LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
S2_Bab 23



' ken, apakah hati mu mulai ada aku ? apakah aku boleh mendapat kebahagiaan ku dari mu ?'


' atau aku hanya akan kembali kecewa seperti penantianku dulu lagi ?' batin myra.


Gery menepuk pelan bahu myra da tersenyum lembut ke arah nya. Myra langsung tersadar dari lamunan nya.


" apa pun yang akan lo pilih, kami semua akan tetap di samping mu, "


" hmm benar, myr. Kami berharap lo bahagia, sama seperti aku dan gery, "


" kakak, dengan siapa pun kakak nanti nya, ami akan menjadi garda terdepan untuk melindungi kakak, " sahut fahmi melengkapi kata - kata gery dan rose.


Mata myra nampak berkaca - kaca, ia menatap satu persatu mereka bertiga dan di balas dengan senyuman dan anggukan. Yang membuat myra akhirnya meneteskan air mata yang selama ini di tahan.


" terima kasih, semua nya, " ucap nya di sela isak tangis nya.


Satu persatu mulai mendekat dan memeluk myra dengan lembut. Membuat tangis myra semakin pecah. Bahkan rose pun juga ikut terisak menahan haru. Betapa bos sekaligus sahabat nya ini harus menahan rsa sakit dan memendam nya sendiri hanya karena tidak ingin merepotkan para sahabat nya. Padahal selama ini myra selalu membantu mereka, membuat mereka semakin merasa sakit saat melihat kondisi myr yang terpuruk kala itu dan menjadi orang lain sampai sekarang.


Frederick yang baru saja keluar dari kamar nya, nampak tertegun melihat pemandangan di depan nya. Di mana nona muda nya sedang terisak dan tengah di tenangkan oleh anak - anak dan calon menantu nya.


' nona, sekarang sudah saat nya nona bahagia dan memikirkan diri nona, berbahagialah nona muda ' batin frederick sambil menghapus titik bening yang meluncur begitu saja di pipi nya.


Hampir satu jam, mereka berempat berada di posisi berpelukan layak nya teletubbies, saat ini myra dan yang lain sedang bersantai di sofa ruang keluarga unit frederick.


" mi, mau nasi tiwul ~ " celetuk myra.


Fahmi dan gery yang tengah memeriksa sistem keamanan perusahaan seketika menoleh ke arah myra yang posisi nya sedang rebahan di atas sofa. Sementara rose sudah menahan tawa mendengar nada myra yang nampak memelas.


" yakin mau sekarang? kan agak lama proses nya, " jawab fahmi sambil mengalihkan pandangan nya menuju ke layar laptop lagi.


" hmm.. kangen sama tiwul, sambel bawang, ikan asin 🤤🤤," awab myra. bahkan mata nya sudah nampak menerawang membayangkan nasi tiwul yang anget, di campur rata dengan sambal bawang yang pedes nya pas di tambah dengan ikan asin yang di bakar.. uhhh ~ bahkan air liur nya sudah siap menetes kapan saja.


" sebentar lagi kita mau ke rumah bang melvin, myr. Ingat kan ? Ibu pasti sudah nyiapin panganan kesukaan mu, " sela gery ikut membantu fahmi berbicara.


Mata myra kembali berbinar setelah sempat redup karena gery nampak membantu fahmi menolak keinginan nya.


Ia seketika ingat jika ia memiliki janji dengan melvin untuk berkunjung ke rumah kakak kelas nya itu.


" Gimana gue bisa lupa ya, " myra nampak menepuk kening nya pelan.


" itu karena PIKUN !!" jawab gery, rose dan fahmi serempak.


Myra cemberut tapi tidak bisa menyangkal apapun, karena ia memang sangat sering melupakan hal - hal sepele. Seperti letak pulpen dimana padahal sedang di pegang, menanyakan kacamata padahal ada di depan mata, dll. Itulah sebab nya gery harus extra mengingatkan adik angkat sekaligus bos nya tersebut.


