
" ' rumah pintar ' memungkinkan menerima perintah yang mencakup pekerjaan rumah, keamanan rumah menggunakan program. Kami di kendalikan dengan gelombang suara yang sudah di aplikasi kan dan sudah di gabungkan di sistem kami,"
" lalu, siapa yang membuat mu ?"
" ijin menjawab prince, maaf. Database kami di beri halangan untuk memberi tahu anda siapa pencipta kami"
" haaah, lalu kenapa aku bisa mengakses kalian ?"
" ijin menjawab prince, tuan kami sudah mengintegrasikan gelombang suara anda di database kami sehingga kami mengenali suara anda berikut dengan password yang anda ucapkan, "
' haaaa, sebenar nya siapa pencipta rumah pintar di rumah myra ini, ' keluh ken dalam hati.
' tunggu ,, rumah pintar ? sistem ? '
' bukan kah konsep ini sama dengan konsep proyek yang akan aku kerjakan besok dengan KONDOU Inc ?'
' apa jangan - jangan ini ada hubungan nya dengan KONDOOU ?'
' tunggu sebentar, jika aku ingat - ingat. Sedari dulu antara myra dan KONDOU pasti selalu terkait. Robot proyektor dan juga gantungan kunci yang di berikan kepadaku saat itu juga ada logo KONDOU Inc meskipun sangat kecil dan tersembunyi '
' hah myra, di mana kamu? Aku sangat merindukan mu. Pulanglah .. '
" baiklah, terima kasih, "
" sama - sama prince, "
Tanpa mengucapkan apapun lagi, ken meninggalkan ruang tamu dan keluar dari rumah myra.
Ia melihat sejenak ke arah mansion utama milik keluarga nya yang berdiri dengan gagah di depan rumah myra.
Ken nampak menimbang - nimbang sesuatu, ia akhirnya memutuskan untuk singgah mengunjungi sang mommy yang selalu merengek, meminta nya untuk pulang ke rumah.
Tanpa ken sadari, setelah ia keluar meninggalkan ruang tamu dan mengunci pintu rumah myra. RANIA di nonaktifkan oleg fahmi dari jarak jauh.
💨💨💨
TING TONG
TING TONG
" Ya sebentar .. "
Terdengar jawaban dari arah pintu mansion, ken bisa mendengar langkah kaki yang mendekat ke arah gawang pintu megah mansion.
CEKLEK
" assalamualaikum, mom " sapa ken ke arah viona yang masih nampak tertegun melihat siapa yang berada di balik pintu mansion nya.
" wa .. Waalaikumsalam, ya allah ken, ini kamu nak ?" pekik viona terharu. Air mata rindu nya mengalir deras seketika.
Putra semata wayang nya ini, yang selalu ia rindukan karena memutuskan untuk tinggal terpisah dari nya dan sang suami sangat jarang datang untuk berkunjung menengoknya.
Masih beruntung, anak angkat sulung nya, bryan mau tinggal bersama nya. Meskipun juga terkadang bryan juga akan ikut tinggal di apartemen dengan ken, setidak nya bryan masih sering mengunjungi nya.
" masuk nak, ayo masuk. Mommy sangat rindu kamu. Daddy juga sedang di rumah saat ini, " ajak viona nampak begitu semangat.
Ken namak tersenyum kecut melihat penampakan sang mommy nya. Badan nya nampak terlihat lebih kurus daripada 6 tahun yang lalu. Efek kepergian myra ternyata bukan hanya ia sendiri yang merasakan nya. Lalu di tambah ia yang memilih pergi untuk tinggal sendiri juga ikut andil menjadikan viona beban pikir nya.
