LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
S2_Bab 6



" ken sejujurnya dari sejak lama aku ingin menanyakan sesuatu kepada mu, "


" apakah kamu benar - benar menyesal ? Apakah kamu benar - benar mencintai myra ? Atau kah semua ini hanya karena rasa bersalah mu saja ?"


Pertanyaan ini sebenarnya bermakna biasa saja bagi orang lain. Tapi tidak bagi ken dan juga bryan sebagai pihak yang bertanya.


Bryan menatap mata ken setelah mengeluarkan keberanian untuk menanyakan hal tersebut.


Ken langsung termangu. Ia tidak menyangka jika ia akan mendapatkan pertanyaan konyol dari sang kakak menurutnya. Apakah selama 6 tahun ini setiap perbuatan nya tentang myra tidak ada yang menyimpulkan jika ia sangat - sangat mencintai myra ? Rasa bersalah ? Hal konyol macam apa ? bahkan rasa bersalah saja kurang untuk mendeskripsikan perasaan nya kala itu.


Ken merasa menjadi orang yang sangat hina, ia bahkan merasa jijik terhadap diri nya sendiri saat ia mengingat bagaimana setiap kata yang terlontar dari mulutnya yang menyakiti myra. Bagaimana rasa hati nya saat dengan tega ia melayangkan sebuah tamparan di pipi myra.


Lalu, dengan segala tingkah polah nya yang menjijikkan itu, ia masih harus melihat myra yang berkorban tepat di depan mata nya. Tepat di depan nya myra tersenyum dan masih meneriakkan nama nya.


Ken merasakan kembali bagaimana sakit hati nya saat dengan acuh myra meninggalkan nya dan tetap melangkahkan kaki nya untuk pergi dari nya.


di saat ia baru sadar jika selama itu ia sangat bergantung dengan myra, tiba - tba saja ia harus kehilangan myra tanpa tahu di mana jejak kaki nya sekali pun.


Bagaimana frustasi nya ia, bagaimana setiap malam ia berjuang agar tetap waras dan tidak mengakhiri saja hidupnya.


Lalu sekarang kakaknya malah menanyakan hal yang menurutnya sangat - sangat konyol.


" bang, apa menurut abang aku hanya merasa bersalah terhadap myra ? Apa menurut abang semua yang ku lakukan bukan karena aku mencintai myra ?"


" aku tahu dulu aku begitu bodoh bang, aku bahkan menyakiti myra begitu dalam. Hanya Karena aku tidak berani mengakui perasaanku karen aku takut merusak persahabatan kami yang terjalin sedari kecil. Tapi dengan bodohnya aku menutup mata dengan segala tingkah myra yang sudah menunjukkan kepadaku jika ia juga memiliki perasaan yang sama denganku, "


" untuk apa aku belajar dengan keras selama ini. Mengikuti klas akselerasi, mengikuti les belajar, kelas bisnis ? Menyelesaikan S2 dengan cepat dan akhirnya memimpin perusahaan daddy dengan mu ? "


" itu semata - mata aku lakukan hanya untuk segera memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk mencari myra bang, "


" abang ingat, dahulu aku pernah di hadang oleh seorang bocah kecil yang nampak garang hanya karena aku ingin mencari dan menemui myra saat perawatan? Saat itu aku langsung sadar jika ternyata myra begitu di jaga oleh orang - orang yang bahkan kita tidak ketahui siapa mereka, "


" aku sangat menyesal bang, telah melepaskan kesempatan untuk memiliki myra ! Aku bodoh karena tertipu oleh wanita j*lang itu, hingga tangan ini, tangan ini tega melayangkan pukulan di wajahnya."


" aku sangat paham jika akhirnya myra memilih untuk menyerah dan menghukum ku dengan pergi jauh tanpa ada yang tahu di mana ia berada, aku sangat pantas untuk itu, "


' tapi ken, aku masih bisa berhubungan dengan myra meski aku tidak tahu di mana ia berada. Dan memang benar, ia begitu sulit untuk di lacak' batin bryan.


" tapi apa aku tidak boleh berharap sekali lagi bang ? Apa aku salah jika berharap suatu saat myra akan hadir di hadapan ku ? Dengan senyum yang sama, dengan perasaan yang masih untukku ?"


