
" bu, meski myra jauh di negara sana, myra akan tetap hubungi ibu dan ayah, myra tentu saja nggak akan lupain ibu, apalagi sampai nggak hubungin ibu, "
" jadi ? Myra memang ada keinginan untuk kembali meninggalkan negara ini lagi ?"
" setelah proyek ini selesai, myra akan berangkat ke negara S lagi ? Begitu ?" tanya nyonya kusuma.
Myra tertegun saat sebuah rencana cadangan nya dapat di tebak dengan mudah oleh nyonya kusuma.
Memang benar, myra memang memiliki niat untuk kembali ke negara S lagi. Ia masih merasa takut utuk kembali sepenuh nya ke negara yang menjadi tempat kelahiran nya ini.
Tapi saat ia mendengar pertanyaan dari ibu melvin, ia merasa trenyuh di hati nya. Lihatlah, bahkan tatapan wanita paruh baya di depan nya ini membuat luluh hati nya.
Dalam hati ia merasa bersyukur, karena di sekeliling nya ada banyak orang - orang baik kepada nya.
" myr, apa lo memang belum bisa untuk menghadapi semua ? Apa masih ada keraguan untuk kembali ke sini sepenuh nya ?" tanya rose hati - hati. Sedari tadi ia mendengarkan pembicaraan antara myra dan nyonya kusuma.
myra terdiam sejenak, menutup mata dan membuka nya kemudian. Ia juga nampak menghela nafas pelan. Lalu tersenyum sambil menatap ke arah rose dan nyonya kusuma secara bergantian.
" aku, ... tentu saja ingin sekali menetap di sini selama nya, bagaimana pun di negara ini aku di lahir kan. Lagi pula papi dan mami juga ada di sini, "
" tapi, entah kenapa, hati ku sedikit mengganjal. Entah karena apa, aku masih belum yakin, " ucap myra tersenyum getir.
' lo pasti masih mikirin ken, iya kan myr ?' batin rose menatap sendu myra.
" nak, lepaskan apa yang menjadi beban di hati mu. Ibu tidak tahu apa itu, tapi coba lh untuk mengikhlaskan semua nya, "
" sedari dahulu, ibu dan ayah selalu mengajarkan kepada melvin dan darren untuk selalu menerima takdir yang terjadi, ibu percaya, jika itu jodoh kita, apapun yang terjadi, apapun yang menghalangi, maka tetap takkan kembali kepada kita, " ujar nyonya Kusuma dengan menatap penuh arti ke arah myra.
Myra tersenyum dan mengangguk untuk membalas tatapan ibu melvin. Sedikit banyak ia tentu paham mengenai maksud yang di ucapkan nyonya kusuma itu.
" eh, ngomong - ngomong mengenai makam papi dan mami mu, ibu mau cerita deh, " kata nyonya kusuma tiba - tiba.
Myra dan rose segera mendekat dan memasang telinga nya lebar - lebar.
" dulu myra pernah memberi tahu mengenai tanggal pernikahan mendiang orang tua myra kan, ibu dan ayah serta kakak dan adik mu selalu mengunjungi mereka setiap tahun selama kamu di negara S, "
" kami berkunjung sehari setelah tanggal pernikahan mereka, tetapi ada sedikit hal yang mengganjal hati kami berempat, "
" selalu saja ada dua pasang buket bunga yang nampak masih segar, seolah - olah baru kemarin di letakkan di sana, dan itu terjadi setiap tahun, " cerita nyonya kusu,a.
DEG
' siapa yang datang selain aku ? ' bingung myra dalam hati. Pasal nya ia jelas tahu salah satu dari pasang buket yang ibu melvin maksud. Tak lain adalah buket dari nya.
Tetapi siapa yang menaruh sepasang lain nya ?
Rose memandang myra yang kebetulan juga sedang menatap nya.
" bukan gue, gue, ayah dan fahmi pun hanya bunga biasa, "sanggah rose cepat.
