LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
S2_Bab 53



Seorang pria tampan lain nya turun menyeret koper kecil nya. Dia adalah KENNEDY LOU ALEXANDER, si paling bucin.


...****************...


" ahhh, kenapa sih harus minta gue yang jemput ? Gue kan juga baru aja mendarat ! " gerutu pria lain nya yang langung menepak lengan ken dengan kejam.


" berisik, lo mau gue kasih kejutan nggak ?" ucap ken dingin. Tatapan nya tajam seperti biasa. Ia sama sekali tidak melirik ke kanan dan kiri nya.


" kejutan apaan ? ' tanya gerald. Ya, pria itu adalah GERALD SEBASTIAN. Sahabat ken, yang juga tetangga nya dnegan myra saat masih kecil. Saat ini ia memang sudah menjabat sebagai direktur utama perusahaan SEBASTIAN menggantikan daddy nya. Dia juga baru saja mendarat dari negara paman sam setelah menyelesaikan urusan kerja sama dengan salah satu perusahaan besar di sana.


" ada lah pokok nya, " ucap kn dengan acuh. Membuat gerald pengen nge - HIH si ken si**an itu.


Ken dengan santai mengeluarkan ponselnya tanpa memperhatikan ekspresi gerald yang sudah uring - uring ngan itu.


Ken dengan santai menekan agak lama tombol 1 yang langsung mengarah ke nomor myra.


📞: " assalamualaikum, halo ken kamu jadi pulang ?"


Gerald dapat mendengar suara samar - samar seorang wanita. Alis nya sedikit mengernyit. Ia tentu tahu tabiat ken, sahabat sejak orok nya ini begtu dingin terhadap wanita setelah kepergian myra.


📞: " waalaikum salam, jadi. Sayang, kamu di mana ?"


Gerald tersedak ludah nya sendiri. Sayang ? Apa bocah ini sedang stress ? Dia memanggil sayang kepada wanita lain selain myra ? Nampak nya gerald perlu menghajar ken agar otak nya kembali normal.


Siapa yang hampir 6 tahun ini nge - reog karena kepergian myra ? kenapa begitu mudah bocah ini berpaling ke lain hati ?.


Siapa yang memaksa nya untuk mengikuti kelas akselerasi bersama nya sehingga ia harus memeras otak nya selama 5 tahun hanya untuk segera meraih gelar cumlaude agar segera memimpin perusahaan dan memiliki kuasa untuk mencari myra.


Tangan Gerald sudah mengepal erat bahkan urat - urat nya sudah mulai bermunculan di pelipis dan tangan nya.


📞: " ehm, aku sedang di kafe seberang apartemen kondou. Kami sedang makan siang, ken"


Tunggu dulu, gerald melihat tangan ken yang mengepal. Ada apa pula pada bocah tengik ini ? Sebenar nya seberapa cinta ken kepada wanita ini ?


📞: " aku akan segera ke sana !"


📞: " tap .... "


TUT TUT TUT


Tanpa menungggu jawaban dari myra, ken menutup telepon nya. Nafas nya naik turun. Emosi nya kembal menguasai hati nya. Myra nya sedang makan bersama dengan pria itu !!. Sungguh hati ken sudah meronta..


" bisa lo jelaskan ?" suara dingin gerald menyadarkan ken kembali. Ia secara perlahan menoleh ke arah gerald yang nampak menahan amarah. Dahi ken berkerut, di sini seharusnya ia yang marah, tapi kenapa malah gerald ?. Sungguh ken tidak peka akan ada nya lautan amarah di hati gerald.


" apa ? Lo kenapa ?" tanya ken dengan santai. Ia bahkan sudah berjalan, menuju tempat parkiran.


" hei, tunggu dulu !!, jelaskan siapa wanita tadi ? Lo mau berpaling dari myra ?? Lo bilang bakal tungguin myra kembali meski tidak akan menikah !!" gerald dengan cepat menyusul langkah panjang ken dan mengajukan protes nya.


