Love Revenge

Love Revenge
Bab 47



"Ayo turun!" Ucap Vier yang kini membukakan pintu mobil di samping Cyara dan menyuruh wanita turun. Benar saja hal itu rasanya sudah seperti mimpi saja.


Cyara turun dengan begitu anggunnya, begitu menutup pintu, keduanya dikejutkan dengan suara seseorang. Dan bisa Cyara lihat ekspresi Vier berubah, benar-benar berubah, lebih dingin dari dia yang pertama ditemuinya. 


"Lama tidak bertemu," sapa seorang pria dengan seorang wanita menggamit lengannya.


Cyara hanya bisa menatap Vier dan kedua orang yang datang di waktu bersamaan dengannya itu bergantian.


"Ayo kita masuk!" Vier segera menarik tangan Cyara agar segera ikut masuk dengannya.


Cyara bukan tidak mengenal pria yang menyapa Vier tadi, Cyara begitu mengenalnya apalagi di dunia bisnis, dia tak lain adalah Keanu Anderson, suami dari Sheira adiknya. Ya walaupun bisa dikatakan jika Cyara belum pernah melihat pria yang biasa disapa Ken itu.


Cyara hanya bisa menuruti Vier, dia menggamit lengan Vier mengikuti langkah pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.


"Kita kesana sekarang saja, selagi tidak terlalu ramai!" Vier menunjuk tempat pelaminan dimana sepasang pengantin sedang menyalami para tamunya.


"Iya," jawab Cyara tersenyum dan mengangguk.


"Selamat, Ndre akhirnya jadi pengantin juga, dulu aja sering godain Vira," ucap Vier begitu santai dan Cyara baru melihat itu.


"Iya dan setiap godain Vira ada bodyguard-bodyguardnya yang selalu menghalangi," jawab Andre berbisik di telinga Vier sambil melirik gadis yang sudah menjadi istri sahnya beberapa jam yang lalu.


"Oh ya ini siapa?" Andre menatap seseorang yang berdiri di samping Vier.


"Ini calon istri Vier, bagaimana cantik kan?" Kata Vira yang tiba-tiba ikut menimbrung.


Vira berdiri di samping kiri Cyara dan merangkul gadis itu, memperkenalkan Cyara dengan bangga pada teman sewaktu sma nya itu.


"Benarkah, wah selamat juga bro, berarti sebentar lagi nyusul nih, kamu memang jago cari cewek, calon istri kamu cantik, tapi seperti mirip seseorang tapi siapa ya?" Gumam Andre yang kini justru sedang memikirkan itu.


"Dan kamu Vira, anak sudah mau dua saja, aku kira dulu kamu akan sama Sean dan ternyata…" Andre menggantung ucapannya melirik Alno yang juga berdiri di sebelah istrinya.


"Ternyata kenapa?" Tanya Alno datar menatap tajam orang yang baru saja berbicara.


"Hehe tidak Kak," jawab Andre bersembunyi di belakang Vier.


Vier hanya geleng-geleng kepala, sedangkan Cyara tersenyum melihat tingkah mereka. Kemudian dirinya dan Vira mengobrol dengan pengantin wanita.


"Woy Ken akhirnya lo datang juga, wah jadi kalian bertiga berangkat barengan nih, oh ya kamu sama istri kamu?" Tanya Andre melirik ke arah Vier melihat respon sahabatnya itu.


"Iya Sheira tadi sedang berbincang dengan temannya, jadi aku kesini dulu. Kak Alno juga baru tiba?" Jawab Ken kemudian beralih bertanya kepada Alno.


"Oh ya kalau begitu kita kesana dulu ya," pamit Cyara yang melihat Vier tidak nyaman ketika melihat Ken ada disana, apalagi tak lama Sheira juga datang.


"Ah iya, nikmati pestanya ya, sebentar lagi kita adakan acara dansa," jawab Andre mempersilahkan.


"Ayo Kak kita juga ikut kesana!" Kata Vira menarik tangan suaminya begitu melihat Sheira berjalan ke arah mereka.


"Ndre, Mil," kita juga kesana dulu ya," pamit Vira kepada pasutri baru itu.


Andre dan calon istrinya yang bernama Mili pun mempersilahkan, apalagi melihat antrian yang sudah cukup panjang.


