
"Vier lepaskan!"
Vier langsung melepaskan dan berbalik menatap Cyara tajam.
"Aku sudah peringatkan jangan pernah dekat dengan pria lain! Tapi sepertinya kau sama sekali tidak mendengarkanku Cyara!"
"Vier aku tidak…aku tidak mengenalnya Vier, tadi dia hanya menolongku."
"Menolong? Oh ya? Dia bahkan menyentuh wajahmu dan kau hanya diam saja."
Cyara mengernyitkan dahi, sama sekali tidak mengerti maksud ucapan Vier.
"Vier aku tadi…"
"Sudahlah," kata Vier yang kemudian berjalan lebih dulu meninggalkan Cyara.
"Dia itu sebenarnya kenapa sih?" Cyara menatap Vier heran, kemudian kembali melanjutkan langkahnya.
"Papi kenapa Mi?" Tanya Rain menatap Cyara.
"Apa Papi marah?" Tanyanya lagi.
"Tidak sayang, Papi tidak marah, mungkin papi lagi pms," jawab Cyara asal karena kesal dan Rain pun mengangguk entah mengerti apa yang maminya maksud atau tidak.
Vier segera memasuki lift disusul Cyara. Vier melirik sekilas Cyara yang menekan angka ke lantai tempat tujuan mereka.
Suasana di dalam lift hening, hanya ada suara Rey dan Rain yang entah membahas apa, hingga akhirnya, pintu lift pun terbuka dan Vier melewati Cyara begitu saja.
"Dasar aneh," gumam Cyara.
Mereka pun kini melangkah beriringan.
"Ini nih pengantin barunya baru datang," ledek Vira tersenyum genit menggoda Cyara yang kini sudah duduk dengan wajah yang sudah memerah.
"Sudah sayang, jangan di godain, tuh lihat muka Cyara sudah memerah," sahut Jasmine yang membuat Cyara ingin menenggelamkan dirinya di dasar samudra karena saat ini dirinya menjadi perhatian semua orang.
"Sudah, sudah, lebih baik kita sarapan sekarang!" Kata Stevano menghentikan godaan istri dan putrinya pada menantu baru mereka.
Mereka pun kini mulai makan dengan tenang.
"Oh ya kalian kapan rencana akan bulan madu?"
Mendengar pertanyaan mertuanya membuat Cyara terbatuk-batuk, Vier dengan segera memberikan segelas air dan Cyara pun langsung menerima dan meneguknya.
"Vier masih banyak pekerjaan Ma," jawab Vier mendudukan Rey di kursi sampingnya.
"Tapi Vier, kalian ini baru saja menikah, masa kamu tidak bisa meluangkan waktu untuk Cyara, istri kamu. Oke mungkin dulu, Mama tidak banyak berkomentar karena kamu masih lajang, tapi sekarang kamu sudah menikah, dan kamu sudah punya istri yang juga harus kamu pentingkan," nasihat Jasmine.
Cyara hanya diam mendengarkan, seolah dia ikut saja apapun yang suaminya katakan, karena Cyara pun memang sedang tidak memikirkan hal itu.
"Vier tahu, dan kerjaan Vier saat ini tidak bisa Vier tinggalkan begitu saja, masalah jalan-jalan bisa kapan-kapan. Tunggu Rey dan Rain libur juga, biar mereka bisa ikut," ucap Vier menerima makanan yang diberikan Cyara.
Cyara menoleh ke arah sekitarnya, bingung, siapa yang dimaksud sayang oleh Vier, dan begitu melihat tatapan Vier pun Cyara mengangguk.
"Iya Ma, liburan bisa kapan-kapan, lagian kan tidak mungkin juga jika Cya dan Vier meninggalkan anak-anak," kata Cyara membenarkan ucapan suaminya.
Jasmine menghela nafas kecewa, padahal Jasmine ingin mendekatkan mereka agar tidak ada celah bagi orang ketiga masuk ke dalam hidup putranya. Jasmine tahu jika Sheira mencoba mendekati Vier lagi, karena kemarin malam, Jasmine melihat mereka, jika tidak dicegah oleh Zeline, Jasmine ingin mendekat dan menampar Sheira saat itu juga, karena dengan mudahnya meninggalkan putranya dan sekarang dia meminta kembali, Jasmine tidak akan membiarkan itu.
"Baiklah, tapi kalian harus menginap di rumah Mama," kata Jasmine akhirnya.
