
...Terima kasih sudah mengajarkan arti berjuang dan kehilangan`,...
...Sekarang, ijinkan aku untuk pergi dan membawa semua hati ini,~ Almyra Salsabila Kondou....
...Pergilah, pergilah sejauh dan selama mungkin dengan membawa separuh hati dan cintaku`,...
...jika sudah lelah menghukum ku, kembalilah``,...
...Aku di sini akan menanti, menanti dengan seluruh jiwa dan cintaku yang hanya akan ada nama mu,~ Kennedy Lou Alexander....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" MYRAAAAAAA ... "
DEG
Gery menghentikan dorongan kursi roda myra. Semua nya nampak menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara.
Myra sendiri nampak diam membeku tanpa memiliki niat untuk menoleh ke arah suara.
Ia hapal, sangat hapal di luar kepala siapa pemilik suara itu. Karena selama ini hanya suara ini yang akan mampu membuatnya menoleh saat di panggil di tengah kerumunan setelah mendiang orang tua nya tiada.
Suara ini pula yang selalu ia rindukan, berharap jika suara ini akan memanggilnya dengan penuh rasa rindu seperti sekarang ini. Tapi, bukan kah ini sudah sangat terlambat ?
Bahkan myra sudah tidak memiliki keberanian hanya untuk berharap jika suatu saat pemilik suara ini muncul di hadapan nya. Tapi kenapa saat ia sudah memantapkan hati untuk menyerah dia datang ?.
" myra, " panggil ken lagi. Hatinya di penuhi dengan rasa bahagia yang tiada ukuran. Di belakang sana nampak frans, viona, dan bryan, dan juga gerald yang nampak berlari kecil mengejar ken yang berlari dahulu.
Fahmi nampak bersiaga. Bibirnya terlukis seringai kecil saat ia melihat jika ken menangkap umpan nya. Hati nya juga terhibur karena melihat ekspresi kecewa myra dan ekspresi terluka ken saat melihat myra yang bahkan enggan untuk menoleh ke arah nya.
" dari mana lo tahu kami di sini ?" suara datar gery menjawab panggilan ken. Gery tahu, myra sedang shock. Diam - diam ia melirik fahmi yang sedang menyeringai. GEry sedikit kesal karena ia tahu jika ini adalah rencana dari fahmi.
"Ger, gue mohon, biarin gue bicara sama myra," kata ken sambil terus berjalan mendekat. Gery melirik myra yang hanya diam. ia melirik melvin, rose, dan terakhir si bocil perusuh, fahmi.
Frederick tentu tidak menampilkan diri nya, karena di belakang ken ada bryan dan juga frans yang mengetahui jika dia adalah tangan kanan dari pemimpin KONDOU INC. Ia memilih pergi ke ruang tunggu bandara bersama dengan kedua orang tua melvin. Frederick percaya jika Gery dan melvin bisa melindungi nona muda nya. Apalagi banyak anggota tim fahmi yang berjaga dari jarak dekat maupun jauh dengan cara menyamar.
Gery memejamkan mata sejenak. Ia tidak bisa bertanya kepada myra karena ia tahu jika myra saat ini sedang shock. Ia lantas menoleh ke arah rose. Rose mengangguk, pertanda ia setuju untuk memberi kesempatan untuk ken berbicara. Gery menoleh ke arah melvin dan mendapat jawaban yang sama dengan yang di berikan oleh rose. Terakhir,gery menoleh ke arah si biang rusuh, fahmi. Dan ia pun mengangguk.
Gery menghela nafas kasar, tapi kemudian ia menyingkir dan menarik kerah baju fahmi untuk ikut menyingkir. Ken nampak berbinar, melihat gery dan fahmi memberi nya kesempatan.
frans dan juga viona serta bryan dan gerald sampai tepat di belakang ken. Mata viona berkaca - kaca, melihat wajah ayu myra sebagian terlilit perban karena cidera di kepala. Tangan dan kaki yang retak tak lepas dari lilitan perban juga. Dan di tambah myra masih menggunakan kursi roda karena kaki nya belum kuat untuk berjalan sendiri.
Viona membayangkan seperti apa kecelakaan yang menimpa myra dan ken, hingga keadaan myra seperti ini. Viona menerobos ken dan duduk memegang tangan myra.
Myra nampak terkejut, ia terkejut karena ia tidak mengira jika viona juga datang. bahkan wanita paruh baya yang sudah di anggap mommy nya sendiri sedang duduk berlutut di depan nya. Myra mengangkat wajahnya dan menatap ke arah viona yang sudah berurai air mata. myra tersenyum kecil dan tangan nya mulai menghapus lelehan air mata. Tanpa ia sadari jika air mata nya sendiri juga menetes.
" Kenapa tidak pernah menghubungi mommy dan daddy ?" pertanyaan pertama yang viona lontarkan kepada myra.
