
" apa arti diri ku di hati mu, ken ?" tanya myra balik.
Ken nampak terkejut dengan pertanyaan myra. Bukan kah itu arti nya myra tengah meragukan diri nya ? Ken merasa miris.
Tapi itu hal yang wajar. Tentu saja myra akan merasa meragu. Sama seperti saat gery memberi nya kunci rumah komplek myra. Ken bisa melihat jika gery saat itu masih meragukan nya. Tapi gery mencoba peruntungan untuk percaya keada ken. Bukan kah arti nya gery memberi nya kesempatan ?
pun begitu pula dengan pria kecil fahmi. Meskipun ia masih sempat berkata sengak kepada nya, tetapi fahmi sudah tidak lagi melawan ken seperti 6 tahun yang lalu. Ken juga merasakan jika fahmi telah memberikan nya kesempatan untuk nya. Begitu pula dengan rose dan melvin.
Setelah mendapat 'jalan' dari tameng myra, seperti nya rintangan nya saat ini adalah menaklukkan hati myra kembali, membawa hati dan cinta myra kembali untuk nya.
Ken menatap lurus ke arah mata myra yang juga kini tengah menatap nya. Ken meraih tangan myra dan menggenggam nya. Selama 22 tahun ia hidup, tidak pernah ia seyakin ini.
" kamu ... Segala nya untukku .. " jawab ken mantap. Myra tertegun sejenak, lalu mata nya yang nampak imut mulai berkaca - kaca. Bagaimanapun myra tidak menemukan jejak kebohongan dari ucapan ken. Bolehkah kali ini ia berharap ? Sekali lagi saja.
" jangan menangis, myr. Aku mohon. Sudah cukup bagi ku terus - terus an membuat mu menangis di kesempatan pertama ku. Sekarang ijin kah aku untuk menebus semua rasa sakit yang ku torehkan di masa lalu." ucap ken menarik myra dalam pelukan nya saat ia melihat buliran air mata nampak menuruni pipi myra.
Myra terisak di dalam pelukan ken. Hari ini, hari pertama kali ia bertemu ken kembali, ia kembali berharap untuk bahagia.
" kamu mau maafin aku kan ? Berikan aku kesempatan untukku, kamu nggak perlu mengejar ku, cukup aku yang akan berlari ke arah mu. Berusaha untuk mengejar dan sejajar dengan mu, " ucap ken. Ken mencium kepala myra yang sudah tenggelam dalam tangisan nya.
...----------------...
Di sudut ruangan sana, nampak rose terisak - isak dalam pelukan gery. Terlihat melvin dan juga bryan menunduk dengan pandangan mata yang nampak sendu.
Mereka sedari tadi bukan membahas proyek, karena bryan dan melvin sudah sepakat akan membicarakan ini secara terpisah. Mereka sedang ingin melihat dan mendengar progress myra dan ken.
Meskipun hati nya di penuhi dengan keterkejutan saat melihat sosok flying dragonfly versi canggih dan terbaru secara langsung, bryan masih bisa menahan nya. Semua nya sepadan dengan hasil yang di dapat oleh ken. Myra akhirnya mau menerima ken kembali dan memberikan ken kesempatan. Sekarang hanya tinggal bagaimana usaha ken untuk mendapatkan myra sepenuh nya lagi.
" udah dong, babe. Kok malah kamu yang nangis sih, " gery sibuk menenangkan rose yang masih saja terisak. Sedari awal myra bercerita tentang kehidupan nya kepada ken, rose ikut terisak. Seolah - olah ialah pemeran utama yang mengalami hal tersebut. Padahal myra malah terlihat santuy di sana.
" hu hu hu, hiks. gimana bisa myra bercerita dengan santai begitu.. Hu hu hu, " racau rose dalam isakan nya. Gery menepuk - nepuk pelan punggung calon istri nya.
" sudahlah, yang penting myra sekarang sudah tidak apa - apa kan, " hibur gery lagi.
" hmm. Myra juga harus bahagia, yank." ucap rose sesenggukan.
" iya - iya, kita akan pastikan kali ini myra akan bahagia, " ucap gery sambil menatap ke arah bryan. Seolah ia tengah memberi peringatan kepada bryan untuk ikut mengontrol ken.
Bryan yang di tatap oleh gery sedemikian rupa nampak sedikit bergidik. Tanpa sadar ia menelan ludah nya kelat.
