
" kak, ken, ku mohon selamatkan lusi, kakak cinta sama lusi kan kak, " racau lusi yang mulai kehilangan kendali atas kata - kata nya. Nampak nya ia lupa karena efek sakaw nya.
Ken berdiri menatap jijik ke arah lusi yang mulai kehilangan kendali. Ia sangat shock melihat Lusi dan jhonson yang meracau efek dari kecanduan obat terlarang.
"bang, mereka sudah seperti ini. Ini juga bisa menjadi siksaan sih buat mereka, " bisik fahmi ke gery.
" heem, sementara biarkan saja mereka berada di keadaan ini, aku pernah dengar, jika sakaw itu sangat menyakitkan. Entahlah, " kata gery mengangkat bahu.
" mengenai permintaan ken untuk membawa dan memberi mereka pelajaran, akan ku tanyakan kepada ayah. Syukur - syukur jika myra segera sadar sebelum persiapan ke negara S selesai," lanjut gery.
" apakah kak myra harus pergi ?" tanya fahmi lirih dan sendu.
" ya, myra memang harus pergi jauh, " ujar gery sambil menatap punggung ken yang masih menatap nanar ke arah lusi dan jhonson.
Fahmi hanya bisa mengangguk pasrah. Sebenarnya jika boleh ia ingin ikut. Tapi myra pernah berpesan untuk menetap di negara jika saja myra pergi. Selain untuk menjaga ken, myra juga meminta fahmi untuk lebih mendalami bela diri dan juga ilmu hacker nya.
" bang, janji sama aku, abang akan jaga kak myra di sana, " pinta fahmi menatap tajam gery. GEry menoleh dan mendapati jika ia sedang di pelototi oleh fahmi, seketika terbahak dan meraup wajah fahmi. Fahmi langsung mengerucutkan bibirnya.
" tanpa lo minta, gue bahkan akan pertaruhkan hidup gue buat nya. Gue ngerasa gagal sampai membuat myra belum sadarkan diri hingga saat ini, " ujar gery sendu.
" gue bakal pastikan dia bahagia, jika perlu menghapus nama ken dari hati nya, " tekad gery yang langsung di acungi jempol oleh fahmi.
' meskipun gue tahu semua itu bakal sangat sulit, mengingat jika myra sangat cinta ken,' batin gery sambil menatap ke arah punggung ken.
Ken masih melihat lusi dan jhonson tanpa ia sadari jika ia sedang di bicarakan oleh fahmi dan gery.
Batin nya tengah bergejolak apalagi setelah melihat lusi yang tersiksa dengan penderitaan nya karena tidak mendapat asupan benda haram itu lagi.
Bukan, bukan karena ken masih cinta. Rasa cinta nya telah menguap begitu udah saat ia melihat semua fakta yang telah di kirimkan oleh bryan. Toh selama ini sebenarnya ia tidak mengerti apa yang ia alami terhadap lusi adalah sebuah cinta atau hanya obsesi untuk mendapat gadis cantik dan polos.
Ken amat sangat menyesal kenapa ia bisa begitu mudah terjerat dengan pesona lusi, bahkan ia sampai mengabaikan myra yang nota bene adalah sahabat sejak kecil nya.
Ken hanya bisa bersyukur saat ia dapat menolak keras tawaran lusi untuk mengkonsumsi benda haram itu. Yan oleh lusi telah di ubah dalam bentuk apapun. Tapi seolah ada saja yang melindungi nya.
Ken memejamkan mata nya saat lsi semakin meraung.
" berikan aku ,"
" berikan padaku barang itu, "
" arrrrgghhh ini sangat menyiksa, "
Dan masih banyak lagi racauan lain nya. Ken beranjak pergi dari hadapan lusi dan jhonson. Cukup ia bertatap muka dengan kedua nya. Kini pikiran nya kembali untuk mengetahui diana myra berada. Dan hal yang bisa a lakukan adalah mendesak gery untuk bicara. Mesk ken juga tidak yakin jika gery akan buka mulut. Apalagi ada fahmi di sampingnya. Tapi apa salah nya mencoba ?.
