My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Ayo! Kita minum sampai mabuk!



Tony Huo menutupi kedua matanya dengan lengan kiri, sembari diperiksa oleh dokter pribadi keluarga Huo yakni, Dokter Su Da Ming. Penerangan di kamar itu remang karena lampu utama sengaja tidak dinyalakan, sehingga membuat Dokter Su agak kesulitan dalam melakukan pemeriksaan. Setelah mengukur tekanan darah Tony Huo, Dokter Su mempersiapkan spuit yang telah diisi dengan cairan vitamin.


"Tuan Muda, bisakah kita menyalakan lampunya?" tanya Dokter Su kepada Tony Huo yang bergeming di atas ranjang.


"Untuk apa?" akhirnya Tony Huo membuka mulutnya yang membisu sejak Dokter Su masuk ke kamar utama 10 menit yang lalu.


"Saya harus memberi Anda injeksi vitamin, maka dari itu lampunya harus dinyalakan."


"Suntik saja." Suruh Tony Huo dengan nada malas, lengan kirinya masih menutupi kedua matanya. Rasanya ia sangat enggan untuk sekedar membuka mata, jika lampu dihidupkan maka, ia akan melihat potret besar Zelene Liang yang terpaku di dinding kamarnya.


Dokter Su menghela napas, bagaimana bisa memberi injeksi tanpa penerangan? Meskipun, Dokter Su memiliki pengalaman selama bertahun-tahun juga dokter profesional, akan tetapi memberi suntikan tanpa penerangan yang tidak bagus bisa saja mengakibatkan salah suntik pada jaringan otot.


"Tentu saja tidak bisa, Tuan Muda, akan saya nyalakan lampunya." Dokter Su tidak peduli jika Tony Huo memarahinya setelah ini, ia mencari remote control agar bisa segera menyalakan lampu utama.


Drrrttt!


Smartphone hitam di tangan kiri Tony Huo—bergetar karena sebuah notifikasi baru saja masuk. Ia dengan malas membuka mata dan menyentuh notifikasi yang dikirim oleh Xiao Juan. Matanya seketika membeliak melihat potret yang dikirim oleh Xiao Juan padanya. Dalam foto tersebut menampilkan wanita dalam balutan gaun ungu muda dan seorang pria tinggi berambut coklat gelap. Orang-orang dalam foto tersebut tentunya tidak asing dan Tony Huo sendiri sudah pernah melihat foto kedekatan dari kedua orang tersebut. Jemarinya terkepal erat dan ia bangun dengan kasar membuat Dokter Su terperanjat dengan aksi Tony Huo.


"T-Tuan Muda ...," Dokter Su menenangkan dirinya dari keterkejutan dan bertanya, "apa sesuatu mengganggu Anda, Tuan Muda?"


"Keluar!" Tony Huo sangat geram lantaran foto yang baru saja dilihatnya. Ia sudah tidak memiliki mood untuk mendapatkan suntikan vitamin.


"Tapi, Tuan Muda, saya belum memberikan ...."


"Tidak perlu! Keluarlah!" Tony Huo memotong ucapan Dokter Su dan memerintahkannya agar keluar dari kamar utama.


"B-baik."


Dokter Su bergegas merapikan peralatannya agar tidak membuat Tony Huo semakin geram. Dalam benaknya Dokter Su berpikir bahwa, sesuatu yang bisa membuat Tony Huo begitu marah pastilah hal yang sangat besar, namun ia tidak berani bertanya lagi dan cepat-cepat melangkah keluar dari kamar yang sudah seperti ruang gelap tempat penyekapan, apalagi aura Tony Huo membuatnya sesak napas.


Tony Huo duduk di tepi ranjang menarik napas dalam-dalam, kemudian kembali melihat foto di layar smartphone-nya. Ia menyunggingkan bibir, bukanlah senyum yang memukau, melainkan sebuah seringai berbahaya.


"Zelene Liang!" ia menyerukan nama wanita dalam foto tersebut dengan nada yang sangat dingin.


🍁🍁🍁


Di sebuah ruang VIP tempat keberadaan wanita yang namanya diserukan oleh Tony Huo—sedang minum wine dengan tekun hingga lupa sudah berapa gelas yang ditenggaknya. Wajah Zelene sudah merah padam dan kepalanya juga pusing. Tetapi, ia tidak berhenti menenggak gelas demi gelas wine yang dituangkan untuknya.


"Lene, kamu sudah mabuk!" seru Hanna mengambil gelas di tangan Zelene, "kamu tidak boleh minum lagi!"


"Kapan aku pernah mabuk? Kalau ... hanya segini, sih, tidak ... menjadi ... masalah untukku." Ucapnya terputus-putus, Zelene merenggut gelas wine-nya dari tangan Hanna. Setelah gelas wine berada di tangannya, ia langsung mengosongkan gelas tersebut dalam sekali tenggak.


Zelene cemberut dengan bisikan Hanna, selesai sudah, ia tidak bisa minum lagi, jika diingat kembali Huo Tian berpesan padanya untuk minum sedikit—yang artinya ia tidak boleh minum sampai mabuk. Meskipun sekarang Zelene ingat pesan dari Huo Tian, tetapi ia sudah agak mabuk dan melupakan pesan tersebut sesaat yang lalu.


"Baiklah, tapi aku tidak mabuk!"


