
" tunggu myr, jangan bilang kalau kesibukan mu karena akan jalan sama si cupu itu !" kata ken tajam. Ia menghadang langkah myra yang akan menemui melvin yang tengah menunggu di depan kelas.
" apa maksud mu KENNEDY ! " bukan myra yang menjawab. Melainkan gery yang ternyata sudah datang dari tempat rose dan mendengar ucapan ken terhadap myra. Ken mendengus.
" lo nggak usah ikut campur, ger" sewot ken. Myra hanya mematung mendengar ucapan ken tadi.
" lalu apa maksud ucapan lo tadi, bisa kah lo nggak salah sangka terhadap myra ? Bukan kah dia teman dari lo kecil ?harus nya lo lebih mengenal myra " sanggah gery, ia mendekat dan melepas cengkeraman tangan ken kepada myra. Myra hanya berlari keluar karena sudah tidak kuat menahan air mata nya yang akan menetes itu.
" lo nggak pantas buat ngomong kayak gitu ke myra, " delik gery lagi. Ken hanya diam mencerna. Entah kenapa perasaannya tak menentu, emosi nya naik begitu ada kakak senior mereka mencari myra.
Lusi yang tengah mengamati suasana hanya tersenyum menyeringai dalam diam nya. Ia sedang mengumpulkan potongan - potongan puzzle tentang apa hubungan ken dengan myra.
Dan tadi ia mendengar dari gery jika myra dan ken adalah teman dari kecil. Lalu ia juga menemukan fakta jika myra suka terhadap ken.
' ha ha ha, ini akan semakin menarik, gadis biasa itu suka sama ken, akan aku rebut ken, ' batin lusi.
" kak, sudah lah, mungkin memang myra nya sedang sibuk." kata lusi lagi. Ken hanya mengangguk lesu. Pikiran nya masih memikirkan ucapannya kepada myra yang spontan ia ucapkan. Dala hati nya ia merasa menyesal.
Sedangkan gery melirik ke arah gerald yang hanya menggelengkan kepala nya karena tingkah ken.
" jangan sekali - kali lo nyakitin bos gue,karena lo bakalan nyesel " bisik gery kepada ken. gery memilih berpindah tempat duduk sekarang. Ia akan mengajak myra untuk duduk di kursi yang sama saat semester 1 dulu. Yaitu di pojok kiri paling belakang. Ken hanya mengamati tingkah laku gery dengan tatapan nanar.
" loh, ger. Balik lagi ke ini ?" tanya salah satu teman nya yang dulu satu baris dengan nya dan myra.
" iya nih, di depan nggak bisa molor gue, di pantau guru terus, " jawab gery sekena nya. Temannya hanya percaya dengan ucapan gery.
Sementara itu myra..
Ia menemui melvin yang tengah duduk di bangku depan kelas nya. Oa mengusap air mata yang sempat menetes tadi. Melvin mengetahui nya.
" ad.. Ada apa myr, kamu oke ?" tanya melvin.
" nggak apa - apa kak mel, he he he " jawab myra dengan senyum palsu nya. Melvin memilih untuk tidak ikut campur.
" kalau suasana hati mu lagi jelek, nanti ja sepulang sekolah kita bahas masalah lomba nya, " kata melvin dengan lembut. Myra menatap melvin berbinar.
" duh benar kak nggak apa - apa ?" tanya myra tidak enak hati.
" of course, nanti sepulang sekolah kita diskusi lagi, " kata melvin mantap.
" oke kak, terima kasih sebelum nya, " kata myra sumringah. Bagaimana pun ia emang sedang tidak enak hati. Ia pamit ke melvin untuk masuk ke dalam kelas.
Myra berjalan ke arah meja nya yang berada di belakang ken. Tapi ia heran. Ia tak menemukan tas yang ia tinggalkan sebelum bertengkar dengan ken dan menemui melvin.
Ken yang menatap myra dan melihat myra masih bisa tersenyum saat ia meneriaki nya hanya menambah rasa bersalahnya.
