
Kepanikan dan suasana tegang di rumah sakit berbalik dengan suasana di mansion besar milik keluarga alexander. setelah menghakimi ken tadi, frans memilih untuk masuk ke ruang kerja nya setelah mengantarkan istri nya ke kamar. Viola mengeluhkan kepala nya sakit dan badan nya nampak lemas. Mungkin karena ia masih shock. Bagaimana pun, terlalu banyak kejutan yang membuat nya shock sejak tadi pagi, hingga menyebab kan kesehatan nya menurun. Tapi ia malah kekeuh tidak mau di bawa ke rumah sakit.
Sedangkan di ruang kerja frans.
Nampak pria paruh baya yang masih terlihat gagah itu tengah berbincang dengan seseorang dengan ponsel di telinganya.
📞 : " bry, ... "
📞 : " kenapa dad? Ada kabar apa ?"
📞 : " daddy gagal bry, "
Nampak yang menjadi lawan bicara frans mengerutkan keningnya tanda heran di seberang sana.
📞 : " apa maksudnya dad ?"
📞 : " myra terluka, ... "
DEG
jantung bryan berdetak lebih cepat. Ya, frans sedang menghubungi anak angkat sekaligus ahli IT yang selama ini membantu perusahaan nya.
📞 : " apa maksud daddy ? Jangan bercanda dad, bukan kah kemarin myra masih baik .... "
📞 : " tapi ini kenyataan bry, myra kecelakaan. Untuk menyelamatkan ken. Aku gagal bry, daddy gagal menjaga myra , "
Tangis tertahan frans akhirnya tidak terbendung lagi. Pria paruh baya itu akhirnya menumpahkan tangis nya. Terlalu berlebihan mungkin, tapi ia benar - benar menyesal. Sang mendiang sahabat dulu menitipkan pengawasan myra kepada nya. Di samping karena ia tahu jika sang putri menyukai anak frans, jarak rumah yang terlampau menempel pun menjadi acuan kenshin untuk mempercayakan pengawasan putri nya kepada sang sahabat.
Tapi sekarang malah putra nya sendiri yang menjadi alasan anak sahabat nya itu terluka bahkan sampai kecelakaan.
📞 : " jelaskan apa yang terjadi, dad "
Frans menceritakan apa yang sudah terjadi. Di seberang sana bryan pun mengepalkan tangan nya erat. Sedikit pun ia juga memiliki andil karena ia juga menyembunyikan fakta dari ken. Tapi mau bagaimana ? nasi sudah menjadi bubur. Semua sudah terjadi.
📞 : " bry, tolong cari di mana keberadaan myra, dimana ia di rawat. Ken bilang jika ia di bawa oleh sekelompok orang dengan penjagaan ketat. Jika itu benar, maka terjawab sudah kecurigaan kita selama ini. Tentang alasan kenapa kita selalu kesulitan dalam membobol data myra dan juga orang- orang terdekat nya".
📞 : " baik dad, "
Frans menutup telepon nya dengan hembusan nafas kasar. Ia memijit kening nya. Ia cukup pusing. Permasalahan antar ken dan myra lebih pelik dari pada harus memenangkan tender perusahaan.
' semoga masih ada harapan untuk ken. Jika myra nanti nya memutuskan untuk benar - benar pergi, ken pasti akan gila. Tapi ini adalah harga yang harus di bayar oleh ken, ' monolog hati frans.
💨💨💨
Keadaan kalut frans pun tak beda jauh dengan keadaan ken. Ranjang yang semula rapih ini berubah menjadi kapal pecah. Selimut acakadul, bantal dan guling berserakan entah apa bentuk nya. Terkapar tidak berdaya di dingin nya lantai.
Keadaan ken pun tak kalah jauh dengan penampakan kamar nya. Lusuh dan semrawut. Bahkan ia belum berganti pakaian. Masih dengan baju yang ia pakai terakhir kali saat bertemu dengan jhonson tadi pagi. Yang artinya masih terdapat bercak darah myra yang menempel di sana. Seolah di jadikan sebagai pengingat betapa bodoh nya diri nya dan betapa menyesal diri nya.
bunyi ketokan pintu membuyarkan lamunan ken yang memang sedari tadi terdiam melamun. Dengan malas ia beranjak menuju pintu dan menarik daun pintu untuk membuka dan melihat siapa yang berani mengganggu lamunan nya.