"Sayang!" Tegur Stevano.
"Ma sudahlah, Vier sudah menikah biarkan Vier menjalani pernikahannya sendiri tanpa Mama harus ikut campur. Pernikahan ini Vier yang menjalani," kata Vier menyudahi obrolan mereka yang semakin memanas.
"Baiklah, terserah kalian saja," kata Jasmine akhirnya.
Jasmine diam dan tidak berbicara lagi, memakan makanannya dengan tenang. Zeline hanya menatap mamanya yang terdiam, dia tahu jelas kenapa mamanya melakukan itu, tapi Zeline juga tidak bisa berbicara banyak, bagaimanapun ucapan kakaknya juga benar, kakaknya sudah berumah tangga dan berhak menentukan pilihan hidupnya sendiri. Jika kakaknya kemarin tidak…" Zeline menggelengkan kepalanya kemudian menatap Cyara, dia tidak tahu bagaimana sakitnya Cyara diperlakukan seperti itu oleh kakaknya.
"Kamu kenapa baby?" Tanya seorang pria yang Cyara baru tahu suami adik iparnya.
Zeline tersenyum dan menggeleng kemudian melanjutkan makannya.
Hening kembali melanda, hingga acara makan mereka pun selesai. Zeline dan suaminya, serta Vira dan Alno, Vian serta istrinya, berpamitan untuk pulang terlebih dahulu. Mereka saling berpelukan dan cium pipi kanan kiri, sebelum akhirnya berpisah.
"Rey sama Rain mau ikut Oma tidak?" Tanya Jasmine pada kedua cucunya yang tampak duduk dengan tenang.
Rey dan Rain saling pandang, kemudian kompak menggeleng.
"Kakak sama adek nanti malam mau tidur sama papi dan mami Oma," jawab gadis kecil menatap Jasmine dengan perasaan bersalah.
"Ya sayang sekali, padahal Oma sama Opa mau pergi liburan naik pesawat, jadi beneran nih, kalian tidak mau ikut sama Opa dan Oma?" Kini giliran Stevano berbicara, ikut membujuk kedua anak kecil itu agar mau pergi bersamanya untuk memberikan waktu pada Cyara agar bisa berdua dengan Vier apalagi mereka baru saja menikah.
Rey dan Rain kembali saling pandang, dirinya ingin tidur sama mami dan papinya tapi dirinya juga ingin naik pesawat.
"Tidur sama mami dan papi kan bisa kapan-kapan, tapi kalau naik pesawat kan…"
"Rain dan kakak mau ikut Oma," jawab Rain cepat memotong ucapan Jasmine.
Jasmine tersenyum bersorak dalam hati, karena akhirnya berhasil membujuk Rain dan Rey, membiarkan Cyara dan Vier hanya berduaan, tugas pertama sudah selesai dan kini tinggal melakukan tugasnya yang kedua dan Jasmine harus memastikan itu bisa berhasil, dengan begitu Jasmine bisa semakin mendekatkan anak dan menantunya.
"Kamu tenang saja Cya, mama akan selalu mendukungmu, apapun akan mama lakukan untukmu, semoga kamu bahagia sayang, dan pada akhirnya bisa mendapatkan cinta Vier, Mama berharap kamu mau bertahan dengan putra mama, mama berharap kamu sabar menghadapinya," Jasmine menatap Cyara dan Vier yang sedari tadi hanya diam saja.
"Ya sudah ayo! Pamit dulu sama mami dan papi," kata Jasmine kepada kedua cucunya.
Rey dan Rain pun pamit untuk ikut bersama oma nya, baik Cyara maupun Vier tidak bisa melarang anak-anak itu.
"Mama dan papa pulang dulu ya sayang," Jasmine memeluk Cyara, "Buatkan cucu lagi buat Mama," bisiknya membuat wajah Cyara memerah setelah mendengar bisikan mertuanya itu.
Kini giliran Stevano yang memeluk menantunya berbisik memberi nasihat, sedangkan Jasmine bergantian memeluk putranya.
"Jaga Cyara baik-baik, dia sekarang sudah menjadi istrimu juga tanggung jawabmu, jangan sakiti dia, karena jika kamu melakukan itu, berarti kamu menyakiti hati Mama," ucap Jasmine pelan kemudian setelah mengatakan itu Jasmine pun melepaskan pelukannya, membiarkan sang suami untuk bergantian memeluk putra mereka.