Myra berpikir sebentar dan mencoba menerka siapa yang sudah melakukan hal tersebut.
Siapa ?
Siapa yang menaruh buket di makam ke dua orang tua nya?
apa mungkin .... Mommy ? Daddy ? Atau malah ... Ken ?
Myra menggeleng pelan saat memikirkan nama paling terakhir. Memang selain frederick dan anggota inti perusahaan, keluarga ALEXANDER juga mengetahui tanggal pernikahan ke dua orang tua nya. Itu karena di masa lalu, ke dua keluarga itu selalu merayakan meski hanya sekedar makan malam bersama. Begitu pula jika tanggal pernikahan ke dua orang tua ken tiba, mereka bergantian melakukan perayaan.
" lo tahu siapa, myr ?" tanya rose hati - hati saat melihat myra nampak menggelengkan kepala dan mengerutkan kening nya.
" hmmmm, tapi gue nggak yakin, dan bisa saja gue salah, karena seperti nya bukan ... Dia" jawab myra pelan.
rose dan nyonya kusuma saling berpandangan dan mengangguk. Seolah mereka tahu siapa yang di maksud oleh myra.
" kenapa nggak mungkin ? Menurut gue malah kemungkinan besar memang dia, " tanggap rose santai. Diam - diam rose memang berharap jika yang mengunjungi makam nyonya dan tuan besar memang yang berada di dalam pikiran nya.
" tapi untuk ap ... '
" myr, lo harus berubah, jangan merasa rendah hati seperti ini ! Lo sadar nggak jika selama ini ken suka sama lo, pertama gue ngelihat dia, cara merhatiin dia ke lo, itu udah nunjukin jika dia ada rasa ke lo, " potong rose gemas dengan sikap tidak percaya diri myra.
" tapi ka ,,, "
" nggak ada tapi - tapi an, myr. Mungkin memang dulu ken salah jalan hingga ia bareg lusi. Nama nya juga masa muda. Doi nggak ngerti sama yang dia rasain. Bagaimanapun, kalian sudah maen bareng sedari kecil. TK, SD bahkan sampai ke SMA kalian bertemu. Di rumah juga masih ketemu, "
" mungkin lo emang udah tahu jika lo punya rasa cinta, tapi ken belum tentu langsung paham kalau rasa di hati nya itu cinta, "
" coba lo pikir lagi, lo inget - inget lagi. Saat kita baru ketemu, saat itu gue lo ajak ke rumah, ketemu RANIA, kita bertiga sama gery, gery keluar buat pulang sedangkan gue nginep di rumah lo, "
" tiba - tiba ken nyamperin lo kan ? Nanya siapa gery ? Padahal gery kan temen kalian, sekelas pula ? Itu arti nya apa ? Dia ngerasa nggak nyaman saat lo dekat - dekat sama cowok lain, cuma dia nya aja yang nggak peka sama perasaan nya sendiri, "( baca bab 17 season 1 )
Rose nampak menarik nafas karena kecepatan berbicara nya. Rose nampak menggebu - gebu karena ia merasa gemas dengan myra yang begitu oon. Sedangkan nyonya kusuma hanya terkekeh mendengar rose yang menceramahi myra. Myra pun dengan pasrah nya hanya menunduk. Sungguh pemandangan ini sama sekali nggak mencerminkan wibawa seorang pemimpin perusahaan IT internasional. Pemandangan yang lebih cocok sebagai adegan emak yang ngomelin anak nya !.
" dan bukan hanya pas sama gery, saat itu ken juga udah mulai deket sama lusi. Tahu saat kak melvin nyamperin lo ke kelas buat bahas lomba ? Ken bahkan langsung berteriak di depan lo !" tandas rose telak.( baca bab 28 season 1)
Myra terdiam, ia lalu mulai mengingat setiap peristiwa yang di ucapkan oleh rose.
" jadi, ini semua salah gue, gitu ?"