" kenapa harus sembunyi dari kami ?"
" apa mommy dan daddy memiliki kesalahan terhadap myra ?"
" jika iya, maafkan orang tua ini yang bahkan tidak peka dengan keadaan myra," pertanyaan viona berturut - turut.
Myra hanya bisa diam dan menggeleng untuk menjawab pertanyaan mommy dari ken.
Hati nya tengah berkecamuk, kalut dan bingung. Apa yang harus ia lakukan sekarang ? ia tidak pernah menyangka jika ia sedang di cari oleh keluarga alexander.
Saat mendengar panggilan dari ken saja ia sudah tidak sanggup. Ia hanya takut berharap dan nanti nya akan kecewa kedua kali nya.
Myra menguatkan hati nya untuk menatap mata nyonya alexander. Ia mencoba tersenyum di antara kekalutan nya.
" hai mom, " sapa myra sambil tersenyum kecil. Viona semain terisak saat melihat senyuman myra yang bahkan tidak pernah luntur meskipun keadaan nya sedang kesakitan seperti ini.
" maafin myra ya mom, dad. Myra nggak punya maksud buat sembunyi, tapi myra hanya sedang beristirahat. " jelas myra yang tidak berbohong. Bukan kah ia memang sedang beristirahat pasca kecelakaan ? Istirahat fisik maupun hati.
" lalu, sekarang myra hendak kemana ? " tanya viona yang tidak bisa menahan diri untuk bertanya kemana kah calon menantu idaman nya akan pergi.
myra hanya tersenyum, tidak berniat menjawab. Karena ia bertekad untuk pergi dnn mungkin tidak akan kembali ke negara ini.
Viona yang menyadari jika myra memilih untuk menyembunyikan kemana ia akan pergi, akhirnya memutuskan untuk mengerti.
Frans ikut duduk di samping viona. Membuat myra mendongak berganti menatap wajah frans yang tersenyum lembut ke arah nya.
" putri daddy sudah sehat ?" tanya frans. Myra tersenyum dan mengangguk. Air mata yra akhirnya menetes melihat mommy dan daddy ken ternyata masih perduli meskipun ia sudah memutuskan perjodohan nya dengan ken.
Ngomong - ngomong tentang ken, saat ini ken sedang memperhatikan interaksi myra dan ke dua orang tua nya. Mata ken tetap menatap myra tanpa mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
melihat wajah yang setengah nya ter perban. Kaki dan lengan yang juga penuh dengan perban, membuat hati ken semakin sakit. Pertanyaan nya kini, masih adakah kesempatan untuk nya ? Setelah ia benar - benar sadar jika ia sangat mencintai gadis kecil tetangga nya.
" tidak apa - apa jika kamu tidak mau memberi tahu kemana kamu pergi, tetapi jangan lupa memberi kabar mommy atau daddy, jaga kesehatan, dan jangan lupa ... Bahagia, " terasa sesak sebenarnya frans memberi nasehat ini kepada putri sahabat nya. Ia memiliki insting jika kepergian myra kali ini tidak akan dalam waktu singkat.
Setelah daddy dan mommy ken yang maju, giliran bryan yang juga duduk berjongkok di depan lutut myra.
" hai adik kecil kakak, " sapa bryan dengan senyum dan mata yang berkaca - kaca.
Myra tersenyum lembut saat ia menyadari jika saat ini bryan berada di sana. Sudah sangat lama ia tidak melihat bryan karena sejak myra smp, bryan memilih untuk tinggal terpisah dari frans dan viona.
" kamu mau pergi saat kakak di sini ?" tanya bryan dengan nada bercanda.
" sungguh sangat tega, " lanjutnya mengerucutkan bibir berpura - pura kesal. Dan berhasil membuat myra tertawa kecil.
" kamu mau pergi kemana hm ? "
" tidak mau mengajak kakak ?" tanya bryan. Myra tersenyum tapi menggelengkan kepala. Bryan menghembuskan nafas nya kasar. Ia meraih tangan myra dan mengarahkan ny ke arah dada nya.
" di hati kakak, sampai kapan pun kamu tetap adik kecil kakak. Kamu harus tahu itu, dan jika suatu saat nanti kamu butuh bantuan kakak, kamu bisa menghubungi kakak, kakak tidak akan mengganti nomor ponsel kakak, " kata bryan membuat myra terharu.
Myra menoleh ke arah gery dan mengisyaratkan sesuatu. Gery menunduk, myra membisikkan sesuatu. Gery mengangguk dan segera mengambil barang yang di maksud oleh myra.
Tak lama gery kembali setelah mengambil sesuatu dari anggota tim yang bertugas membawa barang pribadi myra. Ia menyerahkan sebuah benda. Seperti flashdisk. Tapi nampak nya bukan flashdisk biasa.
