LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
S2_Bab 55



" kenapa kamu sudah sampai sini?" myra mengulangi pertanyaan nya untuk ken. Ken menatap myra penuh cinta yang membuat gerald rasa nya ingin muntah.


" entahlah, dia langsung menyuruhku untuk menjemput nya di bandara, padahal aku juga baru sampai ke negara ini, " gerald tanpa sungkan langsung duduk di kursi yang kebetulan tersedia lebih di meja myra.


Ken melepaskan pelukan nya kepada myra, namun ia dengan sengaja mencium kening myra. Myra mendelik dan memukul pelan lengan nya.


" nakal " mata myra melotot namun pipi nya nampak mulai merona. Kedua nya pun duduk. Kali ini ken mengambil posisi duduk di samping michael. Sehingga myra berada di antara gerald dan ken.


Michael melihat interaksi ken dan myra sedari awal. Dia tentu saja sadar dengan kesengajaan yang ken lakukan. Jangan tanya bagaimana perasaan nya ! Tentu saja SAKIT !.


Michael nampak memindai penampilan ken. Postur tinggi, hidung mancung alis tebal dan menukik. Bibir yang lumayan seksi untuk ukuran pria. Ken juga nampak memancarkan aura eksekutif muda dengan stelan jas mewah nya. Dan tentu saja, ken masih muda sama seperti myra. Oke, mike. Lo kalah !


Ken juga melakukan hal yang sama dengan michael, ia memindai wajah michael dengan tatapan elang nya. Michael cukup tampan, tidak - tidak, ia memang tampan. Tanpa sadar hati ken sedikit gundah. Michael cukup kuat menjadi saingan nya. jika myra tidak memiliki cinta untuk nya, ia bisa pastikan jika myra pasti sudah jatuh cinta kepada michael.


Sementara michael dan ken sedang berperang mata, gerald dan myra terlibat percakapan yang seru. Kedua nya sama - sama menumpahkan kangen mereka.


" kamu sama sekali nggak berubah " ucap myra sambil tersenyum, ia sedikit menyeka air mata nya yang tiba - tiba jatuh.


" hei, little queen, nggak usah nangis. Gue kangen banget sama lo, kenapa lo nggak hubungin gue ? Lo marah nya ke ken, kenapa gue juga kena ?" ucap gerald mengerucutkan bibir nya. Berpura - pura kesal dan marah.


Myra terkekeh pelan saat gerald memanggil nya little queen. Itu adalah panggilan yang di sematkan oleh bryan dan gerald untuk nya.


" kamu masih saja ingat dengan panggilan itu, " senyum myra.


" maafkan aku, he he. Aku tahu karena ken pati akan datang kepada mu, jadi aku terpaksa bersembunyi dari mu juga, " jawab myra.


" hmm, tidak sepenuh nya salah sih. Bocah gila itu memang sangat menyusahkan ku akhir - akhir ini, " ucap Gerald dengan nada setengah merajuk.


Myra semakin tertawa lebar. Ia tentu saja tahu tabiat ken, yang selalu bercerita kepada gerald.


" dia hampir gila, lo tahu ? Sebulan keberangkatan mu, ken berubah menjadi penebar teror !. Dia mendatangi gery, rose bahkan kak melvin ! Di bahkan membuat keributan di toko elektronik mu, hampir setiap cabang toko mu di geledah ! " cerita gerald saat mengingat kejadian kala itu. Myra antusias mendengar cerita gerald. Bagaimana pun memang gery dan fahmi tidak menceritakan kisah itu.


" belum lagi ia selesai dengan cabang satu, ia menyeret ku untuk langsung ke cabang selanjutnya. Haaaahhh, saat itu gue benar - benar ingin sekali membenturkan kepala nya ke tembok ! "


Fahmi tiba - tiba merasakan punggung nya dingin, ia mengelus tengkuk nya yang merinding. Mata nya mulai menyapu sekeliling nya. Memindai siapa yang tengah diam - diam menatap nya dengan aura dingin. Mata nya berhenti saat mendapati ternyata kakak nya tengah melotot kejam ke pada nya. Fahmi menelan ludah ya kelat. Apa salah ku?.