" apa aku tidak pantas untuk itu ?" jawab ken dengan air mata yang bercucuran. Bryan hanya bisa terdiam mendengar curahan hati ken yang sebenarnya. Dia tidak menyangka jika sang adik benar - benar serius.


Pantas saja selama hampir 6 tahun ini dia dengan gila - gilaan belajar tanpa kenal waktu. Ken menolak semua gadis yang mendekat kepada nya meski ia di kelilingi oleh wanita yang cantik dan tentu juga seksi.


Frans dan viona sama sekali tidak masalah dengan itu semua. Mereka berdua sudah memutuskan untuk tidak ikut campur masalah asmara anaknya. Meskipun masih terus meminta bryan untuk memantau sang adik.


Frans dan viona sebenarnya juga seringkali di hubungi oleh myra, sama seperti bryn. Tapi mereka juga tidak pernah menanyakan keberadaan myra. Mereka hanya selalu berdoa, agar ada sebuah keajaiban myra kembali dengan masih menyimpan nama putra nya i hati nya.


Tapi frans dan juga viona tidak bisa terlalu berharap, mengingat bagaimana kelakuan ken terhadap myra di masa lalu. Ditambah kini sudah berselang hampir 7 tahun, bukan tidak mungkin jika myra sudah berganti hati.


Diam - diam bryan merekam setiap omongan yang ken katakan sejak awal hingga akhir tadi. Ia hanya berjaga - jaga saja. Siapa tahu benar apa yang ken katakan, myra akan datang kembali ke negara ini. Dan jika ken mengejar myra lagi ia akan membantu adiknya ini.


" ken, bagaimana jika ternyata myra sudah memiliki kekasih bahkan suami ?" tanya bryan dengan iseng. Dalam hati ia tertawa dan ingin melihat bagaimana reaksi dari adiknya ini.


Benar saja. Begitu bryan menyelesaikan pertanyaan nya, mata ken tiba - tiba menatap tajam ke arah bryan. Ada raut kekejaman di sana lalu ia menyeringai tipis. Sangat menyeramkan, bryan pun diam diam bergidik ngeri.


" maka aku akan merebutnya, bahkan jika ia sudah bersuami dan memiliki anak, " jawab ken dengan sadis. Bryan hanya mengulum senyum di bibirnya mencegah agar ia tidak meledakkan tawa nya.


" lo gila ken, " tanggap bryan mencob biasa saja. Dalam hati ia puas dengan jawaban ken. Ini sudah menunjukkan jika ken memang mencintai myra.


" ya bang, lo benar. Aku sudah mulai gila sejak melihat myra tertabrak di depan mata ku, dan semakin gila saat myra pergi tanpa jejak dari hidupku, " ken menerawang jauh ke depan dengan pandangan sendu,


Bryan hanya bisa menatap iba terhadap adiknya ini.


' myr, sekarang ken sudah menyesal. Maukah kau kembali dan memberikan kesempatan kepada nya sekali lagi ?' batin bryan.


💨💨💨


Keesokan hari nya.


Bandara internasional negara S.


Pukul 6 pagi waktu setempat ( pukul 5 pagi di negara I).


Myra dan gery sudah siap untuk berangkat pulang kampung. Di tangan kanan nya myra nampak menyeret koper kecilnya. Ia melarang pengawal nya untuk membawa koper dan ingin membawa nya sendiri.


" lo udah siap ?" tanya gery. Tidak bisa di pungkiri jika gery juga terlihat gugup meskipun ini bukan kepulangan nya yang pertama sejak 6 tahun. bahkan gery sudah sering bolak balik belasan kali untuk pulang sekedar melepas rindu dengan calon istri nya. Ah, gery jadi semakin rindu rose.


" hemm, ayo pergi, " jawab myra sambil melangkah menuju pesawat jet pribadi nya. Gery mengikuti langkah myra dan di ikuti pila oleh 3 pengawal dari pasukan khusus RED EAGLE.


' akhirnya hari ini tiba juga. Ken, aku pulang ' batin myra.


💨💨💨