Love Revenge

Love Revenge
Bab 59



"Memang apa yang salah dengan gaunnya? cantik kok Cyara mengenakan gaun itu," ucap Liora kepada Jasmine.


Jasmine hanya mengedikan bahunya.


Tiba-tiba tirai terbuka dan Cyara keluar dari dalam sana.


"Memang gaunnya kenapa Cya? Apa kamu tidak suka? Atau merasa tidak cocok?" Tanya Jasmine kepada calon menantunya itu.


"Tidak kok Ma, cocok, Cya juga suka, memangnya kenapa?" Cyara bingung kenapa calon mertuanya tiba-tiba bertanya seperti itu.


"Apa perlu mengganti gaunnya Cyara?" Kini giliran Liora yang bertanya.


"Tidak perlu Bi, beneran ini sudah bagus  dan Cya juga suka," ujar wanita itu yang memang menyukai gaun itu dan akan ribet pula jika harus menggantinya, apalagi hari pernikahan sudah semakin dekat.


"Tapi aku tidak suka," ucap seseorang yang baru saja datang.


Ketiga wanita itu pun menoleh ke sumber suara, dimana disana Vier sedang berjalan mendekat.


"Kenapa?" Tanya ketiga orang itu bersamaan, dan ketiganya pun saling pandang karena mereka sepemikiran hingga mengucapkan pertanyaan yang sama.


Vier menghela nafasnya, "Aku tidak suka, itu saja tidak ada alasan yang lain, jadi jika aku bilang ganti ya ganti."


Detik demi detik ketiga wanita itu terdiam, hingga kemudian Liora dan Jasmine pun saling pandang dan memilih menuruti permintaan Vier.


"Bibi sih mau-mau saja Vier, tapi masalahnya waktunya tinggal sebentar lagi dan itu tidak memungkinkan untuk membuatnya," ucap Liora setelah tahu alasan kenapa keponakannya menolak gaun yang akan dipakai calon istrinya.


"Hmmm begini saja, ada koleksi beberapa gaun pengantin yang Vier inginkan, jadi bagaimana kalau Cya mencobanya lagi, nanti tinggal diubah saja jika memang ada yang perlu diubah," kata Jasmine mengutarakan pendapatnya.


"Ya seperti yang Mama katakan saja," ucap Vier sependapat dengan mamanya.


"Kita selesaikan hari ini saja masalah gaun, Bibi bawa Cyara mencoba beberapa biar aku yang memilihnya," ucap Vier yang kemudian memilih untuk duduk sambil menunggu Cyara.


"Tapi…"


Vier mengangkat kepala mendengar protes dari calon istrinya, "Turuti apa kataku Cyara," ucapnya tidak mau dibantah.


"Rupanya anakmu sangat-sangat posesif Kak," bisik Liora di telinga Jasmine yang hanya mengangguk membenarkan perkataan Liora, "Semoga saja ini menjadi awal yang baik," harap Jasmine kemudian dalam hatinya.


"Oh ya sudah Mama tinggal dulu ya, mau jemput anak-anak kalian," kata Jasmine berpamitan pada Cya dan Vier.


"Dan kamu Liora, Kakak serahkan padamu semuanya," tambahnya.


"Siap Kak," jawab Liora semangat karena akhirnya akan mengurus pernikahan terakhir anak Jasmine, ya karena cuma Vier satu-satunya yang belum menikah.


"Ayo Cyara!" Liora menggamit lengan Cyara dan membawanya pergi dari sana untuk mencari gaun yang cocok untuknya.


"Tidak, ganti," ucap Vier yang kesekian kalinya hingga membuat Cyara begitu kesal, menghela nafas dan kembali masuk ke ruang ganti.


Tak lama, Cyara pun keluar dari ruang ganti.


"Yang ini bagaimana Vier?" Tanya Liora yang keluar bersama Cyara.


"Ganti!" kata Vier tanpa berfikir satu detik saja saat meminta hal itu.


"Ya sudah kamu saja yang pilih, biar aku tinggal pakai saja," ucap Cyara yang sudah tidak ingin mengganti lagi.


"Memang kenapa?" Tanya Vier.


"Memang kenapa? Vier kau tidak tahu jika semua gaun ini berat dan aku sudah mengganti berkali-kali, satu, dua…" Cyara menghitung berapa kali dia sudah mengganti gaunnya.


"Sudah delapan kali, dan kau ingin aku mengganti kesembilan kalinya, jadi daripada aku mengganti kesepuluh kalinya, lebih baik kamu saja yang memilihnya dan aku tinggal mencoba, jika cocok ya sudah, jadi aku tidak perlu berkali-kali lagi menggantinya," ucap Cyara mengutarakan kekesalan yang dipendamnya sedari tadi.


