
" KAKAK KALAU NGGAK BANGUN, FAHMI BAKAL BUNUH KEN BRENGS*K ITU "
" FAHMI !! " Teriak ketiga nya. Mereka hanya cemas kata - kata fahmi akan mempengaruhi myra.
" ka .. Kamu be.. Ra..ni .... "
DEG
Dada mereka berempat seolah terhenti sejenak mendengar suara yang sangat familiar. Suara yang mereka tunggu - tunggu meski terdengar sangat lemah dan nampak terbata - bata.
Fahmi yang lebih dahulu tersadar. Ia langsung menengok ke arah myra yang sedang mengerjabkan mata nya menyesuaikan pandangan mata nya dar cahaya yang masuk k penglihatan nya.
" ka .. Kak, kakak benar sudah sadar ?" tanya fahmi sambil meneteskan Air mata. Tangan nya menggenggam erat jari myra yang nampak kurus.
" mi, panggil dokter, " teriak rose yang juga sadar. Seketika fahmi menekan tombol di dekat ranjang myra.
Rose, melvin dan gery langsung mendekat ke myra. Wajah - wajah tegang namun tersirat kelegaan dan kegembiraan nampak menyelimuti mereka.
" kenapa kalian ? Kaya lihat hantu aja, " canda myra yang mulai berbicara normal.
Rasa nya gery dan yang lain ingin sekali menjitak kepala myra. Bisa - bisa nya masih bercanda di saat seperti ini.
Segerombol tim medis yang di pimpin oleh will datang. Ke empat nya langsung menyingkir dan memberi ruang tim dokter untuk melakukan pemeriksaan terhadap myra.
" alhamdulillah, nona bagaimana perasaan mu ?" tanya dokter will setelah melakukan serangkaian pemeriksaan. myra tersenyum.
" aku oke dokter, terima kasih." jawab myra. Tidak terlihat seperti orang yang bangun dari koma 3 hari. Malah seperti orang yang baru bangun tidur di pagi hari.
Setelah melakukan pemeriksaan, dokter will dan tim segera pamit untuk keluar. Kondisi myra membaik hanya tinggal pemulihan tulang - tulang yang retak.
" kenapa ? Kok malah diam ?" tanya myra sambil terkekeh melihat teman - teman nya yang hanya memandangi nya dan terdiam.
" lo, oke kan ? " tanya melvin memecah keheningan ke empatnya.
" hmmm, yaaa hanya sedikit nyeri dan juga pegal - pegal, kelamaan tidur seperti nya, " seloroh myra.
" kak myr, " cicit fahmi takut - takut. Myra menoleh ke arah fahmi. Ia tersenyum kecil saat melihat tampang fahmi yang ketakutan.
" apa berandal kecil ! Mau macam - macam kamu, heh ?" delik myra tapi dalam hatinya ingin tertawa. Fahmi mendekat dengan takut - takut. Ia bahkan menundukkan kepalanya.
" ha ha ha, aduh aduh ,, ssstttt " tawa myra yang berujung meringis kesakitan karena tak sengaja lengan nya yang luka tersenggol.
Segera empat orang itu segera merangsek maju melihat myra yang kesakitan.
" mana yang sakit bos, "
" pelan - pelan dong makanya, "
" kakak jangan bikin orang takut dong, "
" hadeh, dasar, mau sakit atau pun sehat tetep aja kayak reog, "
"pfffttt ,, hi hi hi, duh nggak kuat aku, kalian lucu banget, " tawa myra lagi. Keempatnya menghembuskan nafas kasar. kesal tapi juga lega melihat myra yang tidak terpengaruh dengan rasa sakitnya.
" kakak nggak boleh terluka lagi, " celetuk fahmi sendu. Myra meraih kepala Fahmi dan mengelus nya sayang.
" kamu pasti ketakutan ya, " ujar myra yang di angguki oleh fahmi.
Mata myra bergantian menatap gery yang nampak hanya diam. Ia melihat mata gery yang berkaca - kaca. Tak hanya gery, rose dan bahkan melvin pun juga begitu.
