Love Revenge

Love Revenge
Bab 49



"Kak Cya," panik Vira.


Vier berenang dan buru-buru mengangkat tubuh wanita yang sekarang sudah tidak sadarkan diri.


"Vier tolong!"


"Kau bisa naik sendiri, kau pikir aku lupa jika kau bisa berenang," ucap Vier dingin dan segera membawa tubuh wanita yang ditolongnya menepi.


"Kak Cya!" Vira buru-buru menghampiri Cyara yang kini sudah dibaringkan tepi kolam, dan Vier sedang berusaha membuat wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya bangun.


Vier masih ingat jelas bagaimana Cyara langsung tidak sadarkan diri, saat dirinya menarik Cyara waktu di kolam renang di rumah orang tuanya.


"Cya bangun!" Ucap Vier kemudian dengan segera memberi nafas buatan pada Cyara. Hingga Cyara memuntahkan air dan terbatuk-batuk.


Andre sang pemilik acara berlari dan membawakan handuk untuk mereka. Vier langsung menerimanya dan membantu Cyara duduk kemudian memakaikan handuk itu ke tubuh Cyara yang bergetar. Kemudian mengangkat kembali tubuh Cyara ala bridal.


"Thanks Ndre, sorry aku cabut dulu," ucap Vier yang kemudian membawa Cyara pergi dari tempat itu.


"Kita juga pamit dulu ya Ndre," kini Vira pun ikut berpamitan dan menarik suaminya pergi dari sana. Dan sebelum pergi, Vira sempat melayangkan tatapan tajam kepada Sheira yang kini sudah naik ke tepian dibantu Ken.


"Cyara, kamu baik-baik saja? Tidak, kenapa aku bertanya seperti itu, sudah jelas jika Cyara saat ini tidak baik-baik saja.


"Sebentar lagi, sebentar lagi kita sampai di mobil," ucap Vier panik melihat tubuh Cyara yang sudah sangat dingin, bahkan bergetar semakin hebat.


"Aku takut, aku takut," gumam Cyara dengan mata yang kembali terpejam.


"Kau!" Ucap Vier saat melihat ada seseorang yang membukakan pintu.


"Cepat bawa Kak Ve dan panggil dokter," ucap orang itu.


"Aku tahu jadi tidak perlu kau ajari," ketus Vier.


"Terima kasih karena sudah menyelamatkan Kak Ve," ucap orang itu lagi tanpa memperdulikan ucapan ketus Vier.


"Dia calon istriku, jadi sepantasnya aku menyelamatkannya lebih dulu," ucap Vier kemudian mendudukan Cyara di kursi samping kemudi.


"Kak Ve pernah tenggelam saat kecil, dan dia mengalami trauma itu, bahkan di saat itu tidak ada yang peduli padanya, dan lebih mementingkan keselamatan Sheira, dan aku sangat berterima kasih padamu, karena hari ini kamu tidak melakukan hal yang sama seperti apa yang dulu dilakukan keluarganya, aku titip Kak Ve padamu," ucap pria itu yang kemudian berlalu meninggalkan Vier dengan berbagai pertanyaan di kepalanya.


"Tolong! Tolong aku! Aku takut!" Gumam Cyara dan Vier menatap wanita itu.


"Jadi benar apa yang Paman Al katakan waktu itu," ucap Vier yang kemudian menutup pintu dan berlari menuju kursi kemudi, masuk dan kemudian segera melajukan mobilnya ke rumah Cyara. Karena dia tidak ingin membuat anak-anak dan juga mamanya khawatir melihat keadaan Cyara saat ini.


Ponsel Vier berdering, dan Vier segera menjawabnya setelah melihat nama pemanggil dan ternyata Vira lah yang menghubunginya.


"Halo Vier, sekarang kalian dimana? Bagaimana keadaan Kak Cya sekarang?" Tanya Vira saat panggilan sudah terhubung. Dia benar-benar khawatir melihat keadaan Cya tadi.


"Jangan katakan apapun sama Mama, aku tidak mau Mama ikut cemas," ucap Vier tanpa menjawab pertanyaan saudaranya.


"Iya kamu tenang saja, aku tidak akan  memberitahukan sama Mama, tapi bagaimana  keadaan Kak Cya sekarang?" Tanya Vira lagi karena belum mendapatkan jawaban.


