LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
Bab 37



" aku minta maaf, karena seperti nya kamu nggak bisa kerja paruh waktu di tempat myra, " kata ken hati - hati. Bagaimana pun ia tahu jika lusi sangat mengharapkan bisa kerja dan dekat dengan myra. Tapi ia merasa jika myra sudah keterlaluan dengan mengacuhkan lusi selama lusi mendekati atau mengajaknya bermain.


lusi menatap sendu ke arah ken. seolah ia baru mengharapkan sesuatu yang besar tapi terhempas dengan kenyataan. seolah - olah ia merasa sangat terzolimi.


tapi lusi segera menampilkan senyum yang terkesan terpaksa.


" nggak apa - apa kak, apa karena myra tidak memperbolehkan aku untuk ikut kerja paruh waktu di tempat nya seperti gery ?" taya nya lesu.


" bukan, aku belum sempat bertemu dengan nya. tapi aku pikir, kamu kan pacar aku. jadi aku aja yang akan berusaha bantu kamu, " terang ken blak - blak an.


' uh, jackpot banget. tanpa aku haru memutar cara untuk memerasnya, ia malah menawarkan diri, ' batin lusi.


" maksud kakak gimana ?" tanya lusi. ia ber pura - pura tak mengerti.


" tuh kan panggil kakak lagi, "jiwir ken di hidung lusi.


" hi hi hi, maaf - maaf, habis nya aku belum terbiasa," bela lusi manja.


" hem, senyaman nya kamu aja deh sayang, " pasrah ken.


" ha ha ha, maaf deh sayang nya lusi. jadi , apa maksud kakak tadi ?" tanya lusi lagi.


" ehm, mengenai uang saku kamu dan juga jhonson, bagaimana jika aku dulu yang akan membantu ?" kata ken pelan - pelan.


" maksud nya ? kakak mau ngasih aku uang saku ?" pekik lusi.


" engg.. enggak kak, lusi nggak mau, nanti lusi akan di cap sebagai gadis apa ? lusi bakalan di bilang matre jika ada yang tahu kakak ngasih aku uang. nanti banyak yang bilang jika lusi adalah pacar yang matre, " kata lusi histeris. ken nampak terkejut dengan reaksi yang di tunjukkan lusi.


lusi nampak sangat terkejut dan sedikit over dengan reaksi nya. seperti pernah mengalami trauma.


" sayang, hei sayang, tenang lah, " ken mengguncang bahu lusi menenangkan lusi.


" sudah ya, hei, dengarkan aku , " kata ken setelah lusi sudah mulai tenang.


" kamu kenapa ? kok gitu reaksi nya, " tanya ken lembut. ken memilih untuk mengajak lusi duduk di bangku dekat parkiran motor.


suasana memang sudah sepi karena anak - anak lain sudah pulang sedari tadi. kini hanya tersisa beberapa kakak senior kelas tiga yang sedang melakukan belajar bersama dengan beberapa guru.


" lusi cuma nggak mau di anggap matre sama orang tua kakak, " ucap lusi sendu. ken mengernyit heran.


" kok jadi ke orang tua ?" tanya ken. lusi menghela nafas nya kasar.


" lalu mama nya mendatangi lusi ke sekolah, beliau menghina lusi, beliau bilang kalau lusi matre, cewek nggak bener, cewek j*al*ng, hingga lusi di tampar ber kali - kali".


" padahal lusi nggak pernah minta buat di belikan barang - barang itu, " lusi bercerita hingga pecah tangis nya. ken nampak mendengar dan menyimak cerita lusi. ia menenangkan lusi yang menangis dengan mengusap bahu lusi dengan lembut.


" sssh ssh, cup cup cup. sudah ya, jangan di pikirkan lagi, kan hanya masa lalu, " hibur ken.


" tapi lusi nggak salah kak, tapi kenapa lusi yang di permalukan ? gara - gara kejadian itu, semua murid mengecap lusi sebagai gadis murahan, gadis matre. bahkan lusi sempat depresi dan sempat nggak masuk sekolah dalam jangka waktu yang lama, " kenang lusi.


ken nampak terkejut dengan pemaparan lusi. ia tidak menyangka jika gadis yang selama ia kenal adalah sosok periang, ceria dan polos ini akan mendapatkan trauma hingga menyebabkan ia depresi.


lusi memang mengalami depresi. tetapi bukan karena kasus yang ia ceritakan. melainkan karena di tinggal kekasihnya sebelum jhonson. dan saat itu ia tengah hamil.


di usia 13 tahun, ia sudah sangat terjerumus dengan hal - hal yang negatif karena kurangnya kasih sayang orang tua yang broken home. ia tidak mengalami kekurangan secara finansial, karena papa kandung ya masih tetap memberi nya tunjangan uang. begitu juga dengan ayah tiri nya.


tapi ia di tinggal di rumah yang besar sendirian hanya dengan beberapa pelayan yang menemani nya. dia memang depresi hingga kabur dari rumah dan berujung pengguguran janinnya serta pertemuan pertama nya dengan jhonson dan menjadikan nya semakin terjerumus ke kehidupan hitam nya.


jhonson yang saat itu berpenampilan rapi dan memberikan senyuman yang ramah kepada nya. mulai menawarkan kasih sayang yang selama ini sangat ia ingin kan. perlahan - lahan memasuki kehidupan nya. ia di kenalkan dengan lingkungan yang sama dengan nya. kumpulan anak dari keluarga broken home. mulai berkenalan dengan minuman keras, hingga se*s bebas. hingga akhirnya mencoba obat - obatan. dan kini ia pun ikut sebagai pengedar.


" kamu memang nggak salah sayang. Karena kamu nggak meminta."


" sudah - sudah, kamu jangan sedih lagi ya, kan itu cuma masa lalu. Lagian kamu juga sekarang juga ada di sini. Di sini aku akan menjaga mu, " hibur ken. Lusi mengangguk dan tersenyum.


" tapi aku tetap tidak bisa menerima bantuan dari kakak, " kata lusi sendu.


" kenapa ?" tanya ken penasaran.


" aku takut jika nanti nya kakak yang malah menganggap ku cewek matre. Apalagi aku nggak tahu bagaimana perkembangan bisnis papa di sana, "


" lebih baik jika aku dan kakak ku mencari pekerjaan paruh waktu yang bisa menyesuaikan dengan jadwal sekolah kami, " jelas lusi yang masih menolak bantuan ken.


Lusi sangat pandai memainkan trik tarik ulur kepada ken. Andaikan ken tahu yang sebenarnya lusi pikirkan.


" kenapa kamu terus menolaknya ? Jika nanti kamu dan kakak mu harus bekerja, bukan kah malah akan mengganggu konsentrasi belajar kalian ?" tanya ken.


" tapi kak, biaya kami berdua pasti akan sangat besar, nanti nya kakak akan di tanyakan oleh orang tua kakak jika kakak mengeluarkan banyak uang. Dan nanti nya orang tua kakak akan mencari tahu tentang aku, aku takut kak," sendu lusi.


' ayo cepat bujuk aku lagi, dan masuk lah ke dalam jerat ku lebih jauh lagi, ' batin lusi tertawa jahat.


" ha ha ha, kamu tenang saja sayang, uang yang akan aku berikan kepadamu nggak akan meminta dari ke dua orang tua ku kok, "