Di luar sana, ia bisa melihat gerald, sepaket dengan wajah yang penuh dengan amarah.
BUGH
tidak menunggu aba - aba. Bahkan sejak pintu baru di buka, gerald langsung memberi bogeman mentah ke wajah ken ang sudah banyak lebam hadiah dari sang daddy. Ken hanya meringis menerima bogeman dari sahabat nya. Ia bahkan terhuyung ke belakang masuk kamar. Gerald pun segera membantu nya bangun.
Pukulan tadi hanya pelampiasan kekesalan nya dan amarah nya. Sejak di telepon gery dua jam yang lalu, gerald yang tengah membantu sang ayah untuk mengecek berkas langsung bergegas melesat mencari keberadaan ken.
Meskipun hati nya kecewa, tetapi ia cukup iba dengan keadaan sahabat nya ini. Muka yang lebam, pakaian yang penuh dengan bercak darah yang ia yakini jika itu adalah darah myra dan belum sempat atau bahkan enggan untuk ken ganti. Cukup untuk menggambarkan bagaimana mengenaskan nya keadaan sang sahabat.
Lihatlah, bahkan setelah mendapat pukulan dari nya, ken tidak membalas ataupun marah. Terkesan menerima nya engan senang hati seakan ia memang pantas untuk mendapatkan nya.
Gerald miris. Ia segera membantu ken bangun tanpa mengucapkan apapun. Ia hanya takut jika ia tidak bisa mengontrol emosinya.
" gue gobl*k kan rald, " kata ken tiba - tiba. Dengan pandangan kosong ke depan tiba - tiba ken mengeluarkan suara. Pernyataan dan bukan pertanyaan.
" gue tol*l, be*o, gobl*k, "
" kenapa lo nggak ngasih tahu semua nya rald ?"
" kenapa lo malah ikut - ikutan nguji gue ?"
" kenapa lo biarin gue nyakitin dia segitu dalam nya ? Kenapa lo nggak pukul gue pas buat dia menangis ? Bukan nya lo juga tahu jika gue tertarik dengan nya semenjak kita masih kecil ?"
Gerald terkekeh, kekehan mengandung amarah. Sedari tadi ia diam saat ken mulai mengoceh mempersalahkan diri nya sendiri.
Ya. gerald pun juga tahu jika ken tertarik dengan myra sejak mereka masih kecil. Tapi memang ego ken yang terlalu tinggi dan kesombongan yang menguasai nya. Di tambah, sedari mereka kecil, mra yang lebih menunjukkan ketertarikan kepada ken hingga ia selalu membuntuti ken. Membuat ken semakin tinggi hati dan mengira jika myra tidak akan pernah meninggalkan nya.
Tanpa ia sadari jika perlakuan nya selama hampir 9tahun ini malah memupuk sedikit emi sedikit luka hingga akhirnya myra memilih berhenti untuk berjuang. Berjuang untuk cinta ken yang terlalu tinggi hati.
" lalu gue harus apa ? Gue udah sekuat tenaga memperingatkan lo, bahkan lo malah lebih memilih cewek jal*ng itu daripada percaya sama gue ?" sarkas gerald menusuk tepat di relung hati ken. Ken kembali tergugu. Ia menjatuhkan diri nya di lantai dengan posisi berlutut di depan gerald.
" apa yang harus gue lakuin rald, apa !! " teriak ken. Tidak malu ia mengeluarkan air mata nya di depan gerald. Bagi nya saat ini yang terpenting adalah mendapatkan maaf dari myra dan kembali merebut hati nya. Meskipun itu akan sulit.
Gerald pun hanya diam termenung. Ia juga tidak tahu apa yang harus ia lakukan, ia tadi hanya di beri tahu gery saja.
FLASHBACK ON.
RING RING RIING
📞 : " assalamualaikum, kenapa ger ?"
📞 : " semua sudah berakhir, myra sudah terluka ...... "