My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Berani-beraninya mereka merencanakan untuk menggantikan istriku



Dalam kantor Tony Huo suara tepuk tangannya seorang diri bergema. Ia tergelak mendengar pemaparan rencana ketiga orang itu dari direktur Song. Direktur Bai sudah mengeluarkan keringat dingin nampak dari dahinya terdapat butiran-butiran layaknya embun keluar dari sana.


Tawa Tony Huo masih menggema, dan direktur Song sendiri menengok kepada dua rekannya di belakang. Pria itu mendapatkan tatapan tajam oleh keduanya.


Setelah beberapa saat sunyi menerpa ruangan besar dengan perabotan mewah itu. Tony Huo bangkit, kemudian melangkah ke dapur mini dan mengambil segelas air di sana.


Sementara itu, direktur Bai mendengus kesal. "Bagaimana bisa kau sebodoh itu, Direktur Song? Jelas-jelas aku sudah memberikan instruksi sebelumnya."


"Anda tidak pernah memberikan instruksi apa pun pada saya atau pada Direktur Guo. Anda sendiri yang mengusulkan untuk mengganti Zelene Liang dengan keponakan Anda yang sudah menjadi aktris tenar. Tapi tiba-tiba saja Anda berubah pikiran dan mengganti rencana begitu saja."


"Direktur Song, kau tahu apa yang akan dilakukan oleh CEO Huo pada kita?" dia melirik ke arah dapur mini dan kembali berkata, "kita akan habis olehnya."


"Siapa yang akan menghabisi kalian, Direktur Bai?" Tony Huo menutup pintu dapur mini seraya menyeka bibir tipisnya dengan santai mengunakan saputangan berwarna putih miliknya. Ia menatap pada saputangan tersebut dan melihat setitik noda di atasnya.


"Anda salah dengar, Pak CEO." Dengan lantang direktur Guo berucap. Sampai-sampai mengagetkan Tony Huo yang fokus memperhatikan saputangannya.


"Begitukah?" sekilas Tony Huo mengalihkan pandangan biasa, lantas beberapa detik kemudian, ia kembali memperhatikan pada saputangannya. "Hm, saputanganku sepertinya kotor dan tidak bisa di cuci lagi. Menurut kalian apa yang harus dilakukan jika suatu benda kotor dan tidak dapat dibersihkan lagi?" seraya berjalan menuju mejanya Tony Huo bertanya santai, layaknya pembahasan mereka sebelumnya tidak pernah terjadi.


Ketiganya diam sejenak, mereka sudah sangat ketakutan beberapa saat yang lalu, dan kini mendapatkan pertanyaan tidak penting pula.


"Umh, ya ...?"


Tony Huo duduk di kursinya dan menekan intercom memanggil Duan Che ke ruangannya. "Asisten Duan, datanglah ke kantorku, aku butuh bantuan!"


Tidak lama kemudian, Duan Che melesat bagaikan angin telah berada di depan pintu kantor Tony Huo. Tony Huo sudah mengetahui kedatangan Duan Che, jadi dia menyuruh Duan Che untuk langsung masuk tanpa mengetuk pintu agar tidak membuang waktu. Sedang ketiganya tambah tidak mengerti lagi, bantuan apa sekiranya yang dibutuhkan oleh Tony Huo?


"Apa yang perlu saya lakukan, Tuan?" Duan Che bertanya setelah menempatkan dirinya di samping Tony Huo. Dia melirik ke arah tiga direktur yang masih berdiri di tempat semula ketika dia keluar dari kantor Tony Huo 45 yang lalu. Jadi sudah selama itu ketiga orang itu berdiri di sana. Duan Che ingin sekali tertawa, namun dia menahannya sebisa mungkin.


"Lihat ini!" Tony Huo menunjukkan noda kecil pada saputangannya. "Sepertinya sudah tidak dapat dibersihkan lagi."


Duan Che memicingkan matanya. "Noda kopi. Masih bisa dibersihkan, tapi akan meninggalkan bekas kuning. Apakah perlu saya bawa ke laundry?"


Menggeleng pelan, Tony Huo menghempaskan saputangan itu kepada Duan Che. Ia kembali menatap ketiga direktur yang sejak tadi memperhatikan dirinya dengan sorot mata keheranan. "Kau tahu apa yang harus dilakukan jika benda milikku terkena noda atau sengaja dibuat menjadi kotor."


