
" myra, bagaimana dengan pernyataan ku kala itu? Apa jawaban mu ?" tanya michael setelah mereka berdua menyelesaikan makan siang.
Myra nampak tertegun sebentar sebelum ia mulai menyiapkan kata - kata untuk membalas michael.
Myra sangat paham ke arah mana pembicaraan ini akan berlangsung, dan myra akan menegaskan nya saat ini juga. Terlihat ia nampak menghela nafas nya kasar. Michael adalah pria yang baik dan tidak neko - neko. Meskipun budaya di sini berbeda dengan negara I, michael tetap menghormati myra sebagai gadis yang baik dan menjunjung nilai - nilai adat negara I.
" mike, " jawab myra. Sejenak myra nampak ragu - ragu untuk berbicara karena taku akan menyinggung michael.
" maaf, "
Hanya dengan satu patah kata itu, mike tersenyum kecut. Ia tahu ia telah di tolak lagi. Tapi michael tetap tersenyum lembut ke arah myra
" apa karena perbedaan keyakinan i antara kita ? Jika iya, aku akan mengikuti mu, " ucap michael sungguh - sungguh.
Myra nampak terkejut dengan ucapan michael. Ia tentu tahu bagaimana perasaan michael terhadap nya. Tetapi ia sama sekali tidak menyangka jika michael akan dengan sukarela berganti keyakinan hanya untuk bersama nya.
Seketika rasa bersalah menyeruak di hati myra. Begitu baik lelaki di hadapan nya. Myra tentu sudah menyelidiki latar belakang michael hingga ke keluarga besar nya. Bahkan gery kala di tanya bagaimana jika di mintai pendapat tentang michael, akan berucap jika ia pasti setuju jika myra bersama dengan michael.
" bukan, bukan karena itu mike, " lak myra cepat. Ia semakin tidak berdaya melihat muka melas yang di pancarkan michael meski terbingkai senyuman di bibir nya.
" lalu ?"
" ada seseorang di hati ku, mike" aku myra akhirnya. Myra tahu karakter michael adalah sama dengan nya. Ia akan terus berusaha memperjuangkan apa yang di inginkan dan akan berhenti sendiri jika ada alasan yang kuat hingga target nya selalu menghindar. Bukan kah nanti nya akan sama dengan dirinya di masa lalu ?
Diam - diam myra tersenyum kecut saat memikirkan perjuangan nya dahulu. PErjuangan yang berakhir dengan kejadian naas. Myra sampai harus terbaring di rumah sakit negara S selama hampir sebulan untuk memulihkan kondisi kaki dan lengan nya yang retak.
" siapa ? Apa dia berada di negara ini ?" tanya michael dengan tidak sabar. Terdengar suara nya yan nampak kecewa. Myra hanya menggeleng tanpa ingin menyebutkan identitas orang tersebut.
" apa dia berasal dari negara kelahiran mu ?" tanya michael lagi. Kali ini myra mengangguk tak enak hati.
Michael menunduk lesu. Ia sangat tahu jika cinta yang di paksa adalah hal yang sangat menyakitkan. Entah untuk diri nya sendiri atau untuk gadis cantik di hadapan nya ini.
" jadi, dia juga yang menjadikan alasan bagi u untuk pindah ke sini selama hampir 7 tahun ini ? " tandas michael. myra terdiam tapi juga tidak mengelak.
Kembal michael tersenyum kecut. Ia benar - benar kalah. Mungkin jika orang tersebut sudah berbeda alam, ia akan bisa memperjuangkan myra. Tetapi jika ia masih ada dan sehat serta masih bertahta di hati myra, maka ia bisa apa selain mengalah dan mendoakan kebahagiaan gadis hebat pujaan nya itu ?.
" haaaa, seperti nya aku akan kalah setelah berjuang, " keluh michael dengan nada bercanda. Myr tersenyum masam ke arah michael.
" maafkan aku mike, " kata myra tak enak hati. Michael nampak menoleh menatap mata gadis pujaan nya itu dan tersenyum dengan lembut.
" tidak apa - apa, ini bukan lah salah mu, perasaan sama sekali tidak bisa di paksakan bukan?" jawab michael sembari tersenyum. Sama sekali tidak ada jejak permusuhan ataupun dendam di mata michael.
