Love Revenge

Love Revenge
Bab 18



Cyara menatap Vier tajam. Kemudian dia menunduk dan berbicara kepada anak-anaknya. Cyara benar-benar tidak menyangka jika Vier akan mengatakan itu kepada anak-anak polos yang sekarang duduk di apit mereka berdua.


"Rey dan Rain nonton berdua dulu ya, Mami mau bicara dulu sama Om Vier," kata Cyara kemudian bangun dari duduknya, menarik tangan Vier menjauh dari anak-anaknya dan membawa pria itu ke sebuah kamar. 


Vier mengedarkan pandangan ke sekelilingnya dan yakin jika kamar itu adalah kamar Cyara.


Cyara melepaskan tangannya yang tadi menarik tangan Vier, lalu mengunci pintu kamar dan bahkan semua tirai pun dia turunkan, Cyara tidak ingin anak-anaknya mendengar ataupun melihat apa yang akan Cyara katakan pada Vier.


"Apa yang kau lakukan? Apa yang sebenarnya kau inginkan Tuan Zavier?" Teriak Cyara begitu dia sudah membuat kamarnya benar-benar tertutup, di saat mereka hanya berdua saja.


Vier tersenyum smirk, sepertinya Cyara tidak sadar atas apa yang dilakukannya saat ini.


"Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan?" Tanya Vier tanpa menjawab pertanyaan Cyara, semakin berjalan mendekat ke arah Cyara yang otomatis semakin memundurkan langkahnya. 


"Ayo katakan bukankah tadi kau bilang pada anak-anak ada yang ingin kau bicarakan padaku?" Ucap Vier lagi, bahkan pria itu sudah menarik tangan Cyara hingga nyaris saja Cyara akan memeluk pria itu, hanya nyaris karena sekarang kedua tangan Cyara ada di depan dada Vier.


"Apa yang kau katakan kepada anak-anakku?" Teriak Cyara yang sudah tidak bisa menahan lagi, tanpa melihat ke arah Vier dan justru memalingkan wajahnya, Cyara tidak bisa menatap Vier karena jarak mereka terlalu dekat.


Vier semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Cyara, membuat Cyara menahan nafasnya.


"Apa yang aku katakan kepada mereka? Bukankah tadi kamu sendiri sudah mendengarnya? Apa kamu ingin aku mengulanginya lagi?" Bisiknya tepat di telinga Cyara.


Hal itu benar-benar membuat jantung Cyara berdebar, apalagi saat merasakan hembusan nafas Vier di lehernya yang terasa menggelitik.


"Ini tidak benar," ucap Cyara dalam hati dan dengan segera Cyara mendorong dada Vier sekuat tenaga yang dia bisa, dan berhasil Vier mundur beberapa langkah karena dorongannya.


Cyara kemudian melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Vier tajam penuh dengan intimidasi.


"Kau hanya bercanda kan? Jika mau bercanda seperti itu, jangan membawa anak-anakku!" Ucap Cyara dengan penuh amarah, dia tidak suka Vier mengatakan hal seperti itu kepada anak-anaknya.


"Ku mohon hentikan candaan ini, asal Anda tahu, ini semua tidak lucu," kata Cyara lagi dengan suara yang kini merendah.


"A...apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau ucapkan?" Sebenarnya bukan tidak mengerti, tapi Cyara benar-benar tidak percaya dan tidak menyangka dengan apa yang baru saja didengarnya.


"Bukankah dari awal sudah pernah aku katakan, aku akan menikahimu dan akan aku lakukan segala cara untuk menjadikanmu istriku, apa sekarang kau sudah ingat Nona Cyara Lavenia?"


"Dan cara yang kau maksud dengan membawa-bawa anak-anakku?" Tanya Cyara yang tidak mengerti bagaimana jalan pikiran Vier. Bisa-bisanya pria itu membawa anak-anaknya yang masih kecil ke dalam masalah orang dewasa.


