
"Urgh ..., Sunny Wu pasti sengaja melakukan itu, 'kan?" Xu Mo nampak sangat kesal dengan kejadian di ruang VIP beberapa saat lalu, ia dan Hanna berjalan mengikuti di belakang Zelene.
"Kurasa dia hanya sedang salah tingkah dengan kehadiran Xie Yu Fan yang tiba-tiba mengambil microphone di tangannya." Kata Zelene, masuk ke dalam toilet wanita. Ia mengamati noda anggur pada gaunnya dari pantulan cermin di depannya. Warna anggur merah semakin mencolok dan noda itu kemungkinan tidak bisa dibersihkan hanya dengan air.
"Apa maksudmu, Kak Liang? Mungkinkah Sunny Wu menyukai Xie Yu Fan?" tanya Xu Mo menelengkan kepalanya.
"Mungkin saja," Zelene masih mencoba mengelap noda anggur menggunakan saputangan milik Xie Yu Fan—sampai ia merasa kesal karena noda itu tak kunjung memudar, lalu ia menoleh pada Xu Mo, "Xu Mo, apa kau bisa membeli gaun baru untukku?"
Xu Mo mengangguk dan mengiyakan permintaan Zelene. Ia segera pergi meninggalkan toilet wanita dan hanya menyisakan Hanna dan Zelene di dalamnya. Beruntung di dalam toilet itu tidak ada pengunjung lain sehingga Zelene bisa bebas membenahi gaunnya.
"Ah! Aku menyerah!" seru Zelene melemparkan saputangan putih yang telah tercampur noda anggur ke atas wastafel. Tentu saja, hal itu membuatnya sangat kesal karena gaun yang dipakainya saat ini— merupakan gaun pemberian dari Nan Si Yue—yang diberikan padanya, ketika ia tiba di Imperial City beberapa hari lalu.
"Akan kucuci saputangan ini." Hanna mengambil saputangan putih di atas wastafel, kemudian membubuhkan sabun pencuci tangan di atasnya. Namun kegiatannya berhenti saat melihat Sunny Wu masuk ke dalam toilet.
Sunny Wu terlihat malu-malu dan masih memasang wajah bersalah. Di tangannya terdapat goodie bag merah, ia langsung menyodorkan goodie bag tersebut kepada Zelene.
"Kak Liang, maafkan aku, kau bisa memakai gaunku," dia berkata sambil menundukkan kepalanya serta bahunya sedikit menggigil bak orang ketakutan berhadapan dengan seorang penguasa. Ia melirik Zelene yang belum menerima goodie bag di tangannya, "aku selalu membawa gaun cadangan di dalam mobilku, sebagai permintaan maaf, maukah Kakak memakai gaunku?"
Zelene menepis goodie bag pemberian Sunny Wu dan memandang gadis di depannya dengan tatapan malas, "Tidak perlu, aku sudah menyuruh Xu Mo untuk membeli gaun baru. Simpanlah gaunmu, mungkin saja kau akan membutuhkannya."
"Ternyata, Kakak, tidak bisa memaafkan aku, ya?" perlahan Sunny Wu menurunkan tangannya dan raut mukanya memperlihatkan kekecewaan karena penolakan dari Zelene.
"Aku menolak gaunmu bukan berarti aku tidak memaafkanmu. Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk melupakannya?! Kau tidak perlu terus-menerus meminta maaf!" ucap Zelene dengan nada agak keras dikarenakan Sunny Wu terus menganggunya dengan permintaan maaf.
"I-Iya, Kak Liang," ucapnya lirih. Sunny Wu menggigit bibir bawahnya dan matanya kembali berkabut akibat air mata yang tertahan.
Zelene mengalihkan perhatiannya dan menghadap ke arah cermin besar, namun pantulan wajah melankolis dari Sunny Wu terpampang dengan jelas di cermin. Zelene menarik napas dan mengeluarkannya perlahan, ia tidak percaya dengan tingkah Sunny Wu seperti kekanak-kanakan. Apakah gadis itu sengaja atau memang dia merasa bersalah?
"Masih ada yang ingin kau bicarakan?" tanya Zelene yang kedua telapak tangannya bertumpu di atas wastafel sembari melihat Sunny Wu dari pantulan cermin.
"Tidak ada." Setelah mengatakan itu, cairan bening di mata Sunny Wu meleleh turun ke pipinya.
Adegan itu pun disaksikan oleh dua orang aktris yang masuk ke toilet, mereka mendapati bahu Sunny Wu menggigil dan air matanya mengalir perlahan.
"Kenapa kau menangis?" tanya salah satu aktris berpipi tirus yang tidak lain adalah Risa He—si aktris cantik memerankan karakter sebagai teman, Zhang Mei Lin.
Sunny Wu menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan berkata, "Aku tidak apa-apa, Kak Risa." Ia dengan cepat mengusap air matanya.
"Apa Zelene Liang mem-bullymu?" tanya aktris berambut lurus sepinggang yang masuk bersama Risa He.
"Julia Qin, apa maksud pertanyaanmu itu? Kau menuduh Zelene mem-bully aktris pendatang baru? Dia menangis karena merasa bersalah dan Zelene menolak memakai gaun pemberian nya dengan sopan pula." Hanna menaruh kembali saputangan itu ke atas wastafel dan mengelih pada Julia Qin.