Sementara Melvin hanya terkekeh melihat gery yang malah mengintimidasi bryan.
" ehm. Ngomong - ngomong, apa myra tidak akan marah kita menguntit nya seperti ini ?" bisik bryan sedikit panik. Hei, mereka tengah berada dalam posisi pengintaian, oke ?
" telat banget bang kalo lo baru panik sekarang, " kekeh melvin santai. Bryan mengerutkan kening nya.
" maksud nya gimana ?" tanya nya lagi. Rose mulai menyusut ingus nya dan mengelap sisa air mata nya menggunakan tisu.
" myra mah udah pasti tau kalau kita nguping, bang" jawab rose santai. Ata bryan melotot.
" la .. Lalu ?" ucap bryan tambah panik. Namun ketiga nya malah sangat santai.
" benarkah ?" tanya bryan lagi.
ketiga nya serempak mengangguk. Hingga bryan bisa bernafas lega. Kembali ia melihat ke arah flying dragonfly yang terus berterbangan di sekitar kerumunan mereka dan sesekali terbang ke arah ken dan myra.
" ini, juga batan myra ?" tanya bryan tanpa bia menutup binar kekaguman di mata bryan.
" hmmm. Ini proyek pertama myra. 6 tahun yang lalu, " ucap gery santai.
Bryan mau tidak mau mendecakkan lidah nya saat mendengar ucapan gery. Meskipun ia sudah tahu fakta tersebut, namun tetap saja ia merasa kejutan di hati nya. Betapa jenius gais kecil nya.
" tapi ini terlihat lebih bagus daripada ersi pertama, benar bukan ?" tanya bryan
" ya, myra selalu mengontrol nya setiap tahun. Meskipun baru menjalani upgrade 3x karena myra saat itu tengah sibuk dengan sekolah di lanjut kuliah nya. Versi ini versi yang terbaru. Tampilan nya semakin mendekati tampilan capung yang asli. Dan kapasitas memory untuk merekam serta resolusi kamera yang digunakan semakin tinggi" jelas melvin mengambil alih tugas gery.
" abang bisa lihat jepitn rambut yang berada di rambut myra itu ?" tunjuk melvin ke arah myra yang tengah mengobrol seru dengan ken. Bryan mengarahkan mata nya menuju arah yang di tunjuk melvin dan mengangguk. Sekilas lalu ia segera beralih ke arah melvin lagi dengan cepat.
" ja . Jangan bilang jika itu jug .. "
" Sayang nya apa yang di pikirkan abang memang benar, " tawa melvin sambil mengangkat kedua bahu nya.
kembali bryan bergidik ngeri dengan kejeniusan myra. Saat ia mendengar jika ken mati - mati an meraih kelas akselerasi 3 tahun berturut - turut saja ia sudah bergidik dengan kemampuan ken. Ternyata wanita nya ken jauh lebih mengerikan.
' pantas aje gue selalu nggak bisa membobol data pribadi nya, ternyata ia leih mengerikan dari hacker handal sekalipun, ' pikir bryan menggelengkan kepala nya lesu.
Gery dan rose hanya terdiam melihat bryan yang nampak shock dengan kenyataan yang ada.
TRING TRING TRING
Melvin berdiri untuk mengangkat ponsel nya yang berdering di saku celana nya. Ia nampak melihat siapa yang menelpon padaa ponsel kerja nya.
" assalamualaikum, ada apa frey ?"
Rose dan gery sama - sama mengangkat alis mereka saat tahu siapa yang menelpon elvin. Frey bagian resepsionis lobby kantor.
" ..... "
" oh, oke - oke, minta tolong kepada OB untuk mengantarkan nya ke ruangan bu myra, heem,, ya ehm tolong juga siapkan 6 piring dan dan gelas nya sekalian, "
" .... "
" ya, terima kasih frey. Assalamualaikum, "
TUT TUT TUT
Gery, bryan dan rose serentak menunggu penjelasan dai melvin. Melvin hanya bisa menangis atau tertawa melihat ekspresi mereka bertiga yang nampak menunggu nya. Tapi melvin segera mengabaikan tatapan ketiga nya dan berjalan ke arah myra dan ken.
" myr, ibu sudah mengirim kan nya. Sudah dalam perjalanan ke ruangan mu, " ucap melvin.
" hah ? Beneran ?"