" kakak, terima ini, suatu saat kakak akan membutuhkan benda ini untuk kebutuhan mendesak. Cari gery atau rose, mereka akan bisa menjelaskan bagaimana cara kerja benda ini, " kata myra dengan suara lirih. Seperti nya myra sudah kehabisan tenaga nya. Sontak tim dokter yang memang berjaga tidak jauh segera menuju ke tempat myra. Tapi myra mengisyaratkan mereka untuk tidak mendekat.
" aku tidak apa - apa , " ucap nya lirih tapi bisa di mengerti oleh tim dokter nya.
Bryan menatap bingung pada benda yan myra berikan, terllihat sekilas seperti flashdisk. Tapi ia yakin jika benda ini tidak sesederhana yang ia lihat.
" terima kasih, kakak akan menyimpan nya sampai kamu kembali, " kata bryan. Myra hanya tersenyum getir. Entah ia akan kembali atau tidak.
Bryan, frans, daan juga viona menyingkir agak menjauh memberikan ruang untuk ken yang sedari tadi menahan diri untuk tidak memeluk myra. Sementara gerald hanya berdiri di belakang ken. Mencoba menopang ken yang sedari tadi nampak gemetar saat melihat keberadaan myra.
Begitu pula dengan fahmi. Meskipun ia yang merancang pertemuan guna membalaskan dendamnya kepada ken, tetapi saat melihat myra yang nampak enggan untuk bertemu dengan ken sudah cukup memberi beban mental kepada ken yang nampak sangat frustasi.
Jadi mereka berdua memberikan waktu. Mereka berdua sempat bertukar pandang untuk saling mengkode. Mereka mengangguk dan perlahan mundur dua langkah dan di ikuti oleh melvin dan juga rose untuk memberi ruang kepada myra dan ken untuk berbicara.
Gerald yang berada di belakang ken pun ikut memundurkan langkah nya.
" myra, " sapa ken sendu. Myra hanya bergeming di atas kursi roa nya. Tidak berniat untuk membalas sapaan ken. Ken menghela nafas kasar.
" apa kabar mu, "
" apa kamu baik - baik saja ?"
Masih belum ada jawaban dari mulut myra membuat ken sedikit kecewa. Tetapi saat melihat myra yang tidak beranjak pergi membuat ken tahu jika myra menghendakinya untuk berbicara dan ia mendengar nya.
" myr, maafkan aku, "
" maaf atas apa yang aku lakukan kepadamu, "
" aku bodoh, aku terlalu menutup mata selama ini,"
' bolehkah aku mendapatkan kesempatan dari mu ?"
Fahmi dan gery yang mendengar nya hanya mencibir, tapi mereka tetap diam. Rose dan melvin hanya diam menyimak apa yang akan di katakan oleh ken.
Myra menatap mata ken, sekuat tenaga ia memberanikan diri untuk menatap mata ken.
DEG
Jantung myra berdetak cepat saat melihat penampilan ken yang nampak sayu. Lingkar hitam jelas menghiasi area bawah mata nya. Beberapa rambut halus di sekitar dagu nya juga tumbuh. Sangat terlihat menyedihkan. Belum lagi tatapan mata ken yang nampak sayu seperti kurang beristirahat dengan baik.
Sekuat tenaga myra menahan tangan nya untuk meraih wajah ken. Myra hanya belum siap jika penyesalan ken hanyalah karena ia merasa bersalah karena myra menyelamatkan hidupnya. Sekali lagi, myra sangat takut untuk berharap. Lebih baik ia melepas semua nya agar tidak lebih menyakiti nya kelak.
" aku sudah memaafkan kamu, ken " kata myra yang terdengar mengalun lembut di telinga ken. Rona bahagia nampak di wajah ken. Ia merasa senang hanya dengan mendengar suara myra.
" tapi ... "
Seketika senyuman di mulut ken luntur saat mendengar kata ' tapi '.
" tapi kta tidak bisa seperti dulu lagi, " lanjut myra tegs.
Hancur sudah hati ken. Myra memaafkan nya, tetapi mengapa myra bilang jika mereka tidak akan bisa seperti dulu lagi? Apakah arti nya myra benar - benar akan menyerah untuk nya ? Tidak, tidak. Ken tidak akan membiarkan ini terjadi. Ken tidak ingin myra menyerah dengan perasaan nya kepada nya.
" tapi my .... "
" maaf ken, lebih baik jika kita saling melupakan, anggap saja kita tidak pernah saling mengenal. Maaf jika selama ini aku membebani mu dengan kehadiran ku, maafkan aku, " kata myra.
Tidak ada yang tidak terharu. Bahkan viona dan rose sudah sesenggukan dengan air mata yang mengalir deras. Keputusan myr tentu saja di mengerti oleh semua orang. Ia yang selama ini berjuang, dan akhirnya di kecewakan hingga ia akhirnya memtuskan untuk menyerah.