"Oh, jadi kau menolak gaun pemberian Sunny? Kau masih tidak bisa memaafkannya? Betapa piciknya hatimu Zelene Liang?! Gaunmu hanya kotor dan kau bisa menggantinya juga uangmu banyak, mengapa kau sangat mempermasalahkan hal ini?" pertanyaan bertubi-tubi keluar dari mulut Julia Qin, seakan-akan ia tidak kehabisan diksi untuk menerpa telinga Zelene dengan pertanyaan.
Zelene akhirnya membalikkan badannya menghadap ke arah mereka, kemudian mengamati ekspresi Sunny Wu dengan saksama. Ujung bibir Sunny Wu membentuk lengkungan ke atas menandakan bahwa air mata yang keluar itu memang sengaja dibuat-buat.
"Aku hanya menolak gaun pemberiannya karena Xu Mo sedang dalam perjalanan membelikanku gaun baru," kini Zelene memandang malas ke Julia Qin, "kau menuduhku mem-bully-nya? Aku bahkan tidak menyentuh sehelai rambutnya atau berkata kasar padanya, dan kau menuduhku tanpa melihat langsung dengan mata kepalamu? Apa kau ini tukang tuduh? Atau kau tidak tahu cara bertanya yang baik?" giliran Zelene yang memberikan pertanyaan berupa ejekan.
"Kau!" Julia Qin menjadi geram.
"Hentikan! Julia, kau tidak bisa langsung menuduh Zelene. Mungkin saja seperti yang Hanna katakan bahwa, Sunny merasa bersalah," ia memberikan tatapan memperingatkan kepada Julia Qin, lantas pandangan Risa He kembali ke Sunny Wu yang telah berhenti menangis, "tidak apa-apa merasa bersalah. Zelene adalah orang yang baik, dia pasti sudah memaafkanmu. Soal gaunmu karena Zelene sudah membeli gaun baru, kau simpan saja gaunmu. Kembalilah ke dalam ruangan VIP bersama Julia."
"Iya, aku hanya merasa bersalah, jadi aku tidak bisa menahan tangisku karena sepertinya gaun itu sangat berarti bagi, Kak Liang." Ucap Sunny Wu lirih sembari melihat noda anggur pada gaun Zelene, sekali lagi ia berucap, "aku benar-benar minta maaf."
Oh! Zelene sudah sangat muak mendengar permintaan maaf dari Sunny Wu, bisakah dia mengusirnya saja? Atau menendangnya keluar dari sini? Tetapi, Zelene hanya mengangguk agar masalah ini cepat selesai ia harus membuka mulutnya kembali, "Tidak apa-apa!" ucapnya dengan gigi terkatup sambil melayangkan senyuman palsu ke Sunny Wu.
"Kak Liang, aku sudah dapat gaun untukmu!" seru Xu Mo yang masuk ke toilet wanita seraya menenteng paper bag di tangan kanannya dan segera berhenti ketika melihat kumpulan tiga orang juga berada di toilet, "aiya! Kenapa semua berkumpul di sini?"
"Bawa kemari! Aku ingin cepat-cepat berganti." Ucap Zelene meraih paper bag di tangan Xu Mo, lantas ia masuk ke salah satu bilik dalam toilet tersebut. Zelene membuka paper bag yang ditaruhnya di atas closet duduk dan mendapati sebuah gaun berwarna ungu muda.
🍁🍁🍁
Beberapa saat kemudian Zelene sudah siap dengan gaun barunya dan keluar dari toilet bersama Hanna dan Xu Mo, dan tidak mendapati bayangan ketiga orang tadi, kemungkinan mereka sudah pergi saat ia berganti pakaian. Dalam balutan warna ungu muda, Zelene terlihat semakin manis. Hingga membuat seorang pria menatapnya dengan intens sesaat setelah ia keluar dari toilet.
"Kalian keluar begitu lama, jadi aku pikir sesuatu terjadi ...." Ucap Xie Yu Fan, tubuh tingginya bersandar ke dinding dan tangannya di masukkan ke dalam saku celananya.
"Karena menunggu Xu Mo membeli gaun jadi agak lama." Sahut Zelene, kemudian melanjutkan, "apa kau menunggu kami dari tadi? Oh, iya, saputanganmu ...." Zelene menoleh pada Hanna dan memintanya untuk mengeluarkan saputangan Xie Yu Fan.
"Oh, saputangan itu sudah diambil oleh Sunny Wu karena dia mengatakan akan mencucinya mengantikanmu." Terang Hanna mengenai keberadaan saputangan Xie Yu Fan—telah diambil oleh Sunny Wu—disaat Zelene masuk ke dalam salah satu bilik toilet.
"Maaf, sepertinya kau harus meminta kembali saputanganmu pada Sunny Wu." Ucap Zelene menundukkan kepala.
"Ah, iya, aku akan memintanya nanti, ayo, jangan berlama-lama di luar!"
Mereka melangkah secara serentak menuju ruang VIP. Sementara itu, di suatu sudut buta, nampak dua orang pria tegap dalam nuansa hitam lengkap dengan kamera smartphone yang mengabadikan momen Zelene dan Xie Yu Fan saat berjalan bersama.
🍁 Bersambung🍁