LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
S2_Bab 29



Senin pagi hari di penthouse myra.


Myra dan rose tentu sudah bangun. Mereka kan berangkat menuju kantor dengan mengendarai mobil sendiri karena gery dan melvin harus datang terlebih dahulu untuk sekali mengecek persiapan meeting mereka.


Myra memakai rok dibawah lutut, atasan kemeja putih dan jas warna biru navy yang menambah aura kepemimpinan nya menyeruak keluar. Rambutnya di gerai dengan hiasan jepit berbentuk honey bee yang tentu nya itu adalah sebuah robot yang sudah di modifikasi sedemikian rupa. Bagaimana pun, besok ia akan tampil di dunia bisnis setelah bertahun - tahun bersembunyi di balik layar.


Sedangkan rose memilih memakai celana bahan dan atasan kemeja merah serta menggunakan blazer dengan warna senada. Rose memilih tatanan rambut yang di ikat ponytail mengisyaratkan jika ia sosok cekatan dan terampil.


" siap untuk mengejutkan ken ?" tanya rose sambil menatap myra dengan ceria.


Dengan ekspresi malu - malu, myra mengangguk. Ketenangan kemarin rasa nya menghilang saat ia ingat jika pagi ini ia akan bertemu kembali dengan sosok KENNEDY LOU ALEXANDER.


" mari kita berangkat, " teriak rose sambil menggandeng lengan myra.


Kedua nya segera melesat menuju kantor KONDOU Inc yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari apartemen.


Tak sampai memakan waktu 10 menit, buggati chiron milik rose terparkir cantik di depan kantor.


Sedikit terlambat memang. Mereka datang pukul 8 lebih 15.


" apakah perwakilan dari ALEXANDER Group sudah sampai ? Seger rose bertanya kepada nona resepsionis yang berjaga. Sedangkan myra nampak membalas sapaan para karyawan yang berpas pasan dengan nya.


" sudah, sekertaris rose. Mereka sudah di antar menuju ruang meeting lantai 8, " jawab nona resepsionis tersenyum.


" oh baiklah, mari mbak, " sapa rose. Ia segera menghampiri myra yang masih saja tenggelam dengan adegan ramah tamah nya. Maklum lah, semua karyawan tentu saja mengenal myra dan ada rasa kangen di hati mereka saat bertemu dengan myra setelah 6 tahun berada di cabang negara S.


" yuk, mereka sudah berada di ruang meeting, seperti nya gery dan kak melvin sudah menyambut mereka, " kata rose.


Segera, myra dan rose menaiki lift khusus menuju lantai 8. Tak terbayangkan degupan jantung myra. Berulang kali rose mendapati myra yang menarik nafas dan menghembuskan nya dengan kasar.


" santai, myr. Rileks. Tarik nafas pelan - pelan. Tahan " kata rose.


" yeee, meninggoy dong gue, " sungut myra keki. Rose hanya tergelak lucu saat melihat myra yang sewot. Ia hany ingin sedikit melonggarkan ketegangan myra.


" ha ha ha, tampang lo udah kayak apaan tau, tenang aja. Semua bakal baik - baik saa, right ?" kata rose sambil tersenyum lembut ke arah myra.


Myra membalas senyuman hangat rose. Ia mulai menenangkan hati nya. Menarik kembali nafas nya dan menghembuskan nya perlahan.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai ke lntai 8.


Di depan sebuah pintu, myra nampak merapikan pakaian nya sedangkan rose sudah nyelonong msuk.


" apa kami terlambat ?" tanya nya sambil menjulurkan kepala nya ke dalam pintu


" tidak, silahkan masuk... " terdengar suara gey menjawab pertanyaan rose.


" mari kita sambut, presdir kita Nona ALMYRA SALSABILA KONDOU .. "


DEG


DEG


Sedangkan dari arah ken, mendengar suara gery meneriakkan nama yang sangat tidak asing bagi nya, ia tak bisa untuk tidak menoleh. memuaskan rasa ingin tahu dari dalam hati nya.