Cyara tersenyum dan mengangguk, dia memilih berkuliner, mencicipi hidangan yang tersedia.


"Kak Ve?" Sapa seseorang, Cyara spontan menoleh dan tersenyum melihat siapa yang juga hadir disana, dialah Daniel adik Rayyan.


"Niel?" Cyara memastikan bahwa dia tidak salah mengenali orang, terakhir melihat Daniel adalah saat pria itu duduk di bangku sma, tepatnya sebelum dia dan Rayyan belum sampai tahap pertunangan.


"Kak Ve, apa kabar?" Daniel langsung memeluk Cyara, perempuan hebat yang dia kagumi, saat tahu kakaknya mencampakkan Cyara, Daniel mencari-cari Cyara, dia bahkan bersedia menggantikan kakaknya.


"Lihatlah sekarang kamu bertambah tinggi ya, padahal dulu kamu hanya segini," ucao Cyara yang menemukan teman ngobrol setelah tadi hanya berjalan-jalan sendiri sepeninggal Vier.


"Kamu kok bisa disini?" Tanya Cyara yang tidak menyangka akan bertemu dengan Daniel.


"Iya mewakili Kak Ray, dan tidak menyangka bisa ketemu Kak Ve disini," ucap Daniel dengan senyum manisnya, tidak bisa menyembunyikan betapa senangnya dia akhirnya bisa bertemu dengan Cyara. Mereka pun asyik mengobrol tentang apa saja, membuat Cyara tidak hentinya tertawa. Tak hanya Daniel saja yang menghibur  tetapi juga ada teman-teman Daniel yang baru saja berkenalan dengannya.


Vira yang melihat Cyara tertawa lepas dengan seorang pria, menghampiri Vier yang masih saja berbincang dengan beberapa orang yang dikenalnya.


"Vier!" Panggil Vira, Vier menoleh dan mendekat ke arah kembarannya, setelah berpamitan dengan orang-orang yang tadi mengobrol dengannya.


"Kenapa?" Tanya Vier yang sudah berdiri di samping Vira.


"Kalau aku jadi kau, aku sama sekali tidak rela," ucap Vira tiba-tiba.


Vier mengernyitkan dahi bingung, menoleh dan menatap saudara kembarnya.


"Aku tidak rela jika harus berbagi dengan orang lain."


Vier pun mengikuti arah pandang Vira, Vier yang baru mengerti maksud perkataan Vira, segera berjalan cepat dan menghampiri Cyara. Cyara memakai gaun yang memperlihatkan punggung indahnya dan hampir semua mata lelaki yang ada disana menikmati pemandangan itu.


Sementara Vira geleng-geleng kepala, dan terkekeh geli melihat ekspresi Vier yang berjalan terburu-buru ke arah wanita yang dia harapkan menjadi saudara iparnya.


Cyara terlonjak kaget dan langsung menoleh begitu merasakan ada seseorang yang menyampirkan jas ke tubuhnya. Dan dapat Cyara lihat jika saat ini Vier tengah menatapnya tajam.


"Ada apa?" Cyara memberanikan diri bertanya karena dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun.


"Aku tidak rela jika harus berbagi dengan pria lain siapapun itu," bisik Vier tepat di telinga Cyara, membuat Cyara merinding. Tapi tak lama wanita itu tampak mengernyitkan dahi, tidak mengerti kenapa tiba-tiba Vier mengatakan hal seperti itu.


"Apa maksudnya?" Tambah Cyara hanya dalam hati saja.


Vier kemudian menggamit tangan Cyara dan membawanya pergi dari sana dan berjalan menghampiri ke arah Vira dan Alno berada, tanpa mengatakan sepatah katapun kepada orang-orang yang tadi mengobrol dengan Cyara.


"Vier tapi aku belum…"


"Sebentar lagi acara dansa akan segera dimulai," potong Vier cepat.


Cyara menoleh dan memberikan isyarat maaf pada Daniel dan teman-temannya, dan Daniel pun mengangguk, tapi tidak dengan senyumnya yang langsung pudar saat melihat Cyara dan seorang pria yang sepertinya pernah dilihatnya.


Dan di tempat lain, seorang wanita menatap keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan.