
" ya, gue harus minta bantuan bang bryan," Gumam ken yang tiba - tiba terlintas di otak nya jika ia memiliki kakak angkat yang ahli retas. Dengan tergesa - gesa, ia segera mengambil ponsel yang berada di tas nya.
Ia mencari kontak sang abang yang tanpa kesulitan ia temukan, karena kontak abang nya bukan lah jarum di tumpukan jeramiπ€£π.
Skip
tut tut tut
π : " assalamualaikum, ken ? Tumben .. "
π : " waalaikum salam, abang gimana kabarnya ?"
π : " alhamdulillah baik, kenapa ? Ada angin apa kamu nelpon abang?"
π : " ketahuan banget ya ?"
π : " iyalah, lo nggak akan nelpon abang kalau lo nggak ada perlu "
π : " abang jangan ngambek, nanti pacar nya ilang, "
π : " sembarangan lo kalo ngomng, abang masih jombs, "
π : " ha ha ha, iya ken percaya, ".
π : " jadi ada apa ?".
π : " ken boleh minta tolong sesuatu ?"
π : " .... "
π : " tolong selidiki teman ken, si myra itu. Kakak kenal kan ? Kan dulu di juga sering sekali nempel ke abang, "
' bukan lagi kenal ken, myra udah gue anggap kayak adek gue sendiri, ' batin bryan di seberang sana.
' ada apa pula ni anak minta di selidiki masalah myra, ' batin nya lagi.
π : " terus ?"
π : " tolong selidiki kegiatan myra setelah kematian papi dan mami nya, dan juga tolong selidiki teman ken, nanti ken kirim nama dan foto nya, "
' haaaah, pasti maksud nya si ****** itu,' batin bryan di seberang sana.
π : " sebenarnya apa yang terjadi ken ?" tanya bryan. Sebenarnya ia tahu semua nya.
Karena orang yang memata - matai ken atas suruhan frans adalah anak buah nya. Bryan hanya ingin mendengar apa yang akan ken katakan. Akan kah ken akan berkata jujur kepada nya.
π : " ken hanya ingin memastikan sesuatu bang, dan juga abang bisa kan retas cctv di suatu tempat, nanti ken akan kirimkan foto nya,".
π : " ....."
π : " ken mohon bang, tolong bantuin ken. Ken cuma mau memastikan sesuatu, ".
π : " baiklah, kirim lewat pesan aja detail nya, "
π : " oke bang, ken akan segera kirim, makasih ya bang sebelum nya, assalamualaikum ".
Di luar kota sana, tepat nya di tempat bryan sekarang.
Bryan nampak termenung melihat handphone nya yang telah mati sambungan telpon nya. Adiknya baru saja mengirimkan beberapa foto dan video yang ia minta utuk di selidiki.
' dek, akan kah kamu memaafkan segala tingkah laku dan sikap anak bodoh itu jika suatu saat anak bodoh itu mengetahui kenyataan nya dan akhir nya menyesal ?' monolog bryan dalam hati sambil mengelus foto myra kecil yang terlihat meringis memperlihatkan gigi depan nya yang ompong.
' atau kah kamu malah akan meninggalkan bocah bodoh itu, ' batin nya lagi.
" haaaaaahhhh, sudah terlambat ken, pada akhirnya kamu akan menyesal. Lagipula yang bisa abang lakukan hanya memeriksa keseluruhan foto ini, karena abang yakin jika myra tidak hanya berdua dengan laki - laki ini, " humam bryan.
" lagi pula abang nggak bisa masuk lebih dalam untuk menyelidiki tentang myra. Bahkan tentang ajudan nya itu, " desah bryan. Terang saja bryan tidak akan bisa membobol data mengenai myra ataupun gery. Karena semua data myra sudah di lapisi dengan sistem keamanan tingkat tinggi. Begitu juga dengan gery.
Bryan mulai menggerakkan tangan nya. Mengetikkan beberapa kode asing untuk meretas beberapa tempat di depan apartemen kondou tempat foto myra dan melvin.
" gotcha ! bener kan apa yang gue duga. Myra nggak akan berduaan dengan laki - laki lain tanpa ada penengah atau orang ketiga nya, "
" apa aku kirim sekarang aja ya ke ken ?"