"Iya," kata Vier serius, tidak bisa diganggu gugat.


"Tapi kita baru saling mengenal, tidak, lebih tepatnya kita memang tidak saling mengenal, dan kamu bilang mau menikahiku? Ini semua pasti omong kosong, kau pasti hanya mempermainkanku iya kan? Lagian kita adalah dua manusia yang berbeda, saya dan Anda benar-benar berbeda, jadi perlu aku tegaskan kepada Anda bahwa kita tidak akan mungkin pernah bisa bersama."


"Tidak mungkin apa? Bersama? Coba kau katakan sekali lagi!" Rahang Vier mengeras, saat mendengar penolakan wanita yang dibencinya secara tegas, bahkan disaat seluruh wanita yang ditemuinya bertekuk lutut hanya ingin bisa bersamanya.


"Berbeda apanya yang berbeda Cyara? Aku pria dan kau wanita, jadi apa salahnya jika kita bersama, aku tidak peduli dengan perbedaan apa yang kau maksud, yang jelas aku menginginkan kamu, itu yang harus perlu kau tahu.


Nafas Cyara naik turun merasakan perasaan kesal yang rasanya ingin meledak saat itu juga, saat pria yang berstatus bosnya itu seperti mempermainkan dirinya. Dan apa pria itu benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dikatakannya? Apa pria itu tidak tahu perbedaan apa yang dimaksud Cyara?


Vier adalah pria terpandang, sementara Cyara mungkin hanya sebutir debu untuknya, dan yang lebih penting lagi, dia adalah pria single, sedang Cyara dia hanya seorang Ibu yang sudah memiliki dua anak, dan Vier, pria itu tidak tahu bagaimana masa lalu Cyara. Apa pria itu bahkan tidak peduli jika masa depannya bahkan reputasinya harus dipertaruhkan hanya untuk menikahi Cyara?


Dan Cyara, Cyara tidak mau apa yang terjadi di masa lalu, akan terulang kembali dimasa sekarang dengan orang yang berbeda. Cyara pernah satu kali berharap, saat melihat seseorang berjuang untuknya, tapi harapan itu langsung dihempaskan begitu saja, saat ternyata orang itu justru melepaskannya.


"Anda tidak boleh berbicara seperti itu lagi pada anak-anakku, aku sebagai orang dewasa tahu jika apa yang Anda katakan hanya candaan, tapi mereka?" Cyara menjeda perkataannya dan menarik nafas dalam sebelum kembali melanjutkan kata-katanya.


"Mereka masih kecil dan masih terlalu polos untuk bisa mengerti apa yang Anda katakan, bagaimana jika mereka menganggap kata-kata Anda seperti harapan yang besar untuknya?" Kata Cyara yang sudah tidak tahu lagi harus mengatakan apa lagi kepada Vier.


"Perlu Anda tahu, selama ini mereka baik-baik saja tanpa siapapun, jadi… jadi tolong jangan mencoba lagi mendobrak dan memaksa masuk ke kehidupan kami, aku tidak ingin dinding yang sudah aku bangun sekokoh mungkin akan runtuh karena Anda terus mendobraknya Tuan Vier. Aku tidak ingin anak-anakku berharap bisa keluar dari apa yang sudah aku jaga, dan akhirnya mereka kehilangan harapannya, karena ternyata Anda mendobrak dinding pertahanan kami hanya sekedar singgah saja bukan benar-benar menetap," tambah Cyara dengan suara yang teramat pelan, dan Vier, Cyara tidak tahu pria itu mendengar apa yang tadi diucapkannya atau tidak.


"Terlepas kamu setuju atau tidak, aku akan tetap menikahimu," kata Vier menegaskan sekali lagi pada Cyara.


"Ingat aku tidak ingin ada penolakan Cyara," tambahnya dengan penuh penekanan meninggalkan Cyara.