
" myr, bagaimana dengan ken ? " tanya gery tiba - tiba. Tangan nya masih fokus dengan berkas - berkas yang ia kerjakan dengan teliti.
Myra mendadak bangun dan mendongakkan wajahnya ke arah gery. Rose pun juga ikut menyimak meski matanya tidak terlepas dari deretan - deretan tulisan di berkas di depan nya.
" bagaimana apa nya ? Memang ken kenapa ?" tanya myra dengan santai.
" beberapa hari ini aku lihat ia sangat dekat dengan rubah itu, terlihat mesra malah, " jawab gery santai.
' NYES '
Hati myra berdenyut mendengar gery yang makin mendekat dan terlihat mesra dengan lsi. Memang ia akui sudah hampir 10 hari ini ia sibuk dengan projek dan juga mengenai lomba nya nanti sehingga dia tidak begitu memperhatikan ken. Bahkan ia juga tidak memasuki kelas karena ia memilih belajar di lab It karena ia ingin fokus nya untuk lomba dan juga projek nya. Walaupun ia jenius tapi ia tidak ingin menyepelekan kedua nya yang memiliki waktu tenggat hampir bersamaan.
" apa mungkin mereka sudah menjalin hubungan ? Pacaran misalnya, ?" celetuk rose yang langsung di senggol oleh gery. Rose meringis membentuk jari nya ' peace ' .
' DEG '
Sekali lagi jantung myra berdenyut sakit mendengar pertanyaan rose.
" de.. Dekat bukan berarti pacaran kan ?" tanya myra bergetar mencoba menampik segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.
Melihat reaksi ken saat pertama kali bertemu dengan lusi saat masuk ke sekolah. Myra juga melihat ada nya pancaran kekaguman dan ketertarikan yang ken perlihatkan.
" ya, kamu tenang saja. Belum tentu juga ken jadian dengan wanita rubah itu, " hibur gery langsung saat sudah mulai melihat mata myra yang sendu dan berkaca - kaca.
' dan jikapun nanti nya berita itu benar, akan aku pastikan ken akan sangat menyesal ' lanjut gery dalam hati nya. Karena ia sempat mendengar selentingan berita yang beredar di kalangan teman nya jika ken sudah pacaran dengan lusi. Bahkan ia mendengar dari gerald jika ken memberi jatah uang saku kepada lusi tiap minggu nya.
" ya ya benar kata rose, kamu jangan sedih lagi, " sambung rose yang merasa bersalah.
Myra mengangguk dan kembali ceria. Mereka segera menyelesaikan pekerjaan mereka dan menyusul melvin serta fahmi yang bermain game di ruang tengah.
💨💨💨
Tepat dua minggu, akhirnya myra memutuskan untuk masuk ke dalam kelas nya. Ia berangkat sekolah sendri karena gery dan rose sudah berangkat terlebih duluan karena myra menyuruh mereka duluan. Karena apa ? Kalian tentu tidak lupa kan jika myra adalah spesies jenius yang kebo bin pikun. Yaps, myra kesiangan bangun nya. Untuk yang pertama kali nya dalam dunia per - malasan dan per - pikunan ia sampai kesiangan. Alasan nya ? Alasannya karena hampir semalaman ia dilema memikirkan akan masuk ke dalam kelas atau kembali ke Lab. Dan akhirnya pilihan nya jatuh untuk masuk ke dalam kelas karena ia pikir ia ingin melihat ken. Rindu yang semakin membumbung tinggi sudah tak dapat ia tahan lagi. Dan berakhir ia tidur hampir dini hari.
Myra berjalan bergegas saat jam di tangan nya sudah menunjukkan pukul 07.10, yang arti nya 5 menit lagi bel masuk akan berbunyi.
TENG TENG TENG
Nah benar kan, bel masuk sudah bergema. Dan untung nya ia sudah berada di gawang pintu kelas nya dengan nafas terengah - engah karena habis berlari. Ia menopang tangan di lutut kaki nya mencoba untuk men stabilkan pernafasannya terlebih dahulu baru ia masuk ke kelas yang sudah nampak ramai dengan ocehan - ocehan khas. Ya meskipun ocehan -ocehan itu di dominasi dengan pembicaraan tentang bisnis dan tidak sedikit pula para ciwi - ciwi yang membahas tentang fashion.
