
Kali ini, myra mengajak ken ke sebuah ruangan yang nampa lebih besar dan terdapat beberapa kasur di sana.
" ini kamar istirahat yang di gunakan oleh gery, melvin fahmi ro ...."
" APA ? MEREKA SEMUA TIDUR DI SINI !!" ken menyela ucapan myra dengan shock. Wajah nya nampak pias tak teraliri oleh darah.
Myra sedikit terkejut karena respon ken, sejenak ia melupakan sebuah fakta jika capon suami nya ini sungguh pecemburu.
Myra tidak bisa untuk tidak menepuk kening nya, ia sungguh tidak bisa mengucapkan apa - apa karena sikap posesif a.ka bucin ken nya ini.
" hei, dengerin aku dulu dong, " ucap myra dengan lembut. Ken tertegun sejenak dan mulai memejamkan mata nya. Mencoba untuk menetralkan amarah dan emosi nya dan mencoba untuk mendengarkan ucapan myra sebelum ia melakukan hal - hal yang bisa menyakiti hati myra.
" .. Kami memang sering menginap di sini dulu, karena saat itu aku tengah mengembangkan flying dragonfly pertama kali ... "
Ken menahan nafas nya saat myra menjelaskan semua nya dan berusaha untuk tidak menyela.
" ... Tapi aku tetap tidur di kamar atas, kamar ku sendiri, " lanjut myra. Membuat ken sedikit lega.
" tapi.. tetep aja mereka pernah menginap di sini, sementara aku sama sekali belu ... "
" apa kamu dulu mau untuk sekedar bertamu di sini ? Bahkan untuk bertemu dengan ku saja kamu tidak ada waktu .. " lirih myra membuat hati ken seakan tertampar. Ken segera menoleh ke arah myra dengan pandangan sendu dan bersalah.
" maafin aku, " ucap ken menarik myra ke dalam pelukan nya.
" nggak apa. Tapi kamu jangan marah lagi, kami nggak pernah melakukan apa - apa, lagi pula mereka lebih banyak menginap di apartemen kondou yang memang sudah di siapkan untuk karyawan, " jelas myra.
Ken mengernyit dan menatap myra dengan lekat.
" sebenar nya aku ingin menanyakan hal ini sejak lama kepada pemilik kondou, dan ternyata itu kamu ... " ucap ken sambil menuntun myra ke sebuah ranjang milik fahmi.
" hmm.. Kamu mau nanya apa ?" tanya myra.
" memang nya benar itu apartemen KONDOU tidak di perjual belikan ?" tanya ken serius.
" hmm, benar. Ada lantai 1 sampai 5 saja yang di sewa kan. Sisa nya 6 sampai 29 untuk karyawan KONDOU Inc, KONDOU HODPITAL, lantai 30 kemarin adalah lantai yang di berikan papi untuk om frederick dan gery, lalu yang terakhir lantai 31 adalah penthouse milikku, " jelas myra.
KEn nampak mengangguk - angguk paham dengan penjelasan myra.
" jadi, dulu kamu sering menghilang dan tidak ada di rumah ini, kamu berada di penthouse itu ?" tanya ken lagi.
" ehhmm, terkadang di sana, terkadang juga aku akan tidur di ruang kerja ku di bawah tanah ini, " ucap myra menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
" kamu ingat, dulu setelah 7 hari kematian mami dan papi, saat kamu ke sini dan tidak aku tidak keluar saat kamu panggil ? Itu aku sedang berada di sini, bersama dengan gery dan o frederick. Saat itu kami baru pertama kali bertemu karena aku baru tahu jika papi ternyata membangun sebuah perusahaan IT untuk ku, " lanjut myra lagi.
Ken mengangguk dan menarik myra ke dalam pelukan nya lagi.
" maafin aku, ya ?" ucap ken. Myra mengangguk dan membalas pelukan ken.