Ken bahkan tidak repot - repot untuk memelankan langkah nya dan menjawab pertanyaan gerald. Membuat Gerald semakin keki saja. Lihatlah, bahkan gerald sudah mengeratkan gigi nya !


Hati masih dongkol, tapi apa mau di kata, gerald hanya membesarkan hati nya untuk menyikapi tingkah ken yang membuat nya ingin makan orang.


" kita kemana ? Mansion apa apartemen l ?" masih dengan hati yang dongkol sebesar jengkol, gerald melapangkan dada nya untuk bertanya kepada ken.


" nggak ! Ke kafe seberang apartemen KONDOU. Lo tahu kan ?" jawab ken santai.


" ya, tahu gue. Tapi bye the way TOLONG lo duduk di depan ! Berasa gue sopir lo, ANJ***RR " sekuat tenaga gerald menekan kedongkolan nya tapi tetap akhir nya jebol juga. Sungguh, jika ken bukan lah sahabat nya sejak kecil, gerald tidak akan segan untuk melemparnya ke luar jendela.


Dengan sedikit paksaan dan rajukan gerald secara terang - terangan, ken akhirnya masu pindah ke depan di samping gerald. Dan akhirnya mereka meluncur ke apartemen kondou.


...****************...


📞: " aku akan segera ke sana !"


📞: " tap .... "


TUT TUT TUT


" ken,, ken.. Yaaahh malah di putus, " gerutu myra. Sepasang mata tajam fahmi segera memindai gerakan bibir kakak nya yang nampak menggerutu tanpa suara. Diam - diam ia menyeringai.


' balik juga itu orang, ha ha ha, kebakaran jenggot juga kan akhir nya, nah, nampak nya aku harus pesen popcorn nih, bentar lagi bakalan ada pertunjukan, ' batin fahmi cekikikan.


" siapa myr?" tanya michael. Meskipun samar - samar ia bisa mendengar suara seorang pria dari ponsel myra, dan juga myra sempat menyebut nama ' ken ', michael memiliki sedikit tebakan di hati nya.


' apakah itu dari pria yang menempati hati myra selama ini ? Jadi benar mereka akhirnya bersama ?' batin michael meringis.


" itu, ehm itu ken yang menelpon, " jawab myra dengan kikuk. Perasaan tidak enak hati tiba - tiba muncul. Tapi segera myra singkirkan.


" apa bag ken benar - benar pulang, kak ?" sebenar nya myra ingin mencukupkan pembicaraan mengenai ken sampai di sini saja, tetapi si bajin**an kecil fahmi nampaknya mallah sengaja mengobarkan api di atas bensin.


Mata myra melotot ke arah fahmi, tap fahmi hanya cengengesan nggak jelas. Bagaimana fahmi begitu yakin jika ken akan pulang ? Muncul pemikiran liar di otak myra, apakah adik nya yang super iseng ini mengatakan sesuatu kepada ken ? Jika tidak, kenapa ken bersikeras untuk pulang saat ini juga padahal ia masih ada meeting final sore ini.


" jangan bilang ini semua ulang kamu ya, berand*l kecil!" ujar myra masih dengan melotot.


Fahmi hanya tersenyum nakal dan sedikit mengangkat bahu nya.


" yaahhh, hanya untuk sedikit pemanasan saja," jawab fahmi santai.


Sementara michael dan bob hanya mendengar perdebatan antara fahmi dan myra.


" hhhh, dasar. Kamu masih saja iseng kepada ken, " keluh mra sambil memegang kening nyaa.


" hmmm, baiklah, silahkan kalian pesan terlebih dahulu, aku akan pergi ke toilet sebentar, " pamit myra sambil beranjak peri menuju toilet.


Sepeninggalan myra, suasana meja sedikit canggung, fahmi tentu saja tidak terlalu akrab dengan michael dan bob. Dia kan hanya bertugas untuk mengawal myra saat ini karena melvin sedang ada tugas. Sementara michael juga tidak terlalu akrab dengan fahmi karena bocah kecil itu tidak sering ikut rose saat mengunjungi myra di negara S.


" jadi, lo suka sama kakak gue ?"