
BRAKK
" kakak nggak apa - apa kan ? Si bajin*an ini nggak ngapa - apain kakak kan ?" ucap fahmi menerobos masuk ruangan begitu myra sudah menyuruh mereka semua untuk masuk.
Fahmi bahkan langsung berdiri di depan myra. Menghalangi pandangan ken kepada myra.
Sudut bibir ken berkedut. Sebenar nya ken sangat penasaran. Kenapa bocah ini selalu memandang dengan tatapan penuh permusuhan dengan diri nya. Namun Ken hanya diam dan tersenyum hangat kepada fahmi. Ia ingat pria kecil ini. Ia pernah beberapa kali menangkap basah fahmi yang sedang memperhatikan nya dari kejauhan. Tapi ken tidak tahu jika myra memang menyuruh fahmi untuk menjaga nya dari kejauhan.
" mi, tenang lah, kakak nggak apa - apa, " ucap myra lembut.
Gery dan rose serta melvin hanya bisa menghela nafas serta menggelengkan kepala mereka melihat betapa posesif nya fahmi kepada myra.
" tapi kak, dia ... "
" dia kenapa ? Bukan kah kamu juga bilang jika bang ken sudah berubah ? Kan kamu sendiri yang mastiin " goda myra. Membuat fahmi kicep.
Sementara ken nampak mengangkat alis nya heran. Apa maksud ucapan myra.
Sementara bryan, ia nampak berkaca - kaca menatap myra dari belakang tubuh ken. Bryan perlahan melangkah maju dan melewati ken dan fahmi begitu saja.
Ia menatap myra dengan sendu. Lalu meraih myra ke pelukan nya.
" abang kangen banget sama kaku, dek. Kemana aja sih ?" tanya bryan sambil memeluk myra.
" myra kan udah di sini bang, kok malah nangis sih? Cengeng ah " goda myra. Bryan melepaskan pelukan nya.
Bryan menatap myra dengan lembut. Benar kata myra, bryan tengah meneteskan air mata haru dan bahagia nya. Gadis kecil yang selalu ia gendong sewaktu kecil sudah tumbuh menjadi seorang wanita yang beranjak dewasa dan pintar.
" kenapa abang nggak bisa bobol atau pun melacak kamu, hah ? Ternyata selama ini abang menghadapi lawan yang jauuuh di atas abang " cemooh bryan kepada diri nya sendiri. Ia menatap bangga kepada gadis kecil nya ini.
Myra hanya bisa tersenyum dan tersipu mendengarkan pujian bryan.
" pokok nya nanti kamu harus ke mansion. Mommy dan daddy pasti akan sangat bahagia ngeliat kamu udah pulang, " ucap bryan.
" insya allah, bang " jawab myra.
" kenapa insya allah ? Jangan bilang jika kamu bakalan balik ke luar negeri lagi, " selidik bryan. Myra tersenyum kikuk dan melihat ke arah ken.
Mata ken sudah merah dan tatapan nya mulai menyendu. Tangan nya sudah terkepal erat membayangkan jika myra akan kembali bersembunyi dari nya lagi.
" insya allah ...... Nggak bang, myra akan di sini. Cabang di negara S bisa di pantau dari sini karena sudah stabil, " jawab myra.
Jantung ken berdebar senang mendengar jawaban myra. Hati nya kini penuh dengan tekad. Ia harus segera merebut hati myra yang mungkin sudah mulai goyah mencintai nya.
" kenapa lo nggak larang abang gue buat deketin myra ? " tanya ken kepada fahmi yang hanya membiarkan bryan memeluk myra.
Fahmi mendengus dan sedikit mengejek ken.
" ami, jangan terlalu galak, kakak nggak suka, " ujar myra lembut saat mendengar nada bicara fahmi yang selalu ngegas jika bicara dengan ken.
Fahmi menunduk dan mengepalkan tangan nya. Kakak nya memang terlalu baik ! Tapi fahami juga tidak ingin myra selalu sedih. Bagaimana pun, myra hanya mencintai ken. Dan tugas nya hanya harus melindungi myra lebih ekstra lagi.
