LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
Bab 48



" kamu kenapa sayang ? " tanya ken kepada lusi saat melihat lusi yang gemetar seakan tengah ketakutan.


DEG


Hati myra semakin mencelos saat mendengar nada lembut yang ken keluarkan. Ia semakin meremas tangan nya erat.


Gery yang melihat hanya menghela nafas kasar, ia menarik pelan tangan myra. Myra menoleh ke arah gery dengan tatapan terluka. Gery menggeleng.


" ayo, rose sudah menunggu, " tarik gery. Myra hanya diam dan menurut gery yang menarik tangan nya.


Ken melihat ke arah kepergian myra dan gery dengan emosi yang bercampur. Tangan satu nya terkepal erat. Entah apa yang ia rasakan.


Bukan nya tadi saat myra berada tepat di depan nya ia malah mengacuhkan nya ? Tidak membalas sapaan bahkan tidak menatap mata nya ? Lalu kenapa saat sekarang myra di bawa pergi oleh gery ia merasakan kekosongan ?.


" eh, enggak apa - apa kok kak, mungkin aku hanya kecapekan saja kali ya, " jawab lusi sambil memegang kepala nya.


" eh, kamu kenapa yank? Apa perlu ke rumah sakit ? " tanya ken panik. Seketika semua tentang myra hilang melihat lusi yang sedang akting sakit. Hei ken, sebenarnya mau hati mu itu apa ? Buntib cuma mau bilang jangan sampai nyesel jika suatu saat nanti orang yang kamu sayang tiba - tiba menghilang.


" eh, enggak usah kak, kakak kan mau ada rapat, udah nanti lusi istirahat di kontrakan aja, " tolak lusi.


' bisa gawat kalau sampai ken nggak jadi rapat dan malah mengikutiku, bisa gagal transaksi sore ini, ' batin lusi.


" benar nggak apa - apa ? " tanya ken sekali lagi.


" iya kak, kakak tenang aja ya, yang semangat atur strategi nya, " kata lusi meyakinkan ken.


" oke, makasih ya yank. Kamu juga istirahat ya, biar nggak tambah parah,"


" kalau begitu aku ke tempat rapat nya dulu ya yank, maaf nggak bisa antar kamu pulang, " pamit ken sambil berjalan menjauh dari tempat lusi berpijak.


Lusi tersenyum lega saat gery sudah pergi. Sekarang ia semakin yakin jika gery hanya sekedar lewat malam itu. Terbukti karena ia tidak bicara apapun mengenai malam itu kepada myra atau pun ken.


💨💨💨


Saat ini myra sudah berada di dalam mobil yang sama dengan rose dan gery. Ia memalingkan wajahnya memilih menatap jalanan di luar.


Rose yang duduk di sebelah gery melirik ke arah kekasihnya. Gery hanya mengkode rose supaya tidak membuka suara sampai nanti nya myra yang bicara sendiri.


" ger, bilang om ahmad, aku ingin data projek yang sudah jadi, " kata myra tiba - tiba tanpa menoleh ke arah gery.


Gery menelan saliva nya kelat. Nada bicara myra terkesan dingin dan angkuh. Ini bahaya, bahaya bagi kesehatan mental para tim anggota produksi jika myra sedang tidak fokus dan menyimpan beban di pikiran nya.


" ehm, myr, apa sebaiknya kita urus laporan yang lain dulu ?" tanya rose hati - hati. Ia tahu gery sedang berusaha menyelamatkan ti produksi dari pelampiasan kesedihan myra.


Myra menoleh ke arah rose dengan tatapan tajam. Rose nampak langsung menunduk takut. Myra menghembuskan nafas nya kasar. Ia mencoba menarik hembuskan nafas mencoba menstabilkan emosi nya.


Benar, hati nya saat ini sedang kalut. Marah, sedih kecewa dan sakit. Tapi ia tetap tidak bisa melampiaskan kepada pekerjaan nya.