" ger, " panggil ken saat ia sudah berada di hadapan gery. Sejenak gery berhenti bicara karena saat itu ia tengah menjelaskan situasi dan rencana yang kemungkinan akan mereka ambil mengenai lusi dan jhonson serta mengenai keadaan myra dan kesiapannya untuk berangkat.
" kenapa ? Mau balik ? Ayo, " ajak gery. Fahmi masih memandang sinis dan penuh emosi ke arah ken. Ken menggeleng.
" katakan di mana myra, ger, " pinta ken. Fahmi membulatkan mata nya. Dia sudah ancang - ancang ingin menonjok ken lagi tetapi tangan gery menghalangi.
" tapi bang, dia nggak ... "
" cukup fahmi, jalankan tugas mu, bawa pasukan mu. segera sterilkan lokasi, " potong gery. Jika gery tidak menghalangi Fahmi,, ia yakin jika fahmi akan menghajar ken lagi dan bahkan menimbulkan banyak bekas lebam lebih banyak dari pada yang tadi.
Fahmi mendengus kesal. Ia menatap ken dengan permusuhan. Tapi tak urung segera beranjak di ikuti oleh alpha 1 yang setia berada di belakang pria kecil itu.
Ken menatap punggung fahmi yang semakin menjauh. Ia menarik nafas nya kasar. Nampak nya rintangan yang paling berat untuk ia menemui myra adalah pria kecil ( fahmi) itu.
" sorry, " jawab gery singkat. Ken meremas rambutnya kasar.
" apa yang harus gue lakukan biar lo ngizinin gue buat ketemu sama myra ?" tanya ken frustasi.
" nggak ada, dan memang lo nggak akan pernah ketemu myra lagi, " tandas gery. Ken mendongakkan kepala menatap gery memelas.
" sesuai dengan permintaan lo ke myra, menjauh. Gue akan bawa myra menjauh dari lo hingga lo nggak akan bisa melihat nya, " kata gery lagi. Ken tergugu.
"sekarang lo balik aja, nggak akan ada arti nya lo di sini selain melihat mereka yang tetap akan merasakan kesakitan dan meracau, "
" nggak, gue nggak akan pergi sebelum lo bilang dimana my .... "
" terserah lo, gue udah bilang kan, jika lo nggak ada artinya berada di sini. Pergi dari sini atau lo akan terjebak dengan mereka hinga wakt yang tidak di ketahui " perintah tajam gery.
Ken menatap nanar ke arah gery yang langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Gery tidak sanggup untuk menatap wajah ken yang di penuhi dengan rasa sesal dan frustasi.
Dengan angkah gonta, ken akhirnya melangkahkan kaki keluar dari ruang penyekapan lusi dan juga jhonson.
" gue pastikan lo akan menyesal ken, karena sudah membuat myra kesakitan hingga titik terendahnya saat ini, " gumam gery saat ken sudah pergi di antar oleh salah satu pasukan pengawal kondou yang tengah menyamar.
💨💨💨
Sedangkan di rumah sakit kondou hospital..
Nampak melvin yang tengah berjaga sendiri karena fahmi memutuskan untuk menyusul gery dan ken. Ia menjaga myra di sambi dengan mengerjakan beberapa berkas pekerjaan dari divisi produksi.
Setelah rampung dan kembali memeriksa agar tidak ada yang miss, melvin segera merapikan berkas - berkas nya dan mengumpulkan dalam satu map agar tidak kesulitan saat mencari nya.
Ia Lantas mendekati ranjang myra, melvin duduk di sebelah kanan tubuh myra yang masih terlihat damai dan nyaman dalam tidur panjang nya.
" hei bos, lo nggak ada niatan buat bangun sekarang gitu"