Tapi ken juga tidak bisa berbuat apapun. Bayangan mya yang selalu menangis akibat tamparan nya selalu membayangi nya semenjak kejadian myra pergi. Penyesalan demi penyesalan selalu menghantui perasaan ken hingga ia kadang lepas kendali.
hingga akhirnya ken memutuskan untuk menenangkan diri nya. Mulai memperbaiki tujuan hidupnya. Melecut semangat belajar dengan harapan ia segera menyelesaikan pendidikan nya, memimpin perusahaan, memiliki koneksi dan kekuasaan untuk menemukan myra meskipun hal itu hanya berakhir sia - sia kaena myra begitu lihai dalam menyembunyikan diri nya.
Hingga akhirnya sampai waktu 6 tahun ini, ken terbiasa dengan kehidupan nya yang penuh dengan rasa sepi.
Sedikit nya ia merasa bersalah kepada sang mommy dan daddy nya. Apalagi saat itu viona sempat menentang keras ken yang meminta ijin untuk tinggal sendiri.
Tapi viona akhirnya luluh karena tidak tega saat melihat ken yang nampak tersiksa hanya engan melihat rumah di depan mansion utama mereka.
Hingga akhirnya dengan banyaknya syarat, akhirnya viona memberi ijin untuk ken tinggal sendiri di apartemen pribadi nya.
Viona nampak antusias dengan kepulangan ken kali ini. Pasal nya jika tidak ia yang merengek bahkan menghampiri ken ke apartemen nya, ken akan sangat jarang untuk menemuinya. Dan hari ini, tiba - tiba putra kecil nya datang menemui nya dengan inisiatifnya sendiri.
" bagaimana kabar mommy ?" tanya ken dengan senyum lembut di bibir nya. Senyum yang hanya ia tampakkan untuk mommy, daddy, dan abang nya. Dan tentu saja untuk sang pujaan hati, pengisi relung hati nya, almyra.
" mommy merasa semakin baik begitu melihatmu ke sni, " jawab viona riang. Ken kembali tersenyum lebar. Ia memeluk viona erat. Air mata nya mengalir tiba - tiba.
Viona tentu saja kebingungan melihat kelakuan sang bungsu. Tapi tak ayal ia menepuk nepuk punggung putra nya ini.
" semua akan baik - baik saja nak " lirih viona. Agak nya ia tahu apa yang menjadi penyebab putra nya bersikap mellow seperti ini.
" mom, aku sangat merindukan nya, bisakah ia memaafkan kesalahanku mom ? Lirih ken.
" apa myra belum cukup menghukum ku, mom? Kenapa ia tidak pulang ke sini, ke sisi ken ?" tangis ken semakin menjadi. Bak anak kecil yang sedang meminta mainan kepada sang ibu.
" sabar sayang, mommy yakin myra akan kembali, " jawab viona dengan air mata yang sudah turun membasahi pipi nya. Hati nya sedih melihat sang putra yang nampak masih tersiksa dengan penyesalan nya.
Ken melepas pelukan sang mommy. Dengan air mata yang masih menetes, ken mulai tenang.
" hari ini aku dan abang pergi ke sebuah cafe untuk sarapan mom, " cerita ken. Viona nampak mendengar setiap ucapan ken dengan seksama. ia dengan sabar nampak mengelus bahu sang putra dengan kasih sayang.
" lalu saat masuk ke bagian resepsionis, ken mencium aroma nya, mom. Ken mencium aroma tubuh yang ken sangat hapal itu siapa, "
" tapi ken tidak menemukan nya di mana pun ken menolehkan kepala ken, " ken kembali mendekap viona.
Selalu, selalu ken akan nampak sangat rapuh saat kembali ke mansion utama. Hal ini juga lah yang membuat ken untuk tidak sering berkunjung ke rumah utama.
kesedihan yang di tahan nya seketika akan runtuh begitu saja di sana.
" lalu ken bertemu dengan sahabat nya mom, sahabat pria nya yang dulu juga ikut mengantar nya di bandara, bahkan ken bertemu juga pria kecil yang nampak garang itu. Mereka datang bersama dengan petinggi perusahaan KONDOU Inc yang ken akan menjalin kerjasama, "
" tapi ken tidak melihat nya bersama dengan mereka, "