" haaahh, ya sudah lah, kalau begitu aku ingin sendiri dulu malam ini, " pasrah myra.


" tapi myr, ap .. "


" maaf ger, aku sedang butuh waktu sendiri dulu. Maaf " myra memelas.


" baik, tapi janji kepada gue, setiap jam lo harus kasih kabar, setidaknya kepada rose. Dan jangan macam - macam !" peringat gery. Kali ini gery akan mengalah dan tidak akan ikut campur. Ia akan membiarkan myra untuk sendiri dahulu. Biarkan ia dan rose yang mengecek laporan perusahan hari ini.


" iya, " jawab myra singkat.


Tak berapa lama kemudian, mobil berhenti di depan rumah myra.


" nggak, aku nggak apa - apa, tenang aja. Ada rania juga kan, " jawab myra dengan senyum tipis. Rose ikut turun saat myra turun. Ia memeluk myra sesaat sebelum myra masuk ke dala rumah.


" kenapa rose, " tanya myra tersenyum. Ia sangat bersyukur ia di kelilingi oleh orang - orang yang sayang dan perhatian kepada nya. Meski orang yang ia cintai mengabaikan keberadaannya.


" yakin lo nggak mau gue temenin ? Gue bisa nginep di sini. Nanti bisa nelpon kepala asrama, " tanya rose. Ia tentu dengan senang hati akan menemani myra jika myra mau.


" nggak, nggak usah rose. Kamu tenang saja, aku nggak apa - apa kok, " jawab myra yang tetap kekeh untuk sendiri di rumah nya.


" baik lah, ingat, lo harus kasih kabar. Dan jangan lupa buat aktifkan rania, " peringat rose. Myra mengangguk.


rose masuk ke dalam mobil. Gery mengklakson dan mobil pun meluncur meninggalkan pekarangan rumah myra. Myra melambaikan tangan ke arah mobil kemudian ia pun masuk.


" sistem active " kata myra begitu ia memasuki rumah.


" welcome princess salsabila, please your password "


" salsabila ken .. Neddy lou " sempat terbata - bata, saat ia mengucapkan nama ken.


" password accept, can we help you miss ?"


" indonesian please, rania, "


" indonesian language has a change. One.. two.. three .. Selesai, "


" oke rania, bisakah aku meminta coklat hangat,"


" tentu nona, "


myra meneruskan langkahnya menuju ruang tengah. Ia mendudukkan bokong nya dan melempar asal tas nya ke arah sembarang tempat. Kepalanya menengadah ke atas. Menatap angit - langit rumah yang berubah bernuansa bintang - bintang malam. Mode yang akan berubah begitu ia mengubah rania ke mode aktif. Corak yang dulu di sukai oleh myra dan ken saat mereka masih kecil.


' myr myr , lihat, ada rasi bintang scorpio, '


' wah, iya benar. Terlihat jelas ya, '


' tentu saja, kita kan pakai teleskop, '


' hi hi hi, ken benar, hi hi hi myra lupa '


' dasar, ehm, myra suka bintang ?'


' suka, apalagi jika saat malam seperti ini, '


' waaah, sama dong. Ken juga suka bintang saat malam hari, karena mereka terlihat bertaburan banyak sekali, dan bisa terlihat jelas meski tanpa teleskop '


Myra terjengit kaget. Lamunnya buyar saat robot pelayan datang membawakan cangkir berisi coklat hangat dengan sepiring cemilan.


Ia segera menurunkan cangkir dan piring tersebut.


" thanks rania, " gumam myra.


" tentu nona," jawab rania. Robot pelayan undur diri kembali ke tempat nya lgi.


Myra nampak termenung kembali karena sepintas kenangan masa kecil nya dengan ken tiba - tiba melintas di pikiran nya.


" ken, apa sudah saat nya bagi ku untuk menyerah dengan perasaan ini ?"