" ahh tapi biarkan beberapa hari lagi lah, sekalian memberikan data tentang wanita jal**G itu , " putus bryan.
BRyan mulai menelusuri lagi jejak video atau foto tentang mra yang berhasil lusi dapatkan dengan angle yang memojokkan myra.
Data tentang lusi dan jhonson sudah lama ia pegang. Hanya sekedar mereka berdua pasangan yang bahkan tinggal berdua. Dan juga di mna tempat mereka berdua tinggal. Untuk masalah jika lusi dan jhonson adalah buronan, bryan masih belum mampu untuk menembus sistem pertahanan luar negeri.
Berbeda dengan myra dan gery yang memiliki sebuah alat ciptaan myra untuk meretas serta menghilangkan jejak sekaligus hingga retasan nya tidak tercium pihak lain.
π¨π¨π¨
Sudah hampir 4 hari myra beristirahat memulihkan keadaan tubuh nya untuk ke kondisi prima. Sebenarnya cukup dengan 2 - 3 hari saja, tetapi frederick sangat rewel mengenai kesehatan nya hingga ia meminta dokter untuk menambah jam inap nya. Frederick tentu tidak menginginkan ada hal yang terjadi pada nona muda satu - satu nya penerus kondou inc itu.
Saat ini rose sedang menemani myra, gery sedang berada di kantor dengan melvin dan juga fahmi. Rose nampak sedang mengupas apel untuk myra. Sedangkan myra sedang asyik membaca buku tentang bisnis.
" haaahh, " desh myra sesaat setelah beberapa jam membaca buku itu.
" kenapa bos ?" tanya rose menghentikan kegiatan nya.
" kapan bisa pulang, rindu rania " tanya myra cemberut. Rose terkekeh mendengar keluhan bos sekaligus sahabat nya itu.
" sabar, sore nanti mudah - mudahan udah di ijinkan pulang." hibur rose.
" lagian om fred lebay banget deh, cuma karena drop doang aja sampai hampir seminggu di rawat nya, " keluh myra lagi.
" wajar aja ayah khawatir bos, beliau memegang amanah untuk menjaga mu, " bela rose pada calon ayah mertua nya. Ya, frederick memang sudah mengetahui hubungan nya dengan sang anak dan langsung saja menyetujui nya. Serta ia di minta untuk memanggil frederick dengan sebutan ayah seperti gery dan fahmi.
" oh iya bos, aku ada perlu di asrama, seperti nya semua penghuni asrama di suruh berkumpul. Kayak nya bakal bahas mengenai rencana ujian kenaikan kelas. Pasti di suruh bersih - bersih sama nyiapin ruangan untuk calon penghuni asrama baru jika ada penerimaan siswa deh, " ijin rose sambil berkeluh kesah kepada myra. Myra hanya terkekeh mendengar keluhan rose.
" lalu ?" tanya myra menaikkan alisnya sebelah.
" ya gue balik dulu nggak apa - apa kan, soal nya ibu asrama nya mau ngamuk nih, " ujar myra dengan tampang memelas.
" ya sudah balik aja nggak apa - apa, lagian juga gue udah gede wey, nggak perlu di temenin juga, " kata mra tersenyum.
" bener nih bos ? Nggak perlu nungguin gery dulu ya? " tanya rose meyakinkan. Tentu ia tidak ingin mendapatkan omelan dari sang kekasih ika kedapatan meninggalkan nona muda nya ini.
" iya, nanti gue yang bakalan bilang ke gery " ucap myra menenangkan rose. Rose mengangguk dan mulai beranjak untuk pulang.
" jangan lupa di makan apel nya, jangan kemana - mana sampai gery balik kesini. Inget bos, " peringat rose sebelum badan nya menghilang di balik pintu. myra hanya tertawa kecil mendengar peringatan rose terhadap nya.
Setelah memastikan kepergian rose, myra segera merai laptop nya yang berada di nakas samping ranjang perawatan nya. Ia mulai mengotak atik keyboard dengan cepat dan lincah.
" gue harus menyelidiki lusi ... "