Myra memberi kode keada fahmi. Fahmi dan melvin segera mendekat dan membawa myra menjauh. Sedangkan gery yang tengah memeluk rose yang menangis segera ikut menyusul.
Gerald segera mendatangi ken yang nampak shock. Buliran air mata ken mengalir tanpa bisa di kendalikan.
" MYR.. AKU MOHON , MAAFIN AKU, " ken berteriak. Myra masih mendengar tapi ia tetap idak meminta fahmi untuk menghentikan dorongan kursi roda nya. Hati nya juga tengah berkecamuk.
" MYRAA.. GUE SUKA SAMA LO, GUE CINTA LO, " kata ken lantang dan tentu saja di dengar oleh myra karena myra beum terlalu jauh. Ntah fahmi memang seperti nya sengaja memelankan laju kursi roda nya.
Myra mengeratkan pegangan nya di rok yang ia kenakan. buliran air mata semakin laju mengalir membasahi pipi nya. Kenapa ? Kenapa kata yang selalu ia tunggu malah harus terdengar di saat ia mulai menyerah dan memilih untuk pergi ?. Kenapa bukan sedari dulu ken mengucapkan kata itu.
" Pergilah, pergilah sejauh dan selama mungkin dengan membawa separuh hati dan cintaku, jika sudah lelah menghukum ku, kembalilah, Aku di sini akan menanti, menanti dengan seluruh jiwa dan cintaku yang hanya akan ada nama mu, " ucap ken lantang. Ken bangkit dan mencoba untuk tegar. Gerald senantiasa berada di samping nya tanpa kata.
Viona dan frans serta bryan mendekat ke arah ken. Viona dengan linangan air mata nya merengkuh tubuh ken yang rapuh. Ia memeluk anak bungsu nya dengan erat.
" mom, dia pergi mom, benar - benar pergi ninggalin ken, kn harus gimana mom ?" tangis pilu ken di dalam pelukan viona. Viona hanya berusaha menguatkan ken karena ia sendiri pun tengah menangis.
Keluarga alexander menatap kepergian myra beserta rombongan nya hingga mereka nampak menaiki pesawat jet pribadi.
' maaf ken, tapi mungkin ini memang yang terbaik untuk kita. Aku hanya tidak ingin berharap dan nanti nya terluka. Jika memang kamu jodohku, sampai kapan pun kita akan bersatu,' batin myra dengan tangisan di bibir nya.
fahmi nampak kacau, ia tidak pernah menyangka jika rencana nya akan mengakibatkan situasi penuh drama seperti ini.
" kamu yakin aka tetap berangkat ?" tanya gery yang mendekat. Mereka sudah tiba di bawah pesawat jet yang akan membawa myra, frederick sert tim dokter terbang ke negara S.
Myra mengangguk dan tersenyum meskipun semua orang tahu jika senyum itu sarat akan kesedihan.
" aku titip semua di sini kepada kalian. Fahmi, ingat tugas mu, kali ini kakak maafin kamu. Terima kasih, " ucap myra. Fahmi mengangguk dan hanya terdiam. Rose sekali lagi memeluk myra dan menangis lagi.
" lo harus cepat sembuh, jaga kesehatan. Jangan lupa bahagia i sana " pesan rose sendu. Myra mengangguk dan tersenyum. Melvin memilih tidak berbicara apa - apa. Sedangkan ibu melvin sudah hampir tak sadarkan diri karena kebanyakan menangis.
" sudah jangan menangis, kalian juga harus sehat. Jangan lupa kunjungi aku, " kata myra.
Ia bersiap naik dengan di gendong ala bridal style oleh frederick. Sekali lagi ia menatap ke arah keluarga alexander yang masih meunggu pesawat nya lepas landas. Myra tersenyum kecil.
' selamat tinggal negara I. Selamat tinggal ken, ' batin nya.
💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨
...THE END...
.
.
.
ALIAS BERSAMBUNG, INSYA ALLAH.
Huwaaaaa akhirnya selesai juga. 2400 kata loh khusus untuk last episode ini. 🤗🤗😱.
Kenapa ? Ngegantung ?
Memang dari awal konsep cerita sudah aku bikin kayak gini ending nya. Karena insya allah akan ada season 2 nya.
Tapi sebentar ya, aku atur nafas dulu. Mau fokus ke cerita rama sama aya yang masih awal.
Terima kasih untuk semua pembaca yang udah mengikuti karya ku. Mulai dari si polos quinsha, sampai sekarang si naif almyra🤣🤣🤣.
Semoga terhibur. Dan tunggu untuk season 2 nya.
Sekali lagi terima kasih atas semua dukungan nya....❤️❤️❤️❤️❤️😘😘😘😘.