Love Revenge

Love Revenge
Bab 57



"Vier tunggu!" Sheira segera berlari menghampiri Vier.


"Ada apa?" Tanya Vier dengan suara datarnya.


Sheira melirik ke arah Cyara, kemudian kembali menatap Vier.


"Hmm boleh aku ikut mobil kalian? Aku tadi tidak bawa mobil," ucap Sheira.


Cyara yang mendengar itu hanya diam, dia memutuskan untuk meninggalkan mereka, berjalan menuju mobilnya dan membuka pintu samping kemudi, memilih untuk duduk di samping Martin.


Vier melirik ke arah Cyara, melihat wanita itu justru pergi meninggalkannya.


"Vier bagaimana? Ponselku juga habis daya, please!" Ucap Sheira hingga pandangan Vier yang sedari tadi menatap Cyara kini beralih menatap wanita itu.


"Terserah," ucap Vier yang memilih meninggalkan Sheira yang kini tersenyum senang, akhirnya dia punya kesempatan untuk kembali dekat dengan Vier, apalagi dia melihat kakaknya duduk di depan.


"Sheira berlari mengejar Vier dan memutari mobil bagian belakang, membuka pintu masuk dan duduk di sana.


"Vier kenapa tidak masuk?" Sheira bertanya saat kaca jendela mobil terbuka.


Bukannya masuk di belakang, Vier justru berjalan ke arah kursi kemudi dan membuka pintunya.


"Kau duduk di belakang," ucap Vier mengusir Martin, menyuruhnya untuk duduk di belakang tepatnya di sebelah Sheira.


"Tapi Tuan…"


"Tapi Vier…" 


Kata Martin dan Sheira  bersamaan.


"Kau mendengarku?" Tanya Vier karena Martin tak juga beranjak masih di tempatnya semula.


"Iya, baik Tuan," Martin pun terpaksa keluar dan berpindah tempat duduk ke belakang. Sementara itu Vier masuk ke kursi kemudi dan mulai melajukan mobilnya.


"Vier tapi dia asistenmu, kenapa kamu harus menyetir sendiri?" Ucap Sheira.


"Diam atau lebih baik kau turun?" Ancam Vier yang tidak ingin Sheira terlalu banyak bicara.


"Tapi…"


"Turun sekarang!" 


"Baiklah, maaf aku tidak akan banyak bicara," ucap Sheira terpaksa mengiyakan.


Vier menoleh dan melirik ke arah Cyara yang diam saja tidak mengeluarkan suaranya sama sekali. Hingga Vier yang kesal sengaja mengerem mendadak mobilnya.


Cit


Ckit


"Vier pelan-pelan!"


Bukan suara Cyara seperti yang Vier harapkan, tapi lagi-lagi Sheira lah yang mengeluarkan suaranya.


Cyara hanya menoleh dan menatap Vier, tapi itu hanya sekilas, karena wanita itu sudah kembali menatap jalanan.


Tak lama, Vier pun menepikan mobilnya di depan sebuah butik, kemudian dirinya pun turun dan berlari kecil membukakan pintu sampingnya.


"Ayo turun!" Ujar Vier dan Cyara hanya mengernyitkan dahi bingung.


"Aku?" Cyara menunjuk dirinya sendiri.


"Iya memangnya siapa lagi? Martin?" Ucap Vier. "Ayo cepat turun!" Tambahnya lagi.


Cyara pun turun, tangan Vier di atas kepala Cyara, menghalangi kepala wanita itu, agar tidak terbentur.


"Kalian mau kemana?" Tanya Sheira tapi Vier tidak menggubris sama sekali, pria itu justru terus melangkah dengan tangan kanannya merangkul pinggang Cyara.


Sheira buru-buru membuka mobil mengikuti Vier yang kini berjalan memasuki butik.


Sementara itu, Martin hanya menatap mereka dengan pandangan bingung sekaligus heran.


"Vier!" 


"Sheira, kemari sayang," ucap wanita itu hingga orang yang berada di sana menoleh dan menatap ke arahnya.


Sheira pun dengan kikuk berjalan ke arah  wanita yang memanggilnya.


"Mami? Mami disini?" Tanya Sheira setenang mungkin.


"Iya sayang, kamu sendiri? Kenapa tidak ajak Ken?" Bunga  langsung menutup mulutnya saat baru mengingat jika Vier juga ada  disana. Ya seseorang itu adalah Bunga, mertua Sheira.


