LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
Bab 40



' psssstt, apa dia yang di maksud sebagai putri dari tuan besar ?'


' bisa kah kita percaya dia ?'


' hanya anak gadis kecil akan bisa apa, ?'


.


...****************...


" sudah ocehan - ocehan sampah kalian ? Apa aku harus tidur dulu untuk menunggu ocehan kalian berhenti ?" kata myra tiba - tiba.


HENING


tidak ada apa lagi suara bisikan - bisikan yang tadi terdengar ricuh sejak masuknya myra ke dalam ruang rapat.


Sebagian dari mereka tentu saja sangat terkejut dengan suara dingin dan tegas yang di keluarkan oleh myra. Mereka tidak akan mengira jika anak gadis yang masih terlihat belia itu akan berani berkata tajam kepada mereka yang notabene memiliki usia yang lebih tua dari nya.


" nah, begini kan baru tenang, " kata myra tersenyum polos. mereka semakin di buat terkejut dengan wajah polos tanpa rasa bersalah itu.


Myra lalu melihat - lihat kertas yang nampaknya merupakan project terbaru perusahaan. Nampak nya perusahaan akan membuat sebuah robot pelayan. Myra hanya tersenyum miring melihat beberapa formula yang ia deteksi akan menyebabkan eror jika di sinkronkan.


Staff prosuksi hanya menatap ke arah myra dengan tatapan meremehkan saat myra memeriksa kertas hasil diskusi formula baru. Mereka tidak mengeluarkan suara tetapi dalam pikiran mereka mencibir sikap sok tahu myra.


" hanya bikin seperti ini saja kalian memerlukan hampir waktu sebulan ? Apa hanya segini kemampuan murid didikan papi ?" cibir myra yang sedari tadi diam.


Seketika para staff divisi produksi menatap nyalang ke arah myra. Mereka bahkan mengepalkan tangan karena emosi.


" apa ? Kalian mau protes ? Ck ck ck. Om fred, sepertinya papi terlalu lembek dalam memperlakukan mereka ya, " sindir myra sambil melirik ke arah frederick.


Frederick menunduk karena malu dengan sindiran myra yang memang benar. Kenshin memang terkesan ramah dan lembut kepada para karyawan nya sehingga beberapa karyawan nya banyak yang menyepelekan pekerjaan hingg beberapa pesanan terkadang melebihi batas waktu deadline.


" hah, sudahlah. Gery, siapkan beberapa calon kerangka. Kita ksekusi langsung. Kamu siapkan erangka sederhana. Ingat yang sederhana. Sedangkan aku akan menyapkan program nya, " titah myra. Gery segera mengangguk dan beranjak dari tempat ya. Ia mulai memasuki ruang produksi dan segera menyiapkan peralatan untuk bahan kerangka robot.


Sedangkan myra masih berdiri di hadapan para anggota produksi yang malah menatap nya dengan raut kebingungan.


" kenapa ? bukan nya kalian harusnya membagi tim untuk mengikuti gery dan mengikuti ku untuk melihat ' bagaimana membuat projek ini ' " sindir myra.


Dengan linglung mereka semua segera membagi tim menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 segera membantu gery menyiapkan kerangka sederhana. Sedangkan satu kelompok lainnya mengerumuni myra yang sedang berkutat di meja komputer.


Mata mereka melotot kaget saat melihat deretan - deretan formula yang terus bermunculan seiring dengan ketikan tangan myra di keyboard. Bukn hanya tangan yang lihai dala mengetik hingga kecepatan yang tidak bisa di lihat saking cepatnya, tetapi juga melihat myra yang nampaknya sudah sangat terbiasa dengan formula -formula itu.


Dan lagi nampak sangat jelas jika myra tidak melihat script rumus formula yang telah di sediakan.


" no.. Nona, apa anda tidak membutuhkan rumus nya ?" tanya salah satu dari mereka. Myra menghentikan ketikannya dan melirik sekilas kepada si penanya. Lalu ia dengan tenang meneruskan ketikannya lagi. Kali ini dengan kecepatan yang rata - rata.


" untuk apa ?" tanya myra santai sambil terus mengetikkan beberapa bahasa coding.


" hanya untuk membuat robot pelayan kalian harus menggunakan rumus ? Tck " decih myra lagi. Ia memang sengaja terus menabur api di hati para staff produksi. Tujuan nya agar mereka emosi dan memiliki keinginan kuat untuk mengalahkan nya. Dengan begitu semangat berkembang akan muncul di hati mereka.


