LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
Bab 84



" siapa lo sebenarnya? Lo bukan hanya sekedar siswa SMA biasa kan? Lo bukan hanya sekedar pekerja paruh baya di toko myra kan ?" tanya ken beruntun. Ia sudah tidak bisa menahan rasa penasaran nya.


Gery hanya bisa menyeringai tanpa au menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh ken.


" lo nggak perlu tahu, " jawab gery sarkas.


" sekarang lo mau ikut nggak ! " tantang gery lagi. Ken segera berdiri tegak. Tangan nya mengusap air mata yang masih tersisa.


" gue ikut," mantap ken. Tentu ia tidak akan menyia - nyia kan kesempatan untuk bertemu dengan orang yang menyebabkan myra menyelamatkan nya dari kecelakaan.


Gery mengangguk. Dia puas karena berhasil lolos dari desakan ken untuk mempertemukan nya dengan myra. Karena memang benar, mereka masih membutuhkan waktu beberapa saat lagi untuk mempersiapkan keberangkatan myra keluar negeri.


Dan gery memang ingin bertemu dengan lusi dan jhonson. Ia sangat ingin melampiaskan amarah nya kepada orang yang membuat myra koma hingga saat ini.


💨💨💨


Di sebuah padang rumput yang nampak sangat hijau tetapi terlihat nyaman dan hangat, myra nampak duduk di sebuah kursi panjang. Ia nampak sedang termenung sendiri.


" ada dimana aku ?" gumam myra.


Ia ingat, jika ia baru saja mendorong ken dan menggantikan nya tertabrak mobil yang melaju cepat ke arah nya.


" apa aku sudah mati ? Dan ini di surga ?" gumam myra lagi. Hati nya terus bertanya - tanya.


" bagaimana keadaan ken ?"


" apakah ia terluka ?"


" sebenarnya dimana aku berada ?"


" jika aku di surga, kenapa aku tidak bertemu mami dan papi ?" pertanyaan terakhir myra ucapkan dengan nada sendu.


Terlalu lama ia termenung dan bertanya - tanya di hati nya, ia tidak menyadari jika ada dua sosok yang duduk di samping kanan dan kiri nya dengan senyum di wajah mereka ?


" myra, ... "


DEG


Seketika myra tersadar dari lamunan nya saat mendengar suara yang sangat familiar dan sangat ia rindukan. Ia menggerakkan leher nya patah - patah ke arah sumber suara.


Tak terasa olehnya, air mata nya mengalir begitu saja. Jantung nya makin menggila. Tangan nya meraih wajah yang berada di depan nya.


Di depan nya, mami nya tengah duduk sambil menatapnya dengan tersenyum.


" ja.. Jadi benar myra sudah meninggal ? Dan kini myra ada di surga ?" pertanyaan yang sedari tadi menjadi bahan lamunan nya akhirnya terlontar begitu saja.


Kekehan terdengar dari mulut sang mami dan satu sosok lain nya. Myra membalikkan badan nya dan melihat satu sosok yang tak beda jauh begitu berharga bagi nya tengah terkekeh dengan merentangkan tangan menyambut pelukan myra.


Seketika myra menabrakkan diri nya masuk ke dalam pelukan sosok cinta pertama nya, sosok pahlawan di hidupnya.


ya benar, ke dua sosok yang mendatangi myra adalah mami dan papi nya.


" ini myra nggak mimpi ? Ini nyata kan ? Myra bersama mami dan papi ?" tanya myra setelah ia melepaskan pelukan dari kenshin.


" dan juga nyata, " jawab mayang ( mami myra ) ambigu.


" gimana maksudnya mi ? Jelas jelas myra berada di antara kalian, myra bahkan bisa merasakan pelukan papi, " taya myra sambil mengerucutkan bibir nya. Sifat manja nya otomatis keluar saat berada di hadapan sang orang tua.