Mengangguk setelah mendengar ucapan Tony Huo, Duan Che tanpa melihat membuang saputangan putih itu ke tempat sampah yang berada beberapa langkah darinya. "Benda seperti itu tidak pantas berada dalam saku Anda."


Tersenyum penuh arti, Tony Huo lantas berucap, "Hanya menjawab pertanyaan sederhana saja kalian tidak mampu dan ingin mengusulkan untuk mengganti duta perhiasan dengan aktris pilihan kalian? Aku juga belum mendengar alasan dari Direktur Bai, mengapa mengganti rencananya tiba-tiba?"


"Lantas mengapa kau tidak angkat bicara pada rapat pagi tadi dan malah kemari bersama dua rekanmu?" Tony Huo menampakkan wajah bosan dan ingin sesegera mungkin mengusir ketiga orang itu dari kantornya. "Sudahlah! Seperti saputangan yang kotor dan dibuang ke tempat sampah, saat ini kantorku menjadi kotor. Tidak mungkin aku membuang kantorku ke tempat sampah, 'kan?" melirik pada Duan Che, Tony Huo tidak perlu lagi memberikan perintah atau isyarat apa pun karena Duan Che sudah mengerti dengan konteks yang ia bicarakan.


Sekali lagi Duan Che mengangguk, dia memberikan pandangan geli kepada tiga orang itu. Setelahnya Duan Che merogoh smartphone dan membuat sebuah panggilan.


"Pak CEO, jadi bagaimana menurut Anda, kami bertiga akan mendukung keputusan Anda mengganti model pria?" direktur Bai masih saja bertanya antusias, namun Tony Huo bahkan tidak menghiraukan mereka lagi.


Suara direktur Bai dianggap angin lalu oleh Tony Huo. Ia membalikkan kursinya menghadap keluar dinding kaca yang memperlihatkan gedung-gedung tinggi di pusat Imperial City.


"Sekretaris Yun, bawa beberapa pengawal ke kantor CEO dan bersihkan meja Direktur Bai, Direktur Guo dan Direktur Song. Secepatnya!" Duan Che menutup panggilan.


Ketiga orang itu tersentak dan tidak bisa berkata apa pun lagi. Mereka secara bersamaan melirik pada saputangan yang telah nyaman berada di tempat sampah. Begitu nasib mereka akan dibuang sebentar lagi.


"Pak CEO, Anda tidak bisa mengusir kami dengan semena-mena!" protes direktur Bai. Perut buncitnya bergetar karena panik.


Sementara kedua orang lainnya hanya bisa mematung, apa gunanya memprotes keputusan Tony Huo? Pria itu tidak akan berbalik dan mengampuni mereka setelah memutuskan sesuatu.


"Saya akan undur diri sekarang dan membersihkan meja saya." Direktur Guo nampaknya lebih mementingkan harga dirinya. Dia memilih untuk keluar dari kantor Tony Huo tanpa paksaan dari para pengawal. Dia menundukkan kepala diikuti oleh direktur Song.


"Saya juga akan undur diri."


"Kalian berdua!"


Mereka berdua keluar dari kantor Tony Huo, sementara direktur Bai tetap ngotot memohon pada Tony Huo yang tidak akan membuahkan hasil apa pun. Setelah keduanya keluar, tiga orang pengawal masuk ke dalam kantor Tony Huo dan diurus oleh Duan Che.


"Bawa dia keluar!" perintah Duan Che.


Tanpa berlama-lama ketiga pengawal itu mencekal lengan pendek direktur Bai.


"Pak CEO, mohon dengarkan saya!"


Suara si tambun direktur Bai menggema di luar kantor Tony Huo—ketika tubuh gemuknya diseret oleh karena melawan ketiga pengawal berbadan kekar itu.


Tony Huo membalikkan kursinya dan kepalanya tetap bersandar. "Berani-beraninya mereka merencanakan untuk menggantikan istriku dengan model lain." Tony Huo tersenyum sinis. Ia melirik ke arah tempat sampah yang mana Duan Che membuang saputangannya barusan. Ketika ia pergi ke dapur mini, ia sengaja membuat saputangannya menjadi kotor sebagai contoh menendang sebuah benda yang telah kotor. Begitulah cara Tony Huo menganalogikan sesuatu yang tidak sesuai dan memang pantas untuk dibuang.


🍁 Bersambung🍁