"Iya Mi, hmm Ken tidak ikut, dia sedang ke luar kota," jawab Sheira.


"Oh iya ya, waktu itu Ken juga pernah bilang juga sama Mami."


Bunga kini berjalan dan menghampiri Vier, "Apa kabar Vier, lama tidak berjumpa," ucapnya.


"Baik, seperti yang Bibi lihat."


"Vier soal Ken…"


"Tidak perlu dibahas lagi," jawab Vier.


"Kalian sudah datang," Tiba-tiba Jasmine datang dan tersenyum langsung menyambut kedatangan Vier dan Cyara.


"Ayo masuk sayang!" Ajak Jasmine melirik Sheira, dia terkejut saat melihat mantan kekasih putranya itu ada disana, padahal tadi Bunga hanya datang sendiri. 


"Apakah…?" Jasmine kemudian menatap ke arah putranya yang menampilkan wajah datarnya.


"Ya sudah ayo, Cya ayo coba gaunnya," ucap Jasmine lagi memecahkan kecanggungan yang terjadi.


"Gaun?"


"Iya sayang, memang Vier tidak bilang kalian kesini untuk kamu mencoba gaun pengantin yang sudah Bibi El rancang khusus untukmu," ucap Jasmine menjelaskan kepada Cyara yang terlihat bingung.


Sheira dan Bunga kedua wanita itu tampak terkejut mendengar ucapan Jasmine barusan.


"Kak Olive Vier akan menikah?" Tanya Bunga yang kini tersenyum, dia lega mendengarnya.


"Iya," Vier melirik wanita di sebelahnya sebentar kemudian menggamit tangannya.


"Vier," terdengar suara protes dari wanita itu, tapi Vier bahkan tidak mempedulikannya. Vier justru menarik Cyara agar lebih dekat dengannya.


"Perkenalkan Bi, ini calon istriku, Cyara," ucap Vier kemudian memperkenalkan Cyara kepada Bibinya itu.


"Dan sayang perkenalkan ini Bibi Flo," Vier menatap Cyara yang wajahnya langsung memerah mendengar panggilan sayang dari Vier untuk pertama kalinya.


"Perkenalkan Bi, saya Cyara," ucap Cyara yang kini memperkenalkan dirinya sendiri.


Bunga tersenyum dan menyambut Cyara dengan baik, tapi senyumnya pudar saat melihat wajah Cyara dan menantunya bergantian. Itu hanya sebentar karena Bunga sekarang sudah kembali tersenyum melihat Vier yang sama sekali tidak melepaskan tangan Cyara meskipun wanita itu sudah menarik tangannya minta dilepaskan. Karena jangankan melepaskan, bahkan untuk melonggarkannya saja, Vier enggan melakukannya.


Vier menghela nafas, kemudian kini justru merangkul Cyara dan Cyara hanya bisa membelalakan matanya, lagi-lagi Vier melakukan hal seperti itu di depan umum.


"Ah iya Kak, kalau begitu aku pulang dulu ya, ayo Sheira kamu ikut pulang dengan Mami," kata Bunga mengajak menantunya pergi dari sana, tidak ingin merusak kegiatan yang dilakukan keluarga Kakak Iparnya.


"Tapi Mi…"


"Sudah ayo!" Bunga menggamit tangan Sheira dan segera mengajaknya pulang setelah berpamitan kepada Jasmine, Vier dan juga Cyara.


"Kapan kalian datang," ucap Liora yang tiba-tiba saja muncul.


"Belum lama, oh ya Liora kamu ajak Cyara mencoba gaunnya sudah pas atau belum, atau mungkin ada yang perlu diperbaiki lagi," ucap Jasmine yang ingin berbicara dengan putranya.


"Iya Kak, ayo sayang!" Kata Liora mengajak Cyara tapi Cyara tidak juga mengikutinya.


"Ayo ikut Bibi!" Liora kemudian melihat ke arah pandang Cyara.


"Ya ampun anakmu ini Kak," gerutu Cyara yang melihat tangan Vier masih saja setia melingkar di pinggang Cyara.


Jasmine yang mendengar gerutuan Liora pun mengikuti kemana tatapan Adik Iparnya.


"Vier lepaskan dulu, biar Cyara mencoba gaunnya, tenang saja dia tidak akan kemana-mana, sebentar lagi juga kalian akan terus bersama, ditinggal sebentar tidak apa-apalah," ucap Jasmine yang membuat wajah Cyara semakin merona mendengar godaan calon mertuanya itu.