
" woyy, ami, bantuin abang angkat nasi pesenan ka .... "
' MELVIN '
DEG
DEG
Dua jantung berdetak serentak.
Mikayla yang awal nya tengah berbincang dengan gerald tiba - tiba menghentikan laju obrolan saat mendengar sebuah suara yang cukup familiar di telinga nya.
Meskipun 6 tahun sudah berlalu, suara itu masih sama, lembut dan tenang di telinga mikayla.
Sementara melvin yang berada di gawang pintu apartemen dengan membawa sebuah termos nasi tiwul berdiri mematung, beruntung pegangan nya di leher termos kuat dan tidak terjauh karena keterkejutan nya.
Melvin bisa melihat, wanita yang selama 6 tahun belakangan ini menghantui pikiran dan mimpi - mimpi nya.
Saat ini tepat berada di depan mata nya. Perlahan hati melvin sedikit menghangat saat melihat wanita it tampak baik - baik saja dan nampak nya ia juga terkejut saat melihat diri nya.
Tidak ada yang berubah banyak dengan wajah wanita itu, hanya bertambah semakin dewasa dan tentu juga bertambah rupawan.
" oey bang, lu ngapain sih di gawangan pintu begini !! " buruan masuk !! Panas nih " suara darren yang ternyata berada di belakang melvin segera menyadarkan melvin dari keterkejutan nya.
" oh , eh iya sebentar. AMII buruan bantuan abang " jawab melvin sedikit gugup. Ia segera menguasai diri nya dan mulai memindahkan termos nya dengan perlahan.
" iya iya, udah kaya emak - emak aje deh. Bawel " gerutu fahmi yang berjalan menuju melvin dan meraih sisi lain termos nasi.
Kedua nya mengangkat termos nasi tersebut ke meja prasmanan yang kebetulan berada di dekat mikayla dan gerald berdiri.
Mata mikayla nampak mengikuti gerak - gerik melvin. Tersirat rasa rindu yang tidak bisa di jelaskan di dalam pancaran mata mikayla.
" kak .. Kak .. ?" panggil gerald saat ia menyadari ada yang aneh dengan mikayla.
" eh .. Iya , kamu ngomong apa tadi, gerl?" tanya mikayla yang juga gugup.
Respon mikayla rupa nya tertangkap di netra melvin. Sedikit tersungging senyum di bibir melvin.
' ehhmm, ada apa kak? Kakak kenal bang mel ?" tanya Gerald.
" ehhh,,, ya ak ... "
" kakak pasti kenal, jika kakak bilang kakak perah ikut lomba tema robotik 6 tahun yang lalu, karena kebetulan yang menjadi perwakilan dari SMA kami adalah gery dan kak melvin ini, " cerocos gerald yang tidak menyadari perubahan suasana hati mikayla.
Melvin yang sehabis menaruh termos, juga tidak langsung menyapa mikayla. Pria dingin itu malah pergi ke dapur untuk mengambil air es untuk mendinginkan kepala nya.
" kenapa dia di sini?"
" apa myra tahu tentang ini ?"
" bagaimana kabar nya selama ini?"
Banyak gumamam yang terlontar i pikiran gerald. Ia tanpa sadar malah mengemil es batu yang menjadi kebiasaan nya jika sedang merasa gelisah.
" ASEEEEMM, bikin kaget aja lo bocah !" marah melvin sambil memegangi dada nya. Nafas nya naik turun karena terkejut.
Fahmi sebagai tersangka utama malah hanya bisa terkekeh. Ia beranjak dan membuka kulkas yang berada di samping melvin lalu degan acuh mengambil sekotak jus buah dan menegak nya begitu saja.
" abang belum jawab, kenapa alah ada di sini ?" fahmi mengulang pertanyaan nya.
Melin sedikit mengernyit heran dengan pertanyaan fahmi. Apakah bocah ini tahu jika ia sedang merasa gelisah dan menghindari seseorang ? Tapi bagaimana mungkin ? Sedangkan ia hanya bercerita mengenai mikayla kepada myra. Itu pun melvin hanya menyebutkan nama nya saja.