Rose dan gery hanya diam di kursi mereka, menonton drama picisan. Gery bahkan menguap dan rose dengan setia malah membelai kepala gery. Menambah rasa kantuk semakin menjadi. Mana gery tadi pagi harus berangkat lebih awal kan, jadi lah sekarang mata nya mulai mengantuk apalagi diri nya di sodori drama picisan seperti ini.
" ini kapan mulai nya sih, babe ?" tanya gery kepada rose.
" sebentar lagi sayang, kak melvin lagi panggil anak produksi dulu, " jawab rose dengan sabar. Rose sangat hapal dengan tabiat gery yang gampang bosan jika harus menunggu. Gery tipe orang yang sat set.
" bos, sekitar 5 menit lagi anak anak akan segera kumpul, " kata melvin menginfokan. Ia tengah asik dengan ponsel nya untuk menghubungi para anak buah nya yang ternyata kocar - kacir. Karena melvin tadi memberi izin untuk bersantai 2 - 3 jam saat ken dan myra tengah berbicara. Siapa yang tahu jika mereka malah memutuskan untuk menyingkat pembicaraan mereka hingga 1 jam. Jadi lah anak - anak produksi masih ada yang ke kantin atau hanya sekedar nongkrong menunggu teman nya.
" nggak apa kak mel, insya allah meeting nya juga nggak lama kok, materi nya insya allah mudah lah, " sahut myra santai.
Ken dan bryan menatap myra dengan tatapan kagum. Terutama ken, ia tidak pernah mengira jika gadis yang pernah ia sakiti itu adalah jenius KONDOU yang selalu menyembunyikan diri. Semakin menyesal lah diri nya.
" oh iya, ibu kemarin kan nggak jadi bawain bekel buat lo, jadi nya nanti dia kirim buat makan siang. Nggak apa kan ? Kemarin ibu sama bapak mendadak ada acara, " ucap melvin yang berbicara secara informal.
" wah ? Beneran ? Asyiikk.. Boleh - boleh. Bilangin ibu atuh kak, myra mau ada lalapan nya, " ucap myra antusias.
Melvin terkekeh, namun ia segera mengangguk dan mengambil ponsel nya untuk mengetikkan pesan kepada sang ibu. Request dari anak gadis nya !.
" kak myra jadi minta nasi tiwul ke ibu ? Dasar, kan jadi ngerepotin ibu, kak !" protes fahmi.
" ya lagian nungguin kamu mah lama, ami. Ami kan sibuk kuliah, terus langsung ke markas, " bela myra. Fahmi hanya mencebik.
Ken dan bryan nampak melongo melihat sikap yra yang sangat antusias. Di dengar dari pembicaraan mereka, seperti nya mereka tengah mendiskusikan sebuah makanan.
Tak lama kemudian, nampak tim produksi mulai memasuki ruang rapat. Gery dan rose segera beranjak dari kursi malas mereka dan segera memulai rapat. Bryan dan ken nampak menyimak dengan serius penjelasan dari myra.
" .... Jadi inti nya, nanti nya setiap unit yang sudah selesai di bangun dan di lengkapi dengan furnitur, tim kami akan menyisipkan dan mengkolaborasikan sistem kami. Nanti nya kita akan memadukan sistem dan peralatan rumah tangga. Kasar nya, kita membuat sebuah benda mati bisa mengerti dengan ucapan dan perintah kita. Tentu nya hal ini hanya bisa di akses dengan gelombang suara pemilik rumah dan anggota keluarga atau orang - orang yang di daftarkan gelombang suara nya. Sehingga nanti nya saat di aktivasi sistem akan mengenali sang tuan. Hal ini sangat penting untuk menghindari ada nya tindak kejahatan yang mungkin saja terjadi seperti ada nya perampokan."
" selain untuk melakukan pekerjaan rumah tangga dengan sistem AI, rumah pintar ini juga akan di lengkapi dengan sensor keamanan rumah. Seperti sengatan listrik untuk mencegah ada nya maling yang akan menerobos ke dalam. Demikian ada yang ingin di tanyakan ?" ujar myra menjabarkan sistem RANIA.
PROK PROK PROK
.
.
.
Selamat HARI RAYA IDUL ADHA BAGI YANG MERAYAKAN ❤️❤️