" tapi aku juga ingin mengunjungi tempat mami dan papi dulu, " ucap myra nampak santai.


Tapi tidak untuk ketiga orang yang mendengar nya. bahkan fahmi dan gery langsung menghentikan kerja mereka dan menoleh ke arh myra.


" kenapa ??" tanya myra yang heran.


" apa nggak besok saja sekalian ?" saran rose. Ia tentu saja merasa khawatir. begitu juga dengan gery dan fahmi yang langsung mengangguk setuju dengan usul rose.


Mereka tidak tahu saja, jika selama 6 tahun ini hampir setahun 2x myra selalu mencuri - curi waktu untuk terbang ke negara ini hanya untuk berkunjung ke makam orang tua nya.


ke dua waktu itu adalah saat ulang tahun pernikahan orang tua nya dan saat hari ulang tahun myra.


" aku ingin sekarang, karena aku kangen mereka dan ada banyak hal yang ingin aku sampaikan, " mantap myra.


" ya sudah, gue akan nemenin lo, " putus rose. ia bahkan sudah beranjak untuk bersiap - siap.


" no no no, lo sama gery dan ami mendingan nunggu waktu ashar, gue lagi halangan jadi gue nggak sholat dan akan langsung ke sana setelah dari makam, "


" terus nanti kalian ke rumah ibu aja duluan, aku sedang ingin sendiri, " jawab myra cepat menghentikan tindakan rose.


" tapi myr, seenggak nya aku bi ..... "


gery menarik pelan bahu rose dan menggeleng ke arah rose. tanda untuk membiarkan myra melakukan hal yang dia ingin kan. Rose menoleh lagi ke arah myra dan mendapati myra tersenyum lembut ke arah nya. Rose menghela nafas nya kasar.


" Haaaaahhh, baiklah. Lo menang, " pasrah rose.


Myra tertawa mengejek ke arah rose yang dapat dengan mudah di bujuk oleh gery. Myra segera beranjak, merapikan diri sebelum akhirnya ia pergi menuju makan orang tua nya.


" Yank, kamu nggak akan biarkan myra sendirian kan..? " Tanya rose setelah myra menghilang dari pintu unit apartemen.


" biarkan saja, Babe. Myra butuh waktu sendiri untuk menyapa tuan dan nyonya besar, kita biarkan dia sendiri dulu, " Ucap gery menenangkan rose.


" nanti kita pantau lewat honey bee, apakah dia benar ke makam atau malah ke tempat lain nya," lanjutnya lagi.


" Biar ami yang akan ngikutin kakak, bang" kata fahmi yang sudah berdiri, bersiap untuk menyusul sang kakak.


" Lalu? Membiarkan mu mendapatkan kemarahan myra jika dia tahu dia sedang di ikuti ? Baiklah gue nggak akan nglarang lo, " kata gery mengejek fahmi.


Fahmi langsung saja membeku dan bergidik kemudian. Tentu saja ia tahu jika myra pasti akan mengamuk jika ia ternyata di ikuti setelah ia bilang jika ia ingin sendiri.


" Eh, ami lupa cerita, selama 6 tahun ini, semenjak kakak menjalani pengobatan dan study di luar negeri, ami sering berkunjung ke makam tuan dan nyonya besar, "


" tapi, setiap tanggal pernikahan nyonya dn tuan besar, ami selalu nemuin buket bunga yang segar. Ada dua buket, lalu pas tanggal ulang tahun kakak, ami juga menemukan hal sama, tapi beda nya cuma 1 buket loh, " cerita fahmi. yang langsung membuat gery dan rose tertegun dan saling berpandangan. Mencoba menerka cerita fahmi dan siapa yang melakukan itu semua.


💨💨💨


Sementara itu, myra sudah berada di makam ke dua orang tua nya. ia nampak mengenakan kacamata hitam dan masker wajah yang menutupi mulut dan sebagian hidung nya.


" assalamualaikum, mi, pi. Myra datang lagi...."