" bukan hanya itu tingkah gila nya, dia memaksa mommy viola untuk mengijinkan nya tinggal terpisah, alhasil ia pindah ke apartemen pribadi yang di beli nya dari hasil nya menjadi content creator."


" dia tiba - tiba menyeret ku ke ruang kepala sekolah, membantu ku bicara kepada pak samuel untuk mengambil kelas akselerasi bersama nya !. Gila myr. Gue jadi ikut - ikutan belajar bagai kuda !" cerocos gerald dengan nada masih sengit. Seolah myra adalah tempat nya curhat. Menumpahkan segala keluhan nya mengenai ken.


Myra yang mendengar nya hanya bisa tergelak saja. Ia tentu bisa membayangkan bagaimana tersiksa nya gerald karena ulah ken. Beruntung otak gerald juga mumpuni untuk di jejali pelajaran.


" gue tahu, myr. Meskipun ken sangat brengsek, bajin*an, bodoh dari seluruh oran bodoh karena menyakiti mu, tapi gue bisa lihat selama 6 tahun ini ia sangat tersiksa dengan rasa penyesalan nya. Ia di hantui dengan kesalahan nya sendiri. "


Hampir tiap hari ia meminum obat tidur untuk membuat nya terlelap, lingkaran hitam di mata nya sudah membuat nya bak mayat hidup kala setahun kepergian mu."


" entah karena apa, malaikat mana yang merasuki nya, dia mulai merbah hidup nya, ia makan dnegan benar, tidur dengan tenang meskipun masih sering insomnia. Hanya saja ia menjadi begtu dingin kepada orang lain, bahkan dengan ku saja ia hanya bicara sepatah dua patah kata. Sungguh menyebalkan perubahan nya tapi kami semua bersyukur. Setidak nya dia tidak harus meminum obat - obatan penenang. Tiba - tiba saj ia begitu bersemangat untuk sekolah, kuliah S1 hanya butuh 2,5 tahun, lalu 1 taHun ia mengejar S2 dan akhirnya memegang ALEXANDER, " gerald selesai bercerita hingga ia tak sadar menitikkan air mata nya. Mata myra pun tak kalah berkaca - kaca. Mesipun ia sudah pernah mendengar kisah terpuruknya ken dari fahmi, gery, dan viola, tetap saja ia tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis.


" terima kasih sudah menjaga ken, gerald. " ucap myra dengan tulus. Gerald hanya membalas dengan senyuman dan tak lupa mengacak rambut myra.


" lalu, bagaimana dengan kehidupan mu ? Sebenar nya lo sembunyi di mana ? Kami bahkan pernah ke luar negara, mengecek beberapa penerbangan tetapi hasil nya nihil" tanya gerald yang cukup penasaran.


" aku ada di negara S " jawab myra dengan santai. Sementara gerald, ekspresi nya sama seperti ken dan bryan waktu pertama kali tahu dimana myra berada selama 6 tahun ini.


" yang bener lo? Edan lah !! Gue sama ken sampai pergi ke new y**k, peran**s tahu nya lo cuma ke negara S? Ck ck ck, parah parah " gerald protes dengan heboh nya.


" yaa, memang sekalian aku melakukan perawatan di rumah sakit sana, memang sedari awal aku sudah memiliki niatan untuk meneruskan sekolah di negara itu, " ucap myra mengangkat bahu sambil tertawa.


" gerald dan myra akhirnya mengobrol dengan heboh lagi tanpa memperhatikan sekitar. Tanpa menyadari jika suasana di sekitar ken dan michael sudah nampak memanas.


...----------------...


" jadi, kamu yang bernama ken ?"