My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Pintunya di kunci dari dalam



"Aku mendengar ada suara tembakan dari dalam sana!" Hanna Gu menunjuk pada kamar mandi yang dikatakan rusak tadi. Pendengaran Hanna Gu sangatlah tajam, jadi dia bisa mendengarnya dan merasakan dari arah mana kiranya suara tembakan tersebut dan dia sangat yakin kalau ada seseorang di dalam sana. Wanita tadi pasti telah berbohong padanya.


"Suara tembakan? Siapa yang berani membawa senjata api ke dalam restoran ini?" Xie Yu Fan masih bertanya kebingungan karena di tidak menyangka jika ada orang yang membawa senjata api kemari dan dia tidak mendengar suara tembakan tersebut ketika di kamar mandi pria yang jaraknya memang dibuat agak jauh dari kamar mandi wanita di restoran tersebut. "Kalau benar begitu ayo kita masuk saja." Ujarnya bergegas menarik gagang pintu dari kamar mandi tersebut.


"Pintunya di kunci dari dalam." Hanna Gu saat ini tahu kalau pintu itu tidaklah rusak, melainkan sengaja dikunci dari dalam. Petugas kebersihan tadi sengaja berbohong padanya.


"Aku akan memanggil petugas keamanan." Xie Yu Fan sempat akan berbalik, namun mengurungkan niatnya. "Akan kudobrak saja."


Dia mengambil ancang-ancang guna mendobrak pintu tersebut, tetapi hal tak terduga terlihat di depan matanya ketika pintu itu di buka oleh seorang wanita bertubuh jenjang. Rambut sepunggungnya tergerai dan gaun yang dia kenakan terdapat bekas noda yang baru saja dibersihkan.


"Lene, kamu tidak apa-apa?" Hanna Gu segera menghampiri Zelene Liang sekaligus mengecek keadaan Zelene Liang dari atas hingga bawah. Hanna Gu sudah sangat takut kalau-kalau suara tembakan tadi benar dari dalam dan Zelene Liang terluka. Nyatanya wanita itu baik-baik saja lantas Hanna Gu menarik napas lega.


"Aku baik-baik saja. Kenapa kalian ada di sini?"


Xie Yu Fan masih terbengong karena hampir saja menabrak Zelene Liang jika wanita itu tidak segera membuka pintu, akan tetapi sesaat kemudian Xie Yu Fan menghampiri mereka. "Kak Hanna sangat khawatir padamu, jadi kami menyusulmu kemari. Sungguh kau tidak apa-apa?"


Zelene Liang mengangguk. "Iya, aku baik-baik saja. Seperti yang kalian lihat tidak ada hal buruk yang terjadi padaku."


"Syukurlah." Hanna Gu menengok ke dalam. Dia melihat seorang wanita berdiri di depan cermin dengan senyum miring, membuat Hanna Gu mengerutkan kening. Memang ada yang tidak beres di sini, dia akan menanyakan hal itu pada Zelene Liang ketika mereka sudah pulang nanti.


Wanita tinggi nan anggun itu berjalan keluar dari sana tanpa berucap apa pun, dia sempat melirik ketiga orang yang berdiri di depannya itu lantas meninggalkan tempat itu dengan seringai di bibir cantiknya.


Setelah berjalan beberapa langkah, Yan Li menengok ke belakang masih dengan seringai yang kian mengembang di bibirnya dia lemparkan pada Zelene Liang.


"Kau mengenal wanita itu?" Xie Yu Fan bertanya sembari memperhatikan langkah Yan Li yang semakin menjauh.


"Tidak. Ayo kita kemba—"


"Aku yakin ada sesuatu di dalam sana. Wanita itu sangat aneh." Xie Yu Fan memotong ucapan Zelene Liang. Dia meraih bahu Zelene Liang tanpa meminta ijin, wajahnya terlihat cukup khawatir setelah Yan Li pergi dari sana. Sama seperti Hanna Gu tadi, dia memeriksa keadaan Zelene Liang.


"Hentikan Yu Fan!" ujar Zelene Liang merasa sungkan dengan perhatian yang diberikan oleh pria berambut cokelat itu. Tentu saja dia tidak apa-apa, meskipun peluru dari dalam pistol tersebut memang keluar dan menembus langit-langit kamar mandi ketika Yan Li mencoba meraih benda tersebut dari tangannya. Zelene Liang sengaja menembakkan pistol itu sehingga membuat Yan Li menghentikan aksinya. Setelahnya Zelene Liang mengembalikan pistol itu setelah melakukan perbincangan singkat yang menyebabkan Yan Li tak dapat berkata apa pun lagi, namun wanita itu tetaplah memasang seringai di bibirnya.