' gue harus minta maaf nanti, ' tekad ken dalam hati.
💨💨💨
Bel pulang sekolah sudah berbunyi sedari tadi. Tapi ken masih saja melamun di meja nya. Ia sedang memikirkan bagaimana ia akan bicara dan meminta maaf kepada myra.
" kak, kakak jadi antar lusi kan ?" tanya lusi saat ia mendekat ke arah ken. Lusi melhat ken yang tengah melamun, ia tahu jika ken pasti memikirkan myra.
' cih, apa bagus nya gadis kampungan itu !' sinis lusi dalam hati.
Ken menoleh ke arah lusi dan tersenyum. Dengan cepat lusi mengubah mimik wajahnya menjadi polos. Jhonson sudah duluan pulang sat tahu jika kekasihnya sedang melancarkan aksi nya untuk memperdaya ken.
" jadi dong, yuk, sudah siap kan ?" tanya ken lembut. Suasana nya membaik saat melihat kelembutan sikap lusi.
Entah ken memang polos atau belum memiliki pengalaman terhadap wanita, ia begitu mengagumi sikap lusi yang lembut. Mungkin karena selama ini hanya myra teman gadis yang lumayan dekat dengan nya. Setiap hari di suguhkan dengan wajah myra yang tertutup penyamaran menjadikan ia bosan. Walau sebenarnya ia sangat ketergantungan dengan kehadiran myra. Namun dengan mudah ia menepis semua rasa nya dan mengira hanya sebuah kebiasaan sejak kecil.
Ken dan lusi beranjak meninggalkan kelas. Tangan lusi meraih lengan ken dan mulai menggelayut manja kepada ken. Ken pun nampak tidak mempermasalahkannya.
Loh, kemana pergi nya gerald ? Biasanya dia akan selalu menempel denan ken. Gerald sekarang sedang ada keperluan dengan mommy nya hingga ia pulang terlebih dahulu, lagi pula gerald merasa malas saat ken bilang akan pulang dengan mengantar lusi terlebih dahulu.
Bahkan gerald pun tidak habis pikir dengan apa yang ken pikirkan. Ia lebih memilih lusi yang baru saja ia kenal daripada myra. Gerald hanya berdoa supaya ken tidak akan menyesal nanti nya.
Di saat melewati lorong kelas, ken dan lusi melihat myra dan melvin tengah duduk di salah satu bangku taman yang ada di depan kelas satu. Ken berhenti berjalan dan menatap myra. Tangan nya mulai mengepal. Lusi yang melihat, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengompori suasana hati ken yang sudah kadung tersulut.
" loh, kak. Bukan nya itu myra ? Dia dengan siapa ?" tanya lusi yang berpura - pura kaget dan tidak tahu. Ken hanya diam dan tidak menyahut. Lusi semakin menyeringai melihat tangan ken yang semakin mengepal.
" bukan nya itu kakak kelas yang tadi pagi nyariin myra, benar kan kak ken, " sambung lusi lagi.
" apa jangan - jangan myra pacaran dengan kakak itu, ups," lusi berpura - pura kaget dengan apa yang ia ucapkan. Tangannya menutup mulut seakan - akan ia tidak percaya dengan apa yang ia ucapkan.
Ucapan lusi sukses membuat ken menoleh ke arah lusi. Ia semakin tidak bisa menahan diri. Tapi lusi seolah -olah tidak tahu dengan gejolak perasaan ken, ia dengan santai nya menarik tangan ken untuk sedikit mendekat ke arah myra untuk menguping pembicaraan antara myra dan melvin.
" ....... , wah bagus kalau kayak gitu kak, gimana kalau kita lanjutkan di rumah myra, .... "
Terdengar sayup - sayup ucapan myra.
Lusi menutup mulut nya kaget. Ia menoleh kepada ken,
" kakak dengar kan, myra bahkan mengajak kakak senior itu ke dalam rumah nya, "