
" apa ken ada di rumah ?" Alih - alih menjawab pertanyaan frans, bryan malah balik bertanya.
" dia ada di kamar, bukan nya kamu juga tahu jika semenjak pulang dari tempat Lusi dan jhonson di tahan ia selalu mengurung diri di kamar, bahkan ia makan di kamar juga, " keluh viona. wanita dewasa itu tentu merasa khawatir dengan sang anak. kekesalannya sudah memudar seiring rasa bersalah ken yang selalu ken perlihatkan,
bryan mengangguk paham. tentu ia juga sangat tahu. karena ia juga selalu membujuk ken untuk keluar namun hanya di anggap angin lalu oleh si empu nya.
yang ken lakukan di dalam kamar hanya terus merenung, melamun, dan memutar mini proyektor pemberian myra.
" aku akan mengiriminya pesan agar ia mau kesini, " kata frans,
📩 my second's boys
...Nak, datanglah keruangan kerja daddy. abangmu ingin menyampaikan sebuah berita penting. kemungkinan mengenai myra....
Pesan sudah terkirim. Kenapa frans memilih untuk mengirim pesan alih - alih menelepon atau menyuruh pelayan untuk memanggilkan ken ? Karena ken hampir tidak mengindahkan panggilan telepon dari siapa saja, dan tidak akan mau membuka pitu kamar nya kecuali untuk makan.
Ken benar - benar menutup diri nya dari dunia luar. Ia hanya termenung dan melamun di kamarnya.
Tapi frans yakin jika sudah menggunakan nama myra, ken akan dengan cepat merespon pesan nya ini.
CEKLEK.
Benar bukan perkiraan frans? Tidak sampai 10 menit ken sudah sampai. Nafas nya ngos ngosan nampak sekali jika ia berlari untuk mencapai ruangan kerja sang ayah karena letak nya ada di lantai 1 dekat dengan kamar ke dua orang tua nya.
Mata viona berembun saat melihat penampilan ken yang jauh dari kata rapi. Mata nya nampak lingkaran panda di bawah sana membuktikan jika ken tidak istirahat dengan benar selama beberapa hari ini. Rambut yang biasa tersisir dan tertata rapi pun suda tidak ada. Baju yang biasa nya juga rapi kini nampak acak - acak an.
Viona bangkit dan menghambur ke pelukan ken. Ken yang nampak bersalah, segera memeluk balik viona.
" maafkan ken, mom " selalu, selalu kata maaf yang ken katakan saat bersama viona. Nampak sangat penyesalan di mata ken.
Viona hanya mampu mengangguk dan mengelus punggung sang anak. Ia nampak prihatin dengan keadaan ken. Badan yang dulu nya atletis semakin kurus saat ini. Ken bukan hanya melewatkan istirahat yang berkualitas, nafsu makan nya juga berkurang saat ini.
Frans dan bryan hanya bisa menghembuskan nafas kasar. Mereka hanya berdoa jika ken akan segera bangkit dari rasa menyesalnya.
Bukan, bukan maksud hati frans dan bryan untuk melupakan kesalahan nya. Tapi mereka berharap ken bangkit dan membenahi diri nya menjadi sosok yang lebih baik jika ingin bertemu dengan myra lagi.
" duduk lah nak, bryan akan segera membicarakan hal yang serius, " ucap frans, ken mengangguk dan mulai beranjak untuk duduk di samping bryan dan di ikuti oleh viona,
Kini semua orang sudah berkumpul. Bryan mengambil ponsel nya dan mengotak atik ponsel nya.
TRING
terdengar notifikasi di ponsel semua orang. Mereka bertiga refleks membuka nya karena yakin jika pesan itu bryan yang mengirimkannya.
Benar saja, saat ini semua membuka grup keluarga. Bryan sengaja mengirim pesan ke ruang chat grup keluarga agar semua bisa langsung melihatnya bersamaan
Bryan menghela nafas dan mulai untuk menjelaskan.