"Mengapa kalian semua sejak tadi berdiri di depan kamar mandi?"


Sebuah suara tua dari seorang lelaki bertanya pada mereka, memotong ucapan Xie Yu Fan. Sontak ketiganya menengok ke asal suara. Nampak dari mata mereka, seorang pria tua dengan aura berwibawa ditemani oleh seorang pria berbusana hitam di sebelahnya.


"Kalian sedang pacaran di depan kamar mandi?" Pak tua itu kembali bertanya sembari menggelengkan kepalanya. Dia berhenti tidak jauh di belakang mereka bertiga. "Dasar anak-anak muda zaman sekarang. Untunglah cucuku tidak seperti itu."


"Apa maksud Anda berkata begitu?" Hanna Gu balik bertanya.


Pria berbusana hitam di sebelahnya sembari melirik ketiganya, dia membisikkan sesuatu di telinga lelaki tua itu. "Mereka adalah Xie Yu Fan dan Zelene Liang yang sedang dirumorkan berkencan, dan wanita itu kemungkinan agen dari Zelene Liang. Mereka mungkin saja sedang makan siang bersama."


"Oh, rupanya kedua pasangan yang dirumorkan itu. Tetapi agensi mereka telah membumi hanguskan rumor itu, setelah dilihat sekarang, nampaknya bukan hanya rumor belaka." Ucapnya dengan suara yang dapat di dengar oleh ketiganya.


"Anda sedang membicarakan kami?" Zelene Liang membuka suaranya dan bertanya dengan tenang. Lelaki tua itu tidak tahu tempat ketika membicarakan orang yang jelas-jelas ada di depannya, dan lagi pak tua itu membandingkan cucunya dengan Zelene Liang. Cucu yang bahkan Zelene Liang tidak kenal dan pak tua itu sendiri tidaklah dikenalnya, namun dari penampilan yang terlihat berwibawa pak tua itu pastilah salah seorang pebisnis terkemuka.


"Hmph! Dasar orang-orang tidak berpendidikan, sangat berbeda dengan cucuku yang anggun. Dia berbuat seperti itu di depan kamar mandi wanita." Lelaki tua dan pria berbusana hitam itu berjalan melewati ketiganya. Dia sama sekali tidak menghiraukan pertanyaan Zelene Liang dan malah sekali lagi membandingkan dengan cucunya.


"Hei, Tuan, kenapa Anda begitu sombong? Secantik dan seanggun apa cucu Anda, ah?" geram Hanna Gu. Dia sangat tidak senang dengan perkataan-perkataan sombong dari lelaki tua itu seakan hanya dia dan keluarganya yang paling berpendidikan. "Dasar pria tua sombong."


Lelaki tua itu tidak menggubris pertanyaan Hanna Gu. Dia tetap melanjutkan langkahnya seolah jika berada di sana lebih lama lagi, maka akan mengotori matanya.


"Sudahlah Kak Hanna. Biarkan saja."


"Apakah kita begitu rendah di mata mereka? Apakah pekerjaan kita serendah itu?" mimik wajah Xie Yu Fan amat sedih, dia tidak berkata apa pun ketika lelaki tua itu menghina dirinya dan Zelene Liang. "Aku menyukai pekerjaanku. Sangat menyukainya! Maafkan aku karena tidak bisa melindungimu dari kesombongan lelaki tua itu. Kemungkinan dia seorang pebisnis besar dan kita tidak bisa sembarangan berbicara padanya karena dulu ...." Xie Yu Fan tidak melanjutkan ucapannya. Dia memiliki karakter yang lembut dan hangat di luar jadi tidak mungkin bersikap garang pada lelaki tua itu, apalagi dengan kenangan buruk yang masih menghantuinya.


Zelene Liang tahu yang saat ini dipikirkan oleh Xie Yu Fan. Dia mendaratkan telapak tangannya di atas bahu kiri Xie Yu Fan. "Tenanglah. Tidak apa-apa. sekuat apa pun dan seberapa banyak mereka memiliki kekayaan. Mereka tidak akan bisa menjatuhkan kita semudah itu." Ucapnya menenangkan Xie Yu Fan.


Kenangan yang kini melanda pikiran Xie Yu Fan amatlah menyakitkan, Zelene Liang mengetahui hal tersebut.


🍁Bersambung🍁