Vier kemudian bangkit dari duduknya, "Ayo Bi, tunjukkan padaku dimana gaun-gaunnya," kata Vier mengajak Liora untuk menunjukkan letak koleksi gaun di butik mereka.


Pandangan Vier tertuju pada sebuah gaun berwarna putih polos, tampak sederhana tapi Vier langsung menyukainya.


"Yang ini aja Bi," ucap Vier menunjuk gaun yang disukainya.


"Ini, baiklah,"


"Baik Bu," ucap pegawai itu yang kemudian langsung mengambilkan gaun yang dimaksud Liora.


"Ayo Cyara kita coba gaunnya, Bibi jamin ini yang terakhir kalinya," bisik Liora menggamit tangan Cyara dan mengajaknya ke ruang ganti.


Sementara itu Vier keluar untuk menjawab panggilan dari Martin yang terus menghubunginya sedari tadi.


"Vier pilihanmu memang…" ucapan Liora terpotong saat ternyata Vier sudah tidak ada di tempatnya.


"Kemana dia?" Gumam Liora.


"Sudahlah Bi, aku ganti saja, ini juga sudah sore, aku harus menjemput Rey dan Rain juga di rumah Mama, lagian Vier juga sudah tidak ada disini," kesal Cyara yang akan masuk kembali ke ruang ganti, tapi tiba-tiba Vier menariknya hingga Cyara pun spontan berbalik hampir saja menabrak dada pria itu.


"Vier!" Teriak Cyara yang begitu terkejut, bahkan detak jantungnya kini berdetak begitu kencang.


"Mau kemana?" Tanya Vier.


"Tentu saja mau mengganti pakaianku lagi, sekarang lepasin!" 


"Tunggu dulu, kenapa mau cepat-cepat ganti? Aku bahkan belum melihatnya," ucap Vier yang tidak mau menuruti perintah Cyara untuk melepaskan tangan wanita itu.


"Sekarang kau sudah melihatnya kan, ya sudah aku mau ganti," Cyara akan kembali melangkah tapi lagi-lagi Vier menahannya.


"Aku belum puas melihatnya bagaimana dong?"


"Vier!" Cyara benar-benar kesal pada tingkah pria itu.


Liora yang mendengar pasangan itu jadi pusing sendiri, "Terserah kalian aja deh," kata Liora yang akan pergi dari tempat itu.


"Bibi!" Panggil Cyara dan Vier bersamaan. 


Liora langsung menghentikan langkahnya saat kedua orang itu memanggilnya.


"Bantu aku lepas gaunnya!"


"Tolong fotoin kami!" 


Lagi-lagi, Cyara dan Vier berucap bersamaan.


Cyara dan Vier saling pandang.


"Sekarang Bi!" Perintah keduanya.


"Jadi apa yang harus Bibi lakukan sekarang? Melepas gaun atau memfoto kalian?" Kata Liora bingung.


"Fotoin kami!"


"Bantu lepas gaunnya!"


"Bibi tidak mau! Puas kalian," kata Liora yang segera meninggalkan tempat tidak ingin ditambah pusing oleh kedua calon pengantin itu.


"Bibi!"


Kali ini Liora sama sekali tidak menoleh saat keduanya kembali memanggil.


"Sekarang Bibi sudah pergi kamu jadi mau melepas gaunnya?" Tanya Vier menatap Cyara.


Ditatap seperti itu, membuat Cyara gugup, perasaannya sungguh tidak enak.


"Ten...tentu saja jadi," jawabnya terbata.


"Ya sudah, silahkan!" Ucap Vier yang kini mempersilahkan Cyara untuk masuk ke ruang ganti.


"Kenapa diam disitu? Katanya mau ganti," Vier menautkan kedua alisnya saat melihat Cyara tidak beranjak sedikitpun dan hanya menatapnya.


"Semudah itu?" Tanya Cyara.


Sementara Vier mengernyitkan dahinya tapi tak lama tampak seringaian di bibir pria itu. Vier mendekat ke arah Cyara, "Kamu beneran tidak mau masuk sekarang atau karena kamu menungguku untuk membantumu melepaskan gaunmu itu?" Bisiknya membuat Cyara langsung mendorong pria itu, mengangkat gaunnya dan segera masuk ke ruang ganti, takut jika pria itu sungguh-sungguh melakukan apa yang baru saja diucapkannya.