Hari ini hari senin, tapi sekolah tidak tidak mengadakan upacara karena cuaca yang idak mendukung.
" ha ha ha , sampai juga lo bos, " ejek gery saat myra sudah mulai mendudukkan bokong nya ke kursi nya.
" ha ha ha, santai bos, jangan nakutin gitu ah, " ujar gery lagi.
" diem lo, bukan ya miscall gue kek buat bangunin, malah diketawain. Untung aja nggak telat, duh capek banget lari - larian, " keluh myra menggerutu.
" hellow,, apa guna ya bos punya rania, " bisik gery pelan. Asal nya memang tidak ada yang mengetahui siapa rania selain orang -orang myra. Myra menepuk kening nya pelan dan meringis ke arah ery. Gery memutar mata nya malas.
" he he, gue lupa, " cengir myra dengan wajah tanpa dosa nya.
Sekali lagi, kalian jangan lupa jika myra adalah orang yang pikun akut dengan hal - hal yang kecil.
" dasar si bos, unung aja nggak telat. bagaimana cerita nya pemimpin kondou inc malah telat e sekolah. Haduh haduh " gerutu gery pelan. Myra hanya terkekeh pelan.
Myra menolehkan pandangan nya ke rah ken. Saat itu ken tidak sedang menatap nya. Entah tahu keberadaan myra atau pun tidak. Ken terlihat sedang fokus berbincang dengan lusi. Sesekali tangan nya nampa mengelus lembut rambut lusi.
" sudah jangan di lihat, nanti malah sakit hati, " kata gery sambil menutupi pandangan mata myra dengan telapak tangan nya.
" apa sih, nggak ko, ternyata benar ya, mereka dekat banget, " kata myra sendu. Gery hanya mengendikkan bahu acuh.
" apa gue harus menyerah ger ?" tanya myra dengan senyum kecut. Gery hanya diam. Ia tidak menjawab pertanyaan myr.
.
...****************...
Ken melihat kedatangan myra yang nampak terengah - engah d depan pintu. Seketika hati nya berdesir saat melihat wajah myr yang sudah lama tidak ia lihat. Terselip rasa rindu kepada sahabat tetangga nya itu.
Tapi seketika rasa rindu nya hilang tersapu dengan emosi saat mengingat momen myra membawa pria ke dalam kediaman rumah nya.
Apa lagi saat beberapa hari yang lalu lusi mengatakan jika ia sempat melihat myra yang berjalan beriringan dengan seorang pria dan menuju ke arah hotel !.
FLASHBACK ON.
Minggu siang lalu, lusi seperti biasa membeli makanan untuk nya dan juga kekasihnya, jhonson. Ia sengaja memilih membeli makan di sekitar gedung apartemen kondou inc. Ya, lusi dan jhonson memang menyewa sebuah unit di gedung apartemen kondou inc milik myra.
Saat tengah menuju ke tempat penjual nasi padang, mata nya tak sengaja menangkap siluet teman sekelas yang sangat ia kenal. Terlampau kenal karena ia menganggap nya sebagai penghalang dalam menjerat ken, mangsa nya.
Ya, yang terlihat oleh lusi adalah sosok myra yang tengah berjalan beriringan dengan melvin saat mereka tengah berkunjung ke tempat fahmi dan Frederick.
Naas nya, yang terlihat oleh lusi hanyalah siluet myra dan melvin. Sedangkan rose dan gery sudah masuk ke arah lobby terlebih dahulu. Dan jalan nya myra serta melvin malah mengarah ke arah hotel. Karena tepat di samping apartemen kondou inc memang berdiri sebuah hotel yang cukup besar.
" waah,, gila. Tanpa aku membuat jebakan ia malah memberiku jalan sendiri. Dan apa itu ? Dia menuju hotel ? "