
" myraa .. " terdengar suara lemah dari ken. Rupa nya ia tadi sempat tertidur setelah diberikan suntikan vitamin dari dokter will.
Myra segera berjalan menuju sofa tempat ken berbaring.
" kenapa ? Mau minum ? Mau makan ? Laper kan pasti ?' tanya myra dnegan sabar. Ken berusaha untuk duduk, ia di bantu oleh myra.
" hmm, makan. Tapi sama kamu" jawab ken mulai manja mode on lagi.
Myra hanya tersenyum dan mengangguk.
" kalau gitu, aku ambil makan dulu ke luar, ya ?" ijin myra dan bersiap untuk beranjak. Tapi tangan ken segera meraih tangan myra dan menahan nya. Myra menoleh dan mengernyitkan kening nya bingung.
" kenapa ?" tanya myra.
" ikut " cicit ken. Myra tersenyum tetapi ia diam sejenak.
" badan nya masih lemes kan, aku ambil sendiri bentar ya, " bujuk myra dengan lembut. Ken cemberut dan menggeleng. Ia kemudian berusaha untuk bangun dan di bantu oleh myra.
" nggak mau, ayo aku ikut. Udah agak segeran kok, " kekeh ken. Myra hanya bisa menggelengkan kepala nya tapi tak urung ia memapah ken untuk berjalan ke ruang tengah. Tempat di mana yang lain tengah berkumpul.
Gerald yang melihat ken dan myra pertama kali, langsung meletakkan mangkok sop buah nya ke meja dan langsung mengambil alih ken dari papahan myra.
" makasih rald, " ucap myra sambil tersenyum. Ken hanya diam dan pasrah saja tubuh nya di ambil alih oleh gerald karena ia juga merasa kasihan kepada myra.
Sementara yang lain juga mulai mengarahkan pandangan mereka menuju ken dan myra ketika Gerald bergerak maju menyongsong kedua nya.
" lo ngapain ikut keluar sih, " dengus gerald kepada ken yang hanya di tanggapi dengan putaran mata jengah oleh ken.
" lapar dia tuh, " ucap myra sambil berlalu mengambil makan untuknya dan untuk ken.
Sementara ken langsung di bantu untuk duduk di sofa bareng dengan gery, melvin dan juga rose.
Melvin menyambut ken dna membantu nya untuk duduk.
" terima kasih, kak " lirih ken yang memang masih terdengar lemas.
" kenapa myra nggak panggil aja kalau lo mau makan, kan ada fahmi sama darren, " ucap rose ramah.
" gue yang maksa buat ikut, " kekeh ken sambil terus menatap ke arah myra yang bergerak kesana kemari mengambil nasi dan lauk. Terlihat juga myra yang tengah menyapa michael, bob dan mikayla di sudut ruangan.
" nggak usah cemburu, ken " ucap gery yang juga menatap ke arah myra yang sedang tertawa bersama michael dan yang lain.
Ken yang tertangkap basah sedang memperhatikan myra dna yang lain nya sedikit malu. Wajah merona nya terlihat samar karena ajah nya masih pucat.
Gerald, rose dan melvin hanya diam dan ikut menyimak gery yang memberi nasehat kepada ken.
" gue cuma merasa ... Nggak nyaman .. Di sini " ucap ken lirih sambil menekan dada nya. Gery dan rose terkekeh mendengar ucapan ken.
" hanya seperti udah sakit .. Kan ? Gimana kalau myra sampai pacaran beneran sama mike ?" ucap gery setengah menyindir ken. Mengingatkan ken saat ia dengan terang - terangan merangkul dan mengusap sayang kepala lusi kala itu.
Ken tertegun dan menunduk sekilas. Gerald menatap gery dengan tatapan memperingati. Bocah ini baru saja sembuh, oke ! Begitu kira - kira.
rose dn melvin juga serentak menoyor bahu gery. Gery hanya tersenyum kecil dan melanjutkan ucapan nya.
" selama 6 tahun di S, gue saksi hidup bagaimana myra menjalani kehidupan nya di sana, ken "
" nggak ada satu pun pria yang mendekat ke arah nya mendapat respon dari nya, "
" padahal saat itu, harus nya ia menggunakan kesempatan untuk membuka hati, mencari pengganti mu, tapi myra nggak melakukan nya " ucap gery sambil melirik ke arah ken yang masih saja termenung.
Gery menepuk bahu ken, ken menoleh ke arah nya. Gery tersenyum tipis.
" pertama kali gue kete sama myra, itu adalah saat mendiang tuan dan nyonya besar meninggal, saat itu gue bisa langsung tahu kalau dia ada rasa sama lo, " ucap gery. Tatapan nya nampak menerawang ke atas.
" semakin lama kenal myra, gue semakin di bikin heran sama tingkah nya jika di depan lo. Dia yang selalu pasang wajah datar pas lagi berhadapan dengan para robot - robot nya, malah bertingkah malu - malu di depan lo, " cerita gery sambil tersenyum. Seakan kejadian itu baru saja terlintas di hadapan nya. Rose dan yang lain juga ikut tertawa mendengar cerita gery. Apalagi gerald, karena sebelum kenal dengan gery, ia lah yang selalu menyaksikan tingkah malu - malu dari myra. Dan konyol nya ken nggak peka akan semua itu.
" lalu, saat gue ngeliat pas masuk sekolah, dia pake riasan super nerd. Iuuhhhh rasa nya pen gue lap aja tuh muka pake tisu basah " geram gery, menggebu - gebu.
" gue pikir, ngapain dia pake riasan buat nutupin wajah nya ?? Kata nya, karena perintah nyonya da tuan besar. Gue mulai paham, jika menjadi pewaris perusahaan top pasti akan memiliki banyak musuh dan menjadi incaran."
" tapi, saat ngeliat lo yang menatap risih ke myra, errrgghh rasa nya pen lelepin muka myra biar riasan nya yang super nerd itu luntur. Biar lo tuh melek sama kecantikan myra. Eh, maaf yank .. Tetep kamu kok yang paling cantik " ucap gery sambil mencium kening rose saat mengucapkan kalimat akhir sambil di ikuti dengan toyoran melvin dan gerald yang ilfil dengan kebucinan gery.
"nggak apa, karena aku juga insecure pas lihat myra buka riasan nya yang pas pertama kali di bawa ke rumah komplek, " angguk rose yang setuju dengan gery.
" oh, yang pas si ken cemburu itu kan ya ? Yang langsung nyamper ke depan rumah pas lihat aku keluar dari rumah. Padahal kan kamu ada di atas ya yank " tanya gery yang di angguki oleh rose.
Ken menoleh ke arah gery dan ros lalu ia mulai mengingat kapan waktu yang di sebut oleh gery. Wajah nya memerah karena nampak nya ia mulai mengingat kapan waktu itu.
" lo nggak sekali dua kali cemburu loh, ken " ucap rose. Melvin mengangguk kuat
" hooh, bahkan sama gue aja langsung nyolot. Padahal kan gue cuma mau cari myra buat konfirmasi masalah lomba. Eh dateng - dateng gue langsung di bentak " manyun melvin yang di sambut oleh gerald dan gery. Ken semakin merasa malu saat mengingat kejadian saat itu. Itu adalah pertama kali nya hubungan myra dan ken mulai retak.
" dan dengan gob*oknya, doi nggak peka kalau udah naksir ke myra "