LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
S2_Bab 11



" ngapain lo tany ...... "


' ****, ada bang ken sama bang bryan ' batin fahmi tanpa menyelesaikan perkataan nya membuat darren bingung.


Fahmi nampak memindai sekitar. Bryan dan ken memang nampak sedang turun dari mobil dan akan segera masuk. Fahmi memutar otak nya dengan cepat.


" mbak, kami akan langsung menuju ke VIP no 2 saja tidak apa kan ? Kakak saya baru saja landing dan masih jetlag, " kata fahmi ke nona petugas resepsionis.


" oh, tidak apa - apa tuan, kalian bisa pergi terlebih dahulu, saya akan menelepon bagian di sana untuk konfirmasi , " sahut petugas nya.


' ****, kenapa tidak sedari tadi saja, ' gondok fahmi namun tetap tidak bisa marah kepada nona petugas karena prosedurnya memang harus di antar oleh pelayan dari lobby.


Fahmi segera beranjak menghampiri gerombolan myra. Ia lebih memepet melvin dan gery yang tengah berbincang mengenai perkembangan perusahaan.


" pssstt, bang, " bisik fahmi pelan. Mata nya masih saja menoleh ke arah rose dan myra yang sedang memilih - milih barang belanjaan di sebuah platform aplikasi belanja.


" kenapa ?" tanya gery tak kalah berbisik. Melvin pun ikut mendekat karena ia tahu jika fahmi pasti akan mengatakan sesuatu yang penting jika sudah berbisik seperti ini.


" ada bang ken sam bang bryan arah pintu luar. Seperti nya mereka akan masuk ke sini juga, " kata fahmi cepat. Gery terjengit tapi segera sigap.


Ia segera meng kode calon istri nya untuk segera mendekat dan kebetulan roe juga sudah curiga saat melihat fahmi yang mendekat dan malah berbisik - bisik dengan gery dan melvin.


" kenapa yank ?" tanya rose yang memilih mendekat saat perhatian myra masih tertuju dengan pilihan beberapa pernak - pernik lucu di aplikasi belanja nya.


" kamu duluan ke VIP beb, ajak myra dan jug darren. urgent sayang, ada ken. " kata gery. Rose langsung sigap untuk kembali ke tempat myra duduk. Di sana sudah berdiri darren tepat di hadapan myra sehingga ia bisa menghalangi pandangan myra untuk sementara meskipun kini myra juga sedang fokus dengan layar handphone nya.


Darren tadi sempat bingung karena tiba - tiba Fahmi bersikap aneh. Ia lalu mengarahkan pandangan nya ke tepat fahmi memandang dan menemukan kedatangan ken dan bryan.


Darren tentu saja mengetahui siapa mereka. Apalagi ken yang menjadi target penjagaan fahmi. Ia memang seringkali ikut fahmi jika ia memantau pergerakan ken dan dia sempat di jelaskan siapa ken secara singkat.


" myr, ayo kita duluan ke ruangan vip nya. Kita bisa pilih - pilih menu dulu. Biarkan fahmi, gery dan juga kak melvin di sini untuk menyelesaikan pembayaran." ajak myra.


" iya benar kak, aku dengar di sini menyediakan makanan penutup berupa jajanan pasar juga loh, " rayu darren yang nampak kompak bekerja sama dengan rose.


Myra tidak merasa curiga dan malah antusias saat darren bilang jika ada menu jajanan pasar yang menjadi salah satu kesukaan nya.


Mereka bertiga langsung beranjak dan berjalan agak cepat. Rose dan darren jalan cepat karena untuk segera menyingkir dan menghindar dari ken dan bryan. Sedangkan myra karena sudah tidak sabar untuk melihat menu - menu di cafe yang cukup nyentrik ini.


Gery dan melvin menghela nafas lega. Sedangkan Fahmi kembali ke meja resepsionis untuk mengurusi pembayaran booking tempat na.