' ya, kamu benar mike, perasaan sama sekali tidak bisa di paksa. Tetapi bagaimana cara nya untukku menghapus cinta bertepuk sebelah tangan ini ?' batin myra sendu.
" tapi bisakah aku tetap menjadi teman mu ?" lanjut michael.
" ya, tentu saja. Kita akan tetap berteman dengan akrab seperti biasa, " sambut myra berbinar.
' bagaimana aku bisa melupakan perasaanku pada gadis sehebat dan se imut dirimu,myr ? Betapa beruntung nya pria yang berada di hati mu ini, ' batin michael yang tertegun saat melihat senyum manis di bibir myra.
" michael, aku ingin mengatakan sesuatu, " kata myra tiba - tiba menyadarkan michael dari lamunan nya.
" ya ? Kamu ingin mengatakan apa ?" tanya michael dengan gugup. Entah kenapa ia merasa jika myra an mengatakan sesuatu hal yang kurang menyenangkan untuk nya.
" hari ini mungkin hari terakhir kita berjumpa. Aku akan berkunjung ke negara kelahiran ku dan akan mengerjakan sebuah proyek di sana, " kata myra sekaligus berpamitan.
DEG
' benarkan, kenapa perasaan tidak enak ku tadi malah menjadi kenyataan ?' batin Michael.
" apa kamu tidak akan kembali ke sini lagi ?" tanya michael berusaha untuk tenang.
" entah lah, aku juga tidak tahu nanti nya, "
" kamu juga tahu kan jika di sini hanya lah kantor cabang saja. Dan pusat nya berada di negara kelahiranku, " jawab myra. Ia juga tengah bingung dengan keputusan nya.
Satu sisi ia jelas merasa bingung apakah ia harus pulang dan menetap kembali di sana, tetapi di sisi lain ia sangat merindukan kehidupan negara I.
" bolehkah aku berkunjung suatu hari nanti ?" ijin michael. Tentu ia tidak bisa menghalangi semua keputusan yang akan di ambil oleh myra. Tetapi jika hanya berkunjung, ia tentu nya masih di ijinkan bukan ? Apalagi myra masih menyetujui jika mereka masih berteman.
" tentu, tentu saja kamu boleh berkunjung kapan pun. Aku akan menyambut kedatangan mu kapan saja, " kata myr antusias. Michael tentu saja merasa gembira.
Tidak apa - apa jika dirinya di tolak lagi, asalkan ia masih bisa berteman dan bertemu dengan myra.
Kedua nya kemudian melanjutkan obrolan dengan membahas hal - hal random. Michael nampak sangat ingin menghabiskan waktu nya bersama dengan myra yang esok hari sudah akan berangkat menuju negara kelahiran nya.
Myra pun juga nampak bersemangat saat sedang berbincang dengan michael. Di luar michael yang menyimpan perasaan kepada myra, sesungguhnya myra sangat cocok jika berbincang dengan michael ang nampak sepemikiran dengan nya. Kedua nya adalah orang yang kritis dan juga realistis. Myra suka bertukar pikiran dengan michael mengenai keadaan perusahaan, meskipun perusahaan nya dan michael tidak memiliki keterkaitan berarti. Myra sedikit banyak membantu perusahaan michael dengan menanamkan sistem untuk keamanan data - data nya dan juga myra seringkali memberikan beberapa gagasan yang menyegarkan ide - ide yang ada.
Itu sebabnya michael sangat memuja sosok myra selai ia yang memang memiliki paras yang cantik.
Tak terasa, mereka berbincang hingga pukul 3 sore waktu setempat. Myra yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya tidak merasa khawatir begitu pula dengan michael. Ia malah sengaja mengosongkan jadwalnya setelah jam makan siang untuk bertemu dengan myra.
Tapi, akhirnya myra pamit dengan alasan ingin menyiapkan kebutuhan nya untuk pulang kampung besok.
Kedua nya lantas berpisah meskipun michael sempat ingin mengantarkan myra yang langsung di tolak secara halus oleh myra.
💨💨💨