' benar kata mami, banyak yang sayang sama aku, ' batin myra.
" hai rose, lo nggak kangen gue ?" tanya myra sambil merentangkan tangan nya tanda ia ingin di peluk. Rose terisak dan segera menghamburkan diri nya ke dalam pelukan myra. Myra terkekeh dalam diam dan menepuk - nepuk punggung rose.
" hu hu hiks, lo nggak boleh kayak gitu lagi, lo nggak boleh korbanin nyawa lo demi si brengs*ek itu lagi, " kata rose di sela - sela tangisan nya. Hati myra mencelos saat teringat apa yang sudah terjadi. Seketika itu pula ia teringat dengan pria yang di cintai nya.
Myra tersenyum dan mengangguk dalam pelukan sahabat nya ini. Bagi nya, apa yang ia lakukan karena memang cinta nya terhadap ken. Dan menurutnya itu merupakan hal yang wajar.
" nggak apa - apa, maafin gue udah bikin kalian semua khawatir dan sedih. Sekarang gue sudah menyerah. " kata myra. Rose melepaskan diri dari pelukan myra. ia menatap lekat pemilik mata beriris sedikit hitam keabuan itu. Terpancar rasa kesedihan dalam tatapan mata nya.
' myr, kenapa lo haru menjalani kehidupan yang begitu rumit? Gue janji, gue bakal ada di samping lo, apapun keadaan nya, ' batin rose. Ia lantas memeluk myra lagi bahkan lebih erat.
" hugh hugh, woi, gu .. Gue nggak bisa nafas nih, " kata myra terbata - bata. Rose segera melepaskan pelukan nya dan meringis sambil menunjukkan dua jari pertanda ' peace '.
Gery dan melvin hanya menggelengkan kepala melihat tingkah absurd para gadis itu. Sedangkan fahmi sudah pamit sedari tadi karena menerima panggilan dari kepala bagian keamanan dan juga frederick untuk membahas keamanan keberangkatan myra. Sekaligus fahmi ingin mengabari frederick mengenai myra yang sudah siuman dari koma nya.
" hai kak, " sapa myra tersenyum setelah rose menyingkir.
Melvin tersenyum dan maju menyambangi myra. Ia menjitak pelan kepala myra.
" aucch, ish sakit lah " aduh myra.
" mana sakit, orang plan, " meskipun berkata seperti itu, melvin tetap mengusap sayan bekas jitakan nya.
" jangan bikin kakak khawatir lagi myr, jangan bertindak di luar batas kesabaran kami, " kata melvin. Myra tersenyum dan mengangguk.
" maafin aku, " jawab myra.
Sekarang giliran gery yang mendekat. Myra tersenyum, tetapi gery hanya menatap datar myra dan tetap mendekat ke arah myra. Myra yang melihat gery menatapnya sedemikian rupa mendadak panik karena gery tidak pernah menatap nya demikian,
Gery menoleh ke arah rose dan berkata.
" sorry beb, hanya kali ini, " kata gery yang menoleh ke arah rose.
GREP
Tiba - tiba setelah berucap ke rose, gery memeluk myra erat. Begitu erat. Myra hanya terpaku kaget. Rose dan melvin pun juga ikutan kaget. Tetapi tak lama mereka tersenyum karena paham.
Bagaimana pun, orang yang merasa terpukul dan juga merasa sedih, menyesal akan kejadian myra adalah gery. Dia yang secara pribadi di beri amanat oleh Kenshin untuk menjaga dan mengawasi myra. Dia yang sudah dianggap sebagai anak dan otomatis myra adalah adik nya. Betapa hancur perasaan nya saat melihat myra tertabrak mobil tepat di depan mata nya. Bagaimana rasa penyesalan nya karena sudah membiarkan myra bertindak sejauh itu hanya untuk seorang pria yang ia rasa cukup brengs*k untuk adik kecil nya.
Betapa ia menyesal karena ia tidak mencegah dan menghalangi rencana myra. Ia yang lengah hingga myra bisa lepas dari pengawasan nya.
" lo hampir bikin gue mati, myr "