Tak sampai 5 menit. Ken dan juga bryan akhirnya juga sampai di meja resepsionis. Sedangkan fahmi terlihat acuh saja.


" fahmi ? Kamu fahmi kan ?" meskipun ken tidak lagi bertemu dengan fahmi semenjak 6 tahun lalu di bandara, ia masih memiliki sedikit kenangan dengan wajah fahmi. Tentu saja ia sangat hapal dengan fahmi walau hanya beberapa kali lihat, karena fahmi adalah orang yang paling menentang diri nya untuk bertemu dengan myra. Tapi ken tidak pernah menyimpan dendam kepada fahmi. Karena ia paham sikap fahmi sepeti itu karena ia sayang myra.


" oh, hai bang ken, bang bryan. " sapa fahmi acuh.


" lo kenal gue ?" tanya bryan penasaran.


" siapa yang tidak kenal dengan anda pak bryan pamungkas alexander. Orang nomor 2 di ALEXANDER Group , " bukan. Bukan fahmi yang menjawab. Melainkan melvin yang berjalan menghampiri fahmi di ikuti oleh gery yang berjalan dengan memasukkan kedua angan nya ke dalam saku celana.


DEG


' aroma ini ? Vanilla ? Aroma yang sama dengan my ... Ra ?' batin ken.


Sebenarnya begitu mendekat ke meja resepsionis tadi, samar - samar indera penciuman ken sudah menghirup aroma yang sangat familiar di hidung nya.


Tentu saja tercium. Karena fahmi tadi memeluk myra cukup lama dan aroma nya asih tertempel di baju fahmi.


Di tambah lagi melvin juga sempat memeluk myra, jadi ia juga tertempel aroma nya.


' gery ? Gery di sini ? Apa myra juga ada di sini ?' batin bryan yang pandangan mata nya tertuju kepada gery.


Ken nampak celingukan kali ini. Ia nampak memindai gery bahkan melongokkan pandangan nya jauh ke belakang gery. Berharap bisa menemukan sosok pemilik aroma ini. Meskipun ia harus menelan pil pahit karena nyata nya myra tidak ada di sana.


' apa aku terlalu merindukan mu, myr? ' ringis batin ken.


" oh pak melvin, anda di sini juga ? Ingin sarapan ?" tanya bryan yang langsung mengenali melvin.


Melvin memang sudah di kenal sebagai ketua tim divisi produksi dari KONDOU Inc. Apalagi kali ini ALEXANDER Group akan bekerja sama dengan pihak KONDOU. Sudah menjadi hal yang pasti jika bryan mengenal melvin.


" ah iya pak bryan, kami akan sarapan di sini, " sahut melvin ramah.


Ken menatap gery lama, begitu juga gery yang nampak memindai penampilan ken hari ini.


' pangeran mu tumbuh semakin tampan, myr. Tapi kamu jangan bertemu dengan nya terlebih dahulu, ' batin gery tersenyum.


" hai, ger. Lama tidak bertemu. Bagaimana kabar mu " sapa ken lembut.


"hai, baik. Keadaan ku baik tentu saja, " balas gery tak kalah rama.


Memang sudah tidak ada rasa benci di hati gery untuk ken. Apalagi saat ia sempat memergoki myra yang masih menangisi ken. Membuktikan jika gadis alang itu tetap menyimpan ken di dalam hati nya.


" ku dengar lo akan menikah dengan rose akhir bulan ini ?" tanya ken ber basa - basi. Pasalnya undangan untuk nya bahkan sudah sampai meskipun waktu nya masih agak lama.


" ya, insya allah akir bulan ini, lo harus datang, " jawab gery dengan senyum.


Fahmi memutar mata nya jengah melihat gery nampak sangat ramah kepada ken. Berbeda dengan gery dan melvin. Fahmi masih saja menyimpan sedikit rasa kesal terhadap ken.


" lo baru pulang dari luar negeri ?"