' ALMYRA? Apakah myra ?' batin ken gugup.


Terlihat oleh ken, sosok wanita yang nampak familiar bagi nya. Sangat familiar meski selama 6 tahun ia mengalami perkembangan fisik yang begitu signifikan.


Senyum itu,


Wajah cantik tanpa rasan yang sempat ken lihat saat kecelakaan itu, meski sekarang bertambah semakin dewasa.


Bahkan cara jalan nya, ken sangat hafal.


Sementara bryan, ia terkejut karena mendengar jika sosok presdir KONDOU Inc yang misterius adalah adik angkat nya yang selama hampir 17 tahun ini bersama nya meski sempat terpisah 6 tahun terakhir ini.


Suasana ruang meeting lantai 8 ini sedikit hening dan canggung. Bahkan melvin yang tadi masih memberi komando kepada anggota tim nya ikut terdiam dan menatap ke arah dua sejoli. Myra dan ke yang kini saling bertatapan.


Gery menghela nafas kasar, ia tentu sudah menduga jika pertemuan antara ken dan myra pasti akan menimbulkan sedikit masalah. Tapi ia tidak mengira jika masalah nya sampai seperti ini.


Gery dapat melihat ken yang nampak pucat, terlihat dengan samar oleh nya jika tubuh ken nampak bergetar. Berbanding terbalik dengan keterkejutan yang di alami oleh bryan yang hanya tidak mengira jika presdir mereka adalah myra.


Dalam pikiran ken saat ini, tiba - tiba kelebatan masa lalu nya dengan myra berseliweran di otak nya. Myra kecil yang lucu menampilkan senyuman hangat nya. Lalu bertukar dengan myra yang saat masa sekolah yang mengenakan kacamata tebal nya. Myra yang tersenyum, menangis hingga saat berada di pangkuan nya berlumuran darah. Seakan tumpang tindih dengan sosok myra yang kini berada di depan nya. Yang tengah menatap nya hangat dengan senyuman khas nya.


Rose berdeham pelan, menyadarkan sebagian orang. Ia langsung mengkode semua untuk keluar terlebih dahulu. Memberikan ruang dan waktu untuk kedua nya.


Serentak dan berturut - turut, melvin dan anggota nya, gery dan rose yang sedikit menyeret bryan akhirnya berjalan keluar meninggalkan ken dan myra.


Ken dengan tanpa sadar, segera bangkit. Berjalan menghampiri myra yang masih berdiri dengan anggun nya.


Sedangkan dalam pikiran myra, rasa rindu yang selama 6 tahun lebih ini ia pendam, akhirnya meluap begitu saja. Melihat sosok yang selalu menghantui pikiran nya berada di depan mata nya.


Ken nampak lebih kurus dari pada perkiraan myra. Meski tetap tegap dan semakin tampan dan tinggi. Tapi sedikit kurang dalam segi berat badan nya. Mata nya juga nampak samar - samar memiliki lingkaran hitam. Menandakan jika ken kurang tidur secara terus menerus.


Rose benar, aura ken terasa begitu dingin begitu myra memasuki ruangan tadi. Aura seorang CEO muda yang tak tersentuh.


Tapi saat ini, saat ken beranjak maju mendekat, yang myra rasakan adalah aura kesepian yang semakin mencuat keluar.


Mereka kini berhadap - hadap an, kurang dari satu langkah saja. ken menatap myra sendu. Bahkan air mata nya sudah menetes dari mata nya yang memerah. Tangan nya menggapai wajah lembut myra, jari nya yang gemetaran nampak mengelus wajah myra. Memastikan jika yang berada di hadapan nya ini adalah myra yang asli.


Myra tak kalah sedih, hatinya tercabik saat melihat penampilan ken yang berubah menjadi kuyu saat melihat nya. Ia pun menggenggam jemari ken yang tengah menelusuri nya. Air mata pun tak bisa di cegah nya juga.


" ka.. Kamu akhirnya pulang ?"