Vier menghela nafas panjang, dan akhirnya menjawab, kondisinya tidak baik-baik saja," ucap Vier pelan melirik Cyara yang seperti sedang bermimpi buruk.


"Ini semua gara-gara Sheira, ini pasti dia yang membuat Kak Cya…"


"Sudahlah Vi, aku tidak mau membahas hal ini sekarang," kata Vier mengusap kasar wajahnya perasaannya benar-benar campur aduk  sekarang.


"Baiklah, kamu mau bawa Kak Cya kemana? Rumahmu? Jika iya, Biar aku dan Kak Alno akan menyusul kesana," ucap Vira akhirnya dan tidak membahas masalah Sheira lagi. Setidaknya Vira senang karena Vier akhirnya lebih dulu menyelamatkan Cyara daripada Sheira.


"Ya sudah aku pulang sekarang," putus Vira saat merasa bahwa apa yang Vier katakan benar.


Panggilan berakhir bertepatan dengan Vier yang sudah tiba di rumah Cyara. 


Buru-buru Vier turun, dan membuka pintu mobil dan mengangkat tubuh Cyara. Kemudian disenggolnya pintu mobil agar tertutup.


Vier memencet bel dan baru kedua kalinya pintu terbuka.


"Non Cya, kenapa Non Cya bisa basah kuyup begini?" Bibi yang membukakan pintu terlihat begitu cemas.


"Biar aku bawa Cyara ke kamarnya dulu Bi," ucap Vier.


"Iya, iya, Tuan mari!" Bibi mempersilahkan Vier masuk ke dalam kamar Cyara.


Dibaringkan tubuh Cyara perlahan di atas ranjangnya.


"Bibi gantikan dulu pakaian Cyara, aku telepon dokter dulu," ucap Vier yang kemudian keluar dari kamar Cyara setelah Bibi mengiyakan.


Tak lama Vier pun kembali masuk membawakan minuman hangat.


"Nona Cyara kenapa Tuan? Dan maaf Anda siapa?" Tanya Bibi menatap Vier.


"Saya calon suami  Cyara, tadi Cyara jatuh ke kolam renang," jawab Vier meletakkan minuman hangat di atas meja nakas.


"Anda Tuan Vier?" Tanya Bibi yang memang  tahu nama calon suami Cyara, tapi tidak tahu orangnya, Bibi mengira bahwa pria yang datang bersama  Cyara kemarin lah yang bernama Vier.


"Nona Cyara  pernah tenggelam saat masih kecil dan kejadian itu benar-benar membuatnya trauma karena hampir saja merenggut nyawanya. Untungnya Tuan Rayyan dulu melihat dan menolongnya, hingga Nona Cyara bisa selamat," beritahu Bibi menatap sendu Cyara dengan pandangan menerawang jauh.


Vier terdiam, apa yang Bibi katakan sama seperti yang pria tadi di pesta katakan.


"Apa dia Rayyan?" Gumam Vier pelan.


"Anda mengatakan sesuatu?" Tanya Bibi yang seperti mendengar gumaman.


"Oh tidak," sangkal Vier.


"Hmm sebaiknya Tuan juga mengganti pakaian Anda, di lemari sebelah sana, Anda bisa memakai pakaian itu," kata Bibi menunjuk ke sebuah lemari di pojok di kamar Cyara.


"Baiklah aku ganti dulu Bi," kata Vier menuju ke lemari yang Bibi maksud dan membukanya.


Vier terkejut saat membuka lemari dan semuanya berisi pakaian pria, tidak hanya itu, tapi segala perlengkapan pria dan diantaranya masih ada yang baru.


Vier mengambil satu set atasan dan bawahan untuk dia pakai. Kemudian berjalan menuju kamar mandi menggantinya disana.


Setelah berganti, Vier pun keluar dan Bibi sudah tidak ada di sana, saat Vier akan mendekat ke arah Cyara, Bibi datang membawa baskom dan handuk kecil.


"Non Cyara demam, Bibi akan mengompresnya," beritahu Bibi melihat wajah bingung Vier.


"Biar aku saja Bi, yang melakukannya," kata Vier mengambil baskom dan handuk kecil dari tangan Bibi.


"Oh ya Bi, lemari itu…apa itu semua barang milik mantan suami Cyara?" Tanya Vier.


Bibi  yang mendengar pertanyaan Vier yang tadinya menatap Cyara kini berganti menatap Vier seperti hendak mengatakan sesuatu.