Ken kembali terkejut saat memasuki ruang kerja myra yang memiliki desain full pink lengkap dengan lemari besar berisi berbagai macam robot - robot mini hasil dari eksperimen myra. bahkan ken melihat ada beberapa jam yang bentukan nya sama persis dengan jam tangan yang di berikan oleh myra 6 tahun silam.
" sayang, " panggil ken sambil berdiri di sebuah lemari kaca yang menampilkan jam tersebut.
" kenapa, ken?" jawab myra sambil mendekat. Ia sedikit heran kenapa ken mengamati jam yang berada di depan nya, apakah ken tertarik ?
" kamu mau ini ?" tanya myra sambil membuka pintu lemari kaca itu dan mengambil salah satu dari jam itu dan mulai mengaktifkan nya. Tapi myra melihat ken yang menggelengkan kepala nya.
" aku langsung teringat sesuatu saat melihat jam ini, " jawab ken. Ia ikut menatap jam yang sedang menampilkan icon kONDOU yang sangat khas.
"kamu ingat apa ?" tanya myra penasaran.
" tadi, saat kita menemui kak melvin, dan kamu tengah berbincang dengan nya. Aku sedang mengobrol dengan darren dan memperhatikan flying dragonfly, lalu darren bilang apa aku tertarik dengan komando flying dragonfly, " cerita ken. Myra dnegan sabar menunggu lanjutan cerita ken.
" aku memang tertarik dan menanyakan bagaimana cara kerja benda itu. Lalu darren malah tertawa, " ken nampak mendengus kecil dan myra terkekeh.
" darren bilang, jika dulu aku sempat kamu beri sebuah jam saat ..... Kecelakaan , " raut wajah ken yang memburuk. Selalu seperti itu saat ia mengingat saat kecelakaan itu. Myra tersenyum lembut dan memeluk ken untuk menenangkan nya.
" lalu darren bilang apa lagi ?" tanya myra berusaha untuk menenangkan ken.
" darren bilang, jika jam itu adalah komando dari segala flying dragonfly dan semua peralatan yang kamu ciptakan, arti nya, anya dnegan jam itu aku bisa mengoperasikan alat - alat itu meski alat tersebut sudah berpindah tangan, " ucap ken.
Myra tersenyum dan mengangguk membenarkan ucapan darren.
" ya, itu benar. Itu jam tangan milikku, yang otomatis memang memegang seluruh kendali dari flying dragonfly, honey bee, bahkan processor mini pun masih bisa ku retas meski barang - barang itu sudah berpindah tangan. Tapi dalam arti, berpindah tangan dan di gunakan untuk kejahatan loh, ya" jelas myra.
Mata ken melebar dan sedikit nya ia merasa gemetar. Ia sama sekali tidak menyangka jika ia sudah menerima barang yang sangat berharga.
" lalu, apa kamu dulu pernah memperhatikan jam itu ?" tanya myra saat melihat ken yang masih shock,
Ken segera tersadar dari keterkejutan nya kemudian menggeleng.
" saat itu, aku sama sekali tidak berani menyentuh benda itu, aku haya menyimpan nya dengan hati - hati di brankas kamar. Karena aku berpikir jika aku tidak ingin merusak bendar dari kam, " ucap ken dengan sendu. Myra lagi \= lagi hanya tersenyum lembut.
" lalu, bagaimana kamu mengaktifkan rekaman suara ku ?" tanya myra yang cukup penasaran dengan USB dan processor mini yang ia tinggalkan untuk ken.
" aku menemukan sebuah tombol kecil di bawah tangan robot itu, " ucap ken mengenang bagaimana cara ia menemukan cara mengoperasikan processor mini dari myra.
DREEEK DREEK DREEK
Terdengar suara roda yang sedikit aus karena kekurangan oli. Membuat myra dan ken mengalihkan pandangan mereka ke arah suara.
" ck, seperti nya roda nya mulai aus, "