" itu gambar tangkapan layar ku tadi. Kemungkinan itu adalah jadwal keberangkatan myra besok hari, " jelas bryan
JEDEEERR
DEG
Jantung ken berdenyut cepat saat mendengar kata ' keberangkatan ' ken segera membaca detail yang ada di gambar. Memang tertera jam keberangkatan sebuah pesawat di sana. Tetapi tidak mencantumkan ke negara mana dan nama dari pesawat yang akan membawa nya.
" ke .. Kemana ?" tanya ken gagap. Viona dan frans juga reflek menoleh ke arah bryn untuk mendengarkan jawaban dari putra sulungnya.
" entah, tidak ada kejelasan kemana tujuan nya. Aku hanya menerima gambar itu saja" jelas bryan.
Sebenarnya itu bukan gambar kiriman. Tetapi aku sengaja mengambil tangkapan layar saat aku membaca info ini, "
Bryan menatap ekspresi rumit di setiap orang yang berada di ruangan. Tampak dengan jelas jika daddy, mommy serta adik nya masih kebingungan dengan berita ini. Bryan menghela nafas sejenak dan menyiapkan kata - kata untuk memperjelas berita ini.
" tadi, saat bryan tengah memeriksa pekerjaan perusahaan. Tiba - tiba alarm yang bryan setel untuk informasi mengenai myra berbunyi. Lalu tiba - tiba ada email yang berada di kotak masuk. Aku membuka nya, saat mulai membaca sedikit demi sedikit, ternyata email itu berisi tentang myra. Myra di sembunyikan di rumah sakit kondou inc, "
' kondou grup lagi ? Kenapa kamu selalu berhubungan dengan perusahaan itu, myr? Siapa yang menyembunyikan kamu di sana ?' batin ken.
Frans pun juga kaget saat mendengar jika ternyata myra berhubungan dengan perusahaan IT terbesar dan berada di tempat yang cukup dekat dengan mereka tapi tidak bisa mereka tembus sedikit pun. Sedangkan viona masih tetap menyimak ucapan bryan. Fokusnya hanya kepada myra saja.
" bagaimana jika itu hanya jebakan ?" sanggah frans khawatir. Pasalnya sudah hampir seminggu mereka mencari myra tetapi tidak membuahkan hasil. Dan tiba - tiba sekarang merea mendapat info secara cuma - cuma.
" awalnya aku berpikir seperti itu dad, aku pikir ini hanyalah orang yang iseng mengirimkan jebakan. Tapi setelah aku scroll ke bawah lagi. Ada link yang saat aku buka langsung mengarahkan ke CCTV tempat myra di rawat. Di sana tampak myra sedang berbaring di ranjang dan di samping nya ada teman - teman nya. " jelas bryan.
Ken menahan nafas nya saat ia mendengar bryan bahkan melihat myra meski hanya dari CCTV.
" bang, abang menyimpan rekaman itu kan ?" harap ken dengan sangat. Bryn mengangguk. Ia meraih ponsel yang berada di atas meja dan mulai mengotak atik nya lagi.
TRING
Terdengar pesan di grup keluarga. Bryan sengaja mengirim rekaman itu di grup chat keluarga agar sang mommy yang sangat nampak ingin melihat myra bisa mengaksesnya.
Benar saja, saat setelah bunyi pesan terdengar, buru - buru viona meraih ponsel di atas meja dan segera membuka nya. Mata nya nampak berkaca - kaca melihat anak dari sahabat yang sudah ia anggap sebagai anak nya sendiri nampak terbaring di ranjang ruma sakit. Terlihat perban yang melilit kepala, lengan nya dan juga kaki nya. Meski pun raut muka nya nampak cerah karena keberadaan teman - teman nya, namun tetap saja viona merasa sedih.
Tak kalah dari sang mommy, ken jug langsung membuka ponselnya. Mata nya langsung berembun saat melihat senyuman yra yan nampak merekah di dalam rekaman itu.
' hei, nampak nya kamu senang sampai - sampai kamu tersenyum begitu lebar , '