Sedetik kemudian, melvin menepuk kening nya pelan. Bagaimana ia bisa lupa jika adik kelas nya itu adalah monster pelacak data yang handal !. Cukup sebutkan nama, myra akan mendapatkan data sampai akar - akar nya sekaligus.
Pertanyaan melvin selanjut nya, kenapa myra bisa kenal dengan mikayla ? Apakah ia kenal dengan nya ?
" ABANG !!" ucap fahmi sedikit meninggikan suara karena Melvin tak kunjung menjawab pertanyaan nya. Lihatlah, abang nya ini malah menghela nafas kasar dan mata nya nampak menerawang jauh ke depan.
" kamu sudah tahu ?" Melvin malah bertanya balik ke fahmi. fahmi memutar bola mata nya tengah
" hmmm, yaaa. Kak myra pernah menyinggung pas sedang nyiapin proyek dengan ANGKASA RAYA, nggak sengaja kata ya ia tidak asing dnegan nama marga dari gadis itu, "
" ... Dan voalah, ternyata ia adalah kakak dari mitra kerja sekaligus sahabat kaka myra dan bang gery di negara S selama SMA sampai kuliah .. " jelas fahmi sambil menyesap tetesan terakhir dari jus kotak nya. Lalu dengan enteng melempar bungkus kosong nya menuju tempat sampah di samping kulkas dengan tepat dan akurat,
" nice shoot " girang nya sendiri tanpa menghiraukan raut wajah elvin yang menampak kan keterkejutan lagi.
Kini terjawab sudah bagaimana myra bisa kenal wanita itu dan sebab wanita itu berada di pesta gery malam ini.
" fahmi .. " panggil melvin dengan serius. Fahmi berhenti bermain - main, badan nya langsung tegap mendengar melvin yang memanggil nya dengan naa depan nya. Ini menandakan melvin sedang serius.
" ada apa bang ?" tanya fahmi yang tidak lagi bercanda.
" menurut mu .. APa yang harus abang lakukan ?" tanya melvin dengan tatapan yang masih ke depan.
Kini gantian Dahi Fahmi yang mengerut. Kenapa dunia orang dewasa begitu di buat ribet ? Bukan nya tinggal maju, bertanya kabar dan sudah .. Mengalir begitu laju nya saja ?
" ya .... Tinggal bersikap biasa aja, emang abang mau bagaimana lagi ? Lalu tanyakan, apa alasan dia menghilang begitu saja tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Bukan nya selama ini abang juga hanya bisa bertanya - tanya di dalam hati saja, ?" jawab fahmi dnegan enteng.
Menurut fahmi, begitu mudah solusi nya. Tapi terkadang pemikiran melvin dan juga fahmi kalah jauh berbeda. Fahmi memang tidak pernah atau mungkin belum merasakan perasaan orang dewasa. Di pikiran nya hanya berisi berlatih, belajar, melindungi kakak nya dan bersenang - senang dengan para abang nya.
Lebih dari 15 menit melvin berdiam iri di dapur di temani dengan fahmi. Hingga akhir nya ia memutuskan untuk keluar dan mengikuti saran dari fahmi untuk menyapa mikayla. Tidak bisa di pungkiri, rasa yang selama ini ia pendam itu keluar begitu saja. Dan ia juga ingin tahu, apa alasan wanita itu begitu kejam memutus kontak dengan nya.
Di depan sana, mikayla juga merasa linglung, beberapa kali gerald menanyakan kepada nya apakah ia baik - baik saja, hingga ia akhirnya memilih untuk duduk di sofa yang berada di sudut ruangan untuk menyendiri.
" hai, apa kabar mu ?" .. Sebuah suara datang menghampiri nya. Ia mendongakkan wajah nya. Air mata nya megalir begitu saja.
...----------------...
" ami, ngomong - ngomong kenapa kak myra dan bang ken belum datang ya ?" darren mulai menanyakan tentang myra. Michael nampak menajamkan telinga nya untuk mendengarkan jawaban dari fahmi.
" mac......"
" ASSALAMUALAIKUM.. SPADAAAA "