"Iya, iya, kamu tidak mabuk." Kata Hanna mengiyakan ucapan Zelene.


"Oh, sepertinya kau belum mabuk, bagaimana kalau minum denganku?" Julia Qin duduk di seberang Zelene dengan membawa botol wine di tangannya, matanya memandang ke wajah merah Zelene, kemudian ia kembali berkata, "hanya minum beberapa gelas wajahmu sudah merah padam. Apa benar kau peminum yang baik? Aku tidak yakin, sih!" nada Julia Qin agak memprovokasi, tentu saja niatnya agar Zelene menerima tantangan minum bersama dengannya.


"Memangnya kau sendiri sudah menghabiskan berapa gelas, hm?" tanya Zelene sembari menuangkan wine ke dalam gelas Julia Qin, "ayo, kita minum lagi." Ia lantas menuangkan wine untuk dirinya. Biarlah, ia melupakan pesan dari Huo Tian dan minum sebanyak yang ia inginkan.


"Lene!" Hanna kembali berseru.


"Yo, apa kau sangat takut jika artismu mabuk? Tenang saja, Hanna, kami akan minum sedikit saja karena aku sudah minum satu botol wine." Julia Qin menyeringai, lalu menyesap wine di tangannya perlahan. Julia Qin merupakan peminum yang baik, dia bisa minum wine hingga dua botol dalam semalam, oleh karena itu dia mengajak Zelene minum dengannya.


"Tenang, Kak Hanna, aku tidak akan kalah darinya." Zelene kembali menuangkan wine ke dalam gelasnya dan segera menyesap wine tersebut. Ia mengarahkan pandangan ke Julia Qin.


Xie Yu Fan memperhatikan mereka yang beradu memasukan minuman ke mulut mereka masing-masing. Ia berdiri dari duduknya dan meninggalkan Sunny Wu, kemudian melangkah ke tempat duduk Zelene.


"Aku saja yang minum denganmu, bagaimana?" Xie Yu Fan meraih gelas di tangan Zelene dan mendentingkan gelasnya ke gelas Julia Qin.


Julia Qin terkejut dengan aksi Xie Yu Fan. Pria ini selalu berada di sisi Zelene Liang dan membantunya kapan pun hingga membuat rumor mereka semakin panas di industri hiburan, mungkinkah mereka memang memiliki hubungan spesial? Julia Qin bertanya dalam benaknya sembari matanya memindai gelagat Xie Yu Fan.


"Biarkan kami para wanita bersenang-senang. Kau kembalilah dan minum bersama Sutradara Long." Pinta Julia Qin pada Xie Yu Fan.


Dengan alasan yang diberikan oleh Julia Qin, Xie Yu Fan tidak bisa tetap duduk di sana untuk mengantikan tempat Zelene—minum wine dengan wanita itu. Xie Yu Fan mengangguk dan pergi ke kumpulan para pria, sedangkan Sunny Wu, Risa He dan aktris berambut pendek, Linda Yu—mereka mulai beranjak ke sisi Zelene dan Julia Qin.


"Ayo! Kita minum sampai mabuk!"


Linda Yu sangat bersemangat karena dia berpikir bahwa, minum bersama antara para wanita bisa membangun kedekatan, meskipun selama dua tahun syuting bersama tetapi belum ada rasa kedekatan yang dirasakannya, lantaran pada saat syuting mereka tidak bisa terlalu sering bercengkrama karena setelahnya mereka akan merasa kelelahan dan langsung menuju tempat istirahat masing-masing, tidak seperti Zelene dan Xie Yu Fan yang kedekatan mereka sudah membumi, meski itu di lokasi syuting ataupun di tempat ini.


Sekarang para wanita sudah berkumpul di satu sudut, pastilah mereka akan minum hingga botol-botol wine di atas meja tersebut menjadi kosong. Hanna tampak khawatir pada Zelene yang keras kepala. Jikalau sudah seperti ini, Zelene pasti akan meladeni mereka tanpa penolakan.


"Yups! Aku juga ingin minum sampai mabuk." Ujar Sunny Wu, kemudian dia membawa gelas wine ke mulutnya dengan sekali tenggak, gelas itu langsung kosong. Sesudah itu, dia menatap Zelene dan berkata, "Kak Liang, aku akan minum tiga gelas wine sebagai permintaan maaf, bagaimana?"


Lagi-lagi permintaan maaf! Zelene memutar bola matanya malas. Sampai kapan Sunny Wu akan membahas permintaan maaf? Mengapa tidak memberitahu pers sekalian tentang permintaan maafnya? Dia benar-benar tidak kekurangan permintaan maaf, meskipun begitu, apakah permintaan maafnya benar-benar tulus atau hanya kepura-puraan semata? Bagi orang lain mungkin menganggapnya tulus, tetapi tidak dengan Zelene yang merasa bahwa, sebenarnya Sunny Wu merupakan gadis munafik. Itulah kepribadian yang paling Zelene tidak sukai. Ketika mereka masih syuting, Zelene tidak pernah berbicara panjang dengan Sunny Wu karena kepribadiannya yang menyebalkan itu—sangat menganggu bagi Zelene.


"Terserah kau saja." Kepala Zelene sudah pusing dan matanya setengah terbuka, ia sedang menuangkan wine ke gelas Sunny Wu dengan ekspresi enggan di wajahnya.


🍁 Bersambung🍁