Kembali, kedua orang tua myra terkekeh melihat kelakuan manja buah hati ya saat berada di hadapan mereka. Berbanding terbalik jika myra berada di depan teman - teman nya yang akan selalu memasang wajah datar dan acuh tak acuh tetapi perhatian.


" kita berada di alam bawah sadar mu sayang, " jelas kenshin.


" apa maksudnya lagi ?" tanya myra mengerutkan kening nya. Nampak nya IQ jeniusnya tidak berguna di alam ini.


" kamu sedang koma di dunia sana sayang " jawab mayang.


Myra tertegun. Ia sedang koma di sana, itu berarti di berhasil menyelamatkan ken kan ? Berarti Ken baik - baik saja kan?


" nak, kenapa kamu baru menyerah sekarang ?" tanya mayang dengan lembut.


" ehm.. He he he, " bukan nya menjawab, myra hanya meringis menampakkan deretan giginya yang putih.


Myra nampak menghela nafas kasar. Terkadang dia juga bingung, kenapa ia harus berjuang sekeras ini untuk mendapatkan ken ? Yang jelas - jelas selalu menyakiti hati nya terlebih setelah ken bersama perempuan lain. Entahlah, nama nya jga sayang dan cinta .


" maaf mi, he he he," jawab myra.


" sayang, apa sekarang kamu sudah menyerah ?" tanya kenshin sambil mengelus rambut sang putri. Terlintas di mata nya sorot kasih sayang yang kuat. Terkadang ada rasa khawatir di hati nya di saat ia dan sang istri harus meninggalkan anak nya yang kala itu masih sangat muda. Dengan beban yang berat untuk dipikulnya. Tetapi, bukan kah ini semua sudah garis yang di tetapkan oleh yang maha kuasa? lantas, apakah kita bisa menyalahi takdir yang sudah di tuliskan ?


" heem, ya pi, myra akan menyerah. Selama ini yra pikir, jika myra berjuang, maka ken akan bersama myra. Tetapi myra ternyata malah menyakiti nya, myra malah bikin ken merasa tidak nyaman dengan tingkah laku myra, " jawab myra. Ia sedang menumpahkan keluh kesahnya kepada kedua orang tua nya.


" hemmm. Myra ingin bersama mami dan papi, " ucap myra sambil meneteskan air mata nya. Ia rindu, sangat rindu dengan orang tua nya. Tak dapat di pungkiri jika selama ini ia menahan rasa kangen dengan curahan kasih sayang orang tua meskipun di kelilingi oleh teman - teman yang sayang dengan nya.


Myra hanya lah pribadi yang nampak kuat, tetapi di hati nya ia juga sangat ingin seperti orang lain.


" myra nggak boleh ngomong kayak git, myra masih belum waktu nya untuk di sini nak, " nasehat mayang. Ia membelai lembut pipi anaknya yang sudah penuh dengan air mata. mayang paham betul dengan perasaan sang putri. Tapi sekali lagi, apakah kita bisa menentang garis hidup yang sudah di tentukan?.


" nak, coba lihat dan dengarkan dengan seksama. Apakah kamu tidak mendengar suara - suara orang terkasih mu ? " kata kenshin dengan lembut.


Myra terdiam, ia mencoba mendengar dengan seksama lagi. Dan benar, ia mendengar sayup - sayup orang yang memanggil nama nya, dan ia kenal engan suara itu.


' fahmi, ' batin myra. Memang saat itu fahmi sedang meraung menangis sambil memanggil nama sang kakak berharap sang kakak segera sadar.


" dengarkan ? Mereka sangat menyayangi mu, tidak kalah dengan sayang mami dan papi kepada mu, " kata mayang.


" dan mereka masih menunggu mu, "


' lagi pula, belum saat nya myra ikut dengan mami dan papi, ' tambah kenshin.


Myra menghela nafas nya kasar. ia nampak pasrah.


" dengar myra, masih banyak orang yang sayang sama myra. Myra masih harus hidup dengan mereka, dan apa myra nggak ingin lihat ken lagi ....?


DEG