
" selamat pagi anak - anak, sebelum kita memulai semester kedua ini, bapak akan memperkenalkan murid pindahan, silahkan kalian masuk " kata bapak wali kelas.
Dari arah pintu, masuk lah sepasang siswa dan siswi. Siswi yang cantik, body goal yang aduhai. Sedangan yang siswa juga lumayan tampan. Myra hanya menatap sekilas ke arah mereka dan kembali sibuk dengan tab nya. Rupa nya ia masih mengecek beberapa file yang dadakan di berikan oleh gery.
" wah cantik banget, "
" body nya buset deh, "
" kyaaa, ganteng banget, "
" udah punya pasangan belum ya, "
" the next favorite's student setelah ken sama gerald nih, "
Ken juga menatap ke arah siswa baru itu, memang sangat cantik. Ia bahkan sampai terpesona melihat nya. Gery melihat tatapan ken ke arah siswa baru itu.
' sial, nggak akan gue biarin lo nyakitin bos,' batin gery.
" nah sekarang perkenalkan diri kalian masing - masing, " bapak wali kelas mempersilahkan mereka berdua.
" hai, perkenalkan nama saya lusiana chu, saya murid pindahan dari aussie, semoga saya bisa akrab dengan kalian semua " kata sang murid perempuan ramah dan sangat lembut. Nada