My Arrogant Wife

My Arrogant Wife
Paman Ah Mo ...,



Akhirnya, Julia Qin menampakkan dirinya di gedung LC Entertainment setelah beberapa hari mengurung dirinya. Zelene Liang sudah menunggu di kantor Presdir Wang bersama kedua agennya, serta Xie Yu Fan juga telah berada di sana.


Zelene Liang masih mempertanyakan keputusan Presdir Wang, membiarkan Julia Qin memberi permintaan maaf begitu saja tanpa ada sangsi apa pun lagi. Dia sungguh tidak setuju, namun jika masalah ini sampai tersebar di media, dia juga akan terkena imbasnya. Jadi untuk saat ini, Zelene setuju dengan keputusan Presdir Wang. Tetapi untuk kedepannya dia akan menangani Julia Qin dengan caranya sendiri.


Sekretaris Presdir Wang membawa Julia Qin beserta menajernya masuk ke dalam ruangan. Wanita itu menundukkan kepalanya, dia mengenakan busana santai, serta scarf dan topi untuk menutupi penampilan aslinya agar tidak mudah dikenali.


"Selamat sore." Ucapnya dengan tenang.


Dari yang nampak dalam pandangan Zelene Liang, agaknya Julia Qin sangat percaya diri terlihat dari ekspresi wajahnya tidak ada kecanggungan sama sekali apalagi rasa khawatir ataupun takut. Zelene Liang makin bertanya-tanya dalam benaknya.


"Silahkan duduk Nona Qin."


Setelah Presdir Wang selesai berkata, Julia Qin duduk di seberang Zelene Liang. Sekilas pandangan mereka bertemu, namun dalam beberapa detik kemudian Julia Qin mengalihkan pandangannya. Bukan tatapan takut dari wanita itu yang terlihat, namun tatapan penuh ejek yang Zelene Liang lihat dari mata Julia Qin.


"Nona Qin, kau hampir membahayakan karir dari aktrisku juga reputasi perusahaanku. Aku tidak membawa hal ini hingga ke pers karena masih memikirkan dampak yang akan didapat oleh Zelene Liang dan Xie Yu Fan, serta pertemananku dengan Presdir Ji. Sekarang bisakah kau jelaskan maksud dari tindakanmu, Nona Qin?" Presdir Wang segara mempertanyakan aksi buruk dari Julia Qin setelah wanita itu duduk dengan nyaman.


Julia Qin hanya tersenyum dan melirik ke arah manajernya, memberikan instruksi melalui matanya. Setelahnya lelaki tersebut memberikan sebuah dokumen kepada Presdir Wang.


Pria berkumis lebat itu membuka dokumen tersebut dan matanya membeliak keheranan. Dia menatap Zelene Liang dengan wajah nampak serius.


"Apakah ada masalah, Presdir Wang?" Zelene Liang bertanya lantaran merasakan tatapan sangsi dari Presdir Wang.


"Presdir Wang, bolehkah kami tahu isi dokumen itu?" Xie Yu Fan juga nampak curiga ada sesuatu yang salah dengan dokumen yang diberikan oleh manajer Julia Qin.


Presdir Wang masih bergeming, dia kembali mengalihkan tatapannya pada dokumen di tangannya. Sementara Julia Qin mengangkat ujung bibirnya membentuk seringai. Semua sudah disiapkan oleh rekannya yang bersama Rin Kazuo, sebelum Julia Qin memutuskan untuk memberikan permintaan maaf dan datang ke LC Entertainment.


Sebelumnya Julia Qin sangat takut karirnya dihancurkan oleh Zelene Liang, namun Rin Kazuo telah meyakinkannya, bahwa bukan hanya karirnya akan melejit, tetapi juga Julia Qin bisa membalas Zelene Liang untuk kedua kalinya.


"Bagaimana Presdir Wang, apakah Anda sudah melihatnya dengan jelas?" terlihat sangat percaya diri, Julia Qin menyandarkan punggungnya ke sofa.


"Jadi, kau ingin menukar permintaan maaf dengan isi dari dokumen ini?"


Zelene Liang dan Xie Yu Fan nampak diabaikan oleh Presdir Wang lantaran isi dari dokumen tersebut. Meski isinya terlihat bernilai, namun nama dan juga foto yang berada di dalam sana merupakan orang yang tak dapat di sentuh oleh Presdir Wang.


