk ikut mengeluarkan pendapat atau sekadar bertanya. Wanita itu hanyut dalam pemikirannya sendiri. Dia menekan telapak tangannya kuat-kuat menggunakan ibu jarinya.


Tubuh wanita itu sedikit bergetar, banyak sekali praduga yang melayang dipikirannya. Dia hanya berharap kalau kematian gadis itu tidak ada hubungan dengan keluarganya.


“Sayang ada apa? Kau terlihat pucat, kau sakit?” Liang Zheng Hao memegangi bahu istrinya yang bergeming sejak tadi.


“Ibu,” panggil Zelene Liang dengan nada khawatir karena melihat ibunya nampak memiliki sesuatu yang rumit dalam pikirannya. “Sebaiknya Ibu pulang saja. Ibu nampak lelah belakangan ini setelah mengurusku di rumah sakit.”


Zhuo Ning menatap putrinya, dia melihat Zelene Liang nampak tenang duduk berdampingan dengan Tony Huo. Sedang pikiran Zhuo Ning saat ini kacau balau karena memikirkan pembunuh dari Maureen Lee.


“Ibu tidak perlu mengkhawatirkan aku. Pulang saja dan istirahat.” Imbuh Zelene. Dia khawatir setelah melihat ibunya yang gagal fokus sejak tadi.


“Benar, Ibu mertua tidak perlu khawatir, aku akan menjaga Zele, dan kami pasti akan menemukan pembunuh dari Maureen Lee.” Tony Huo menambahkan.


Zhuo Ning berhenti berpikir, dia malah takut jika pembunuhnya ditemukan dan membuat mereka semua syok. Tapi dia sangat berharap agar kematian gadis itu tidak akan ada hubungan dengan keluarganya.


“Sepertinya aku memang cukup lelah belakangan ini.” Zhuo Ning menghela napas. “Baiklah, aku akan pulang.”


Kedua orang tua Zelene Liang berpamitan dengan keluarga Huo sebelum mereka meninggalkan kediaman Xue Garden.


Ruang tamu masih dihuni oleh empat orang yang sibuk dengan pemikiran mereka akan kejadian hari ini yang tak terbayangkan oleh mereka.


“Apa yang sedang Ayah pikirkan?” Tony Huo bertanya karena Huo Tian juga nampak larut dalam pemikirannya.


“Aku hanya khawatir Chairman Lee akan membalas dendam padamu, meski kau tidak ada hubungannya dengan kematian cucunya. Aku juga takut dia akan menyakiti Zelene.”


“Ayah dan Ibu tidak perlu khawatir karena aku akan menjaga Zele. Kalian tenang saja.” Ucapnya bersungguh-sungguh.


🍁Bersambung🍁