Para staff akhirnya bungkam. Namun dalam hati mereka mencibir dan menghina anak muda yang mereka kira kurang ajar ii. Tapi mereka jga penasaran dengan hasil yang akan myra tunjukkan.


tepat 1 jam, myra mulai menyelesaikan formula nya. Ia akan mulai mng sinkronkan saat kerangka sudah siap.


" woe ger, lama amat. " teriak myra. Para karyawan nya hanya melihat aksi sang nona muda.


" yasudah, aku tidur dulu, 1,5 jam harus sudah kelar, jika tidak aku akan membakar unit komputer mu yang ada di lab rumah " ancam myra menguap. Gery meneguk saliva nya kelat. Ia tentu tidak ingin jika komputerya melayang menjadi abu.


Dan benar saja, tak lama kemudian myra nampak tertidur. Gery menggelengkan kepala nya lagi saat melihat bos nya sudah tidur nyenyak. Bahkan di posisi setengah duduk itu.


Lagi - lagi tim produksi hanya melongo melihat kelakuan ajaib non muda nya.


" apa benar akan berhasil ? "


" bahkan hanya butuh waktu 1 jam membuat formula nya ?"


" lalu, bahasa coding tadi sangat mirip dengan milik tuan besar, "


" kita nantikan saja bagaimana hasilnya nanti, " pungkas seorang laki laki yang nampak lebih berwibawa di antara staff produksi. Seperti ny ia adalah ketua tim nya. Ia sedari tadi hanya banyak diam saat melihat myra memasuki ruangan dan mulai memprovokasi anak buah nya.


Di satu tim yang bersama gery.


" tuan gery, apa gadis uda itu akan berhasil ?" tanya salah satu di antara tim itu.


" apa maksud mu ?" tanya gery tak suka.


" ehm, apakah kita tidak akan sia - sia menyiapkan kerangka ini, sedangkan selama ini kami sudah berusaha untuk membuat satu robot pelayan, dan berakhir kegagalan jika sudah memasuki bagian sinkronisasi, " keluh satu pekerja tadi.


Gery terkekeh dan menepuk pelan bahu pemuda yang ia taksir umur nya sekitar 21 tahunan. Ia tidak heran jika tim produksi masih sangat muda. Karena ayah nya sudah memberi tahu jika mendiang tuan besar merekrut mereka sejak usia belasan dan di didik di bawah pengawasan kenshin secara langsung.


" abang bisa lihat nanti hasilnya, agar kalian bisa melihat kualitas bos. " jawab gery tersenyum geli.


Perkataan gery hanya di anggap angin juga bagi tim B ini. Bagaimanapun selama satu bulan ini mereka berkutat dengan formula ini dan selalu mengalami kegagalan pada tahap sinkronisasi nya.


Tepat 1.5 jam waktu yang telah di tentukan oleh myra. Myra terbangun sendiri. Ia berjalan menuju tim B berada. Dengan mengucek mata nya, ia berdiri di hadapan gery yang tangannya gemetaran karena ternyata rangka nya masih sisa sedikit lagi.


" hah, telat berapa menit kau, ingat hukuman u menanti, " ucap myra. Gery hanya bisa menghela nafas kasar. masih untung komputernya aman meskipun ia tetap akan mendapat hukuman.


Sedangkan anggota tim produksi hanya melihat aa yang dilakukan oleh myra dan gery.


Saat ini gery sudah menyelesaikan finishing dari kerangka robot. Kabel - kabel sudah tertancap rapih pada komputer dan siap untuk proses sinkronisasi.


Myra nampak mulai mengotak atik keyboard nya. Memasukkan data, menyambungkan for,ula - formula yang sudah ia susun tadi.


Tak berlangsung lama setelah proses itu. Tiba - tiba terdengar bunyi BIP keras sekali dan berulang - ulang.


BIP BIP BIP.


lantas menjadikan semua anggota tim produksi menjadi panik karena mengira ada nya eror pada program yang myra buat. Sedangkan myra dan gery malah menyeringai puas.


" sudah ku bilang kan, dia hanya bertingkah, "


" anak yang masih muda tapi sudah berlagak sombong "


BIP


" bzzzztttt ... Welcome princess salsabila, can we help you ? "