"Hah," Zelene memutar bola mata malas. Dia tidak peduli dengan isi dokumen yang membuat Presdir Wang sampai menampakkan wajah getir setelah selesai melihat isi dari keseluruhan dokumen. Kini dia ingin berurusan dengan Julia Qin terlebih dulu. "Kau hampir saja membuat scandal hebat di Imperial City dengan menggunakanku, Nona Qin, dan kau masih berani berkata bahwa karena aku sombong. Kau bisa bertindak semaumu dengan karir orang lain dan tidak mau minta maaf pula? Sebenarnya, aku kurang yakin dengan akal sehatmu, perlukah aku membawamu ke psikiater?"


Julia Qin melotot pada Zelene Liang, dia menegakkan tubuhnya dan mulai membalas perkataan Zelene Liang, "Hati-hati dengan perkataanmu, Zelene Liang. Otakmulah yang harus dibawa ke psikiater agar tidak menjadi angkuh lagi dan sembarangan merundung orang lain! Tidakkah kau ingat malam itu di dalam toilet, kau membuat Sunny Wu sampai menangis hanya karena dia tidak sengaja membuat gaunmu menjadi kotor? Aku tidak tega melihatnya dan memutuskan untuk memberikanmu pelajaran."


"Nona Qin, kau pikir perbuatanmu hanya akan menjatuhkan Zelene Liang, apakah kau tidak berpikir akan menjatuhkan reputasiku juga?" Xie Yu Fan angkat bicara dengan omongan Julia Qin yang dianggapnya tidak masuk akal. "Bagaimana mungkin kau tidak memikirkan dampak yang akan kami hadapi. Memang benar kau sudah tidak memiliki akal sehat." Ujar Xie Yu Fan dengan nada kesal.


Julia Qin tersentak. Dia hampir tidak sadar akan kehadiran Xie Yu Fan lantaran terlalu percaya diri, sejak memasuki ruangan Presdir Wang. Tetapi dengan cepat dia melenyapkan kekagagetannya, jika dia sampai lemah, maka dia akan kalah. "Ah, bukankah kalian sangat dekat? Aku rasa Tuan Xie juga memiliki perasaan pada Zelene Liang, buktinya kalian sangat akrab dan tengah dirumorkan berkencan. Jadi aku tidak berpikir untuk mencari pria lain sebagai penggantimu. Ya, dihitung-hitung aku sedang membantu mengklarifikasi hubungan kalian, 'kan?"


"Julia Qin! Kau pantas mati!" seru Xu Mo. Sejak tadi Xu Mo telah kesal dengan sikap Julia Qin yang tidak tahu diri. Xu Mo merupakan gadis yang nampak polos, namun dia bisa memberikan tatapan menghunus pada Julia Qin.


"Xu Mo, tengalah." Hanna Gu berusaha menenangkan Xu Mo.


Sementara, Presdir Wang sejak tadi sedang menimbang-nimbang sesuatu dalam pikirannya dan terganggu oleh seruan dari Xu Mo. "Kalian pergilah dan jangan menganggu!"


"Tapi, Presdir Wang—"


Hanna Gu segera membawa Xu Mo keluar dari ruangan Presdir Wang agar tidak terjadi kericuhan akibat emosi Xu Mo.


"Xu Mo, tenangkanlah dirimu. Lene, bisa menghadapi wanita berbisa itu. Kau tidak perlu emosi karena akan membuat Presdir Wang kesal dan kita masih tidak tahu, kartu apa yang dipegang oleh Julia Qin."


"Aku akan ke toilet sebentar." Xu Mo berlalu meninggalkan Hanna Gu. Entah dia mendengarkan perkataan Hanna Gu atau tidak.


Sesampainya di dalam toilet, Xu Mo membuka semua bilik di dalam toilet tersebut dan tidak ada satu orang pun di sana. Dia masuk ke salah satu bilik, lalu mengeluarkan smartphone dan membuat sebuah panggilan. Tidak terlalu lama panggilan tersebut diangkat oleh si penerima telepon.


"Halo." Terdengar suara seorang pria diujung sana.


"Paman Ah Mo ...,"


🍁 Bersambung🍁