
"Vier! Kamu kenapa?" Tanya Cyara melihat sikap Vier yang aneh menurutnya.
Vier merangkul pinggang Cyara lebih erat lagi, tanpa mengatakan atau menjelaskan apapun pada Cyara yang terus saja bertanya kenapa kepada dirinya.
"Vier!"
"Diamlah Cyara! Kenapa? apa kau tidak rela berpisah dengan pria itu?" Tanya Vier yang semakin kesal karena lagi-lagi Cyara menoleh ke arah belakang, dimana pria yang tadi bersama Cyara masih berdiri di tempatnya tadi.
"Bukan seperti itu, aku hanya tidak enak karena tiba-tiba pergi tanpa berpamitan lebih dulu," jelas Cyara.
"Kamu tidak perlu khawatir dia pasti mengerti," jawab Vier enteng kemudian pun dia mengajak Cyara menjauh dari pria yang tadi bersama Cyara.
"Kalian ternyata disini, Ayo kalian ikut dansa! Sebentar lagi acara dansa dimulai," Andre berlari ke arah Vier dan Cyara menarik tangan kedua orang itu untuk ikut berdansa.
Musik mengalun, satu persatu pasangan mulai berdansa, begitupun dengan Alno dan Vira, kemudian disusul Ken dan Sheira, tangan Ken dan Sheira saling bertaut, tangan Ken satunya berada di pinggang Sheira, sedangkan tangan Sheira berada di lengan Ken.
Vier terus melihat Sheira dan Ken yang posisinya tidak jauh darinya. Dan Cyara pun menyadari itu, bahkan Vira yang melihat itu hendak menarik Vier untuk pergi dari sana. Tapi sayangnya Alno menahannya.
"Lepas Kak!" Ucap Vira menatap ke arah suaminya.
"Sayang, dengarkan aku! kita datang di acara orang lain, jadi jangan membuat keributan dan biarkan saja!"
"Tapi…," Vira mengurungkan niatnya yang akan kembali berbicara saat melihat apa yang Cyara tengah lakukan dengan kembarannya.
Cyara dengan memberanikan dirinya, meraih kedua tangan Vier dan melingkarkan kedua tangan itu di pinggangnya. Sementara itu kedua tangan Cyara melingkar di leher Vier. Hal itu membuat Vier menoleh dan Vira yang melihat itu tersenyum senang.
Wajah Cyara mendekat ke wajah Vier dan berbisik, "Cukup tatap aku! Jika kamu tidak ingin terluka lebih dalam lagi."
Vier menatap Cyara yang tengah menatapnya dan tatapan mereka pun akhirnya bertemu. Keduanya saling tatap, hingga tanpa sadar, keduanya kini sudah hanyut dan menikmati gerakan mereka seiring dengan musik yang mengalun.
"Sekarang tersenyum," pinta Cyara dan Vier pun menurutinya.
Kini giliran Vier yang mendekatkan wajahnya ke wajah Cyara. Bahkan dia menarik pinggang Cyara agar lebih dekat hingga menempel ke tubuhnya.
"Apa yang akan kau lakukan?"
"Sstt! Diam dan tersenyum!" Giliran Vier yang meminta Cyara untuk tersenyum, dan Cyara pun dengan terpaksa menuruti perintah pria itu, karena Cyara menyadari jika kini hampir semua orang sedang memperhatikannya.
Cup
Tiba-tiba Vier mengecup bibir Cyara sekilas dan hal itu membuat heboh semua orang dan langsung menepis pikiran orang-orang yang sempat percaya dengan berita dirinya dengan Sheira, apalagi saat Sheira datang bersama suaminya dan hubungan mereka terlihat baik-baik saja.
"Cie..cie…" Goda Vira begitu suami dan saudaranya pergi.
"Apa sih Vi," Cyara buru-buru memalingkan wajahnya yang terasa memanas, dan Cyara yakin saat ini kedua pipinya pasti sudah merona.
Vira menyenggol pelan Cyara, "Lihat tuh calon suaminya nglihatin terus!" Vira tak henti-hentinya menggoda calon iparnya itu, sambil menunjuk Vier yang melihat ke arah mereka.
"Sudah ah, aku mau kesana dulu," kata Cyara meninggalkan Vira.
Vira pun tersenyum puas setelah berhasil menggoda Cyara.
"Aku mau bicara!" Ucap Sheira yang mengambil kesempatan berbicara kepada kakaknya disaat Cyara sedang sendiri, sementara Vier sedang mengobrol dengan Alno.
"Katakan saja disini!"
"Kita cari tempat yang sepi," ujar Sheira kemudian melangkah terlebih dulu menuju ke sebuah tempat di dekat kolam renang, yang tidak banyak orang berlalu lalang.
Cyara pun mengikuti, ingin tahu apa yang ingin adiknya bicarakan.
"Rupanya Kak Ara sangat menikmati peran kakak menjadi calon istrinya," ucap Sheira yang berdiri membelakangi Cyara.
"Apa maksudmu?"
"Kak Ara jangan terlalu senang, Kak Ara tahu bukan, aku dan Vier menjadi pasangan dalam waktu yang lama, bahkan Kak Ara pasti juga tahu, jika Vier masih mencintaiku, Kak Ara hanya menjadi pelampiasannya saja, itu yang perlu Kak Ara ingat."
"Oh ya, tapi aku tidak peduli itu semua, yang aku tahu, Vier akan menikahi aku, dan kamu sudah meninggalkannya, jadi pasangan dalam waktu lama yang kamu maksud itu, sama sekali tidak berlaku, dan perlu kamu tahu, apa yang kamu banggakan dengan hubungan lama kalian itu? Jika akhirnya kalian memiliki kehidupan masing-masing, kau sudah bersama orang lain, jadi kamu juga harus biarkan Vier bahagia, dan kebahagian Vier sekarang adalah aku, bukan kamu lagi, jadi berhentilah mengganggu kami, dan jalani kehidupan kamu sendiri, tanpa ikut campur lagi kehidupan orang lain, terlebih orang itu adalah orang yang pernah kau buat terluka, sudahlah kurasa tidak penting berbicara denganmu," ucap Cyara kemudian bergegas meninggalkan Sheira tapi Sheira segera menahannya.
"Baiklah kita buktikan saja, siapa yang Vier cintai?" Ucap Sheira yang kemudian menarik tangan Cyara agar terjatuh ke kolam renang bersamanya.
"Akh!" Teriak Cyara yang mendapat serangan tiba-tiba dari Sheira.
Byur
Tolong!
Tolong!" Teriak Sheira melambaikan kedua tangannya di atas air.
"Sheira," gumam Vier yang mendengar suara Sheira hingga langsung berlari.
Ken yang akan berlari menghentikan langkahnya saat melihat Vier sudah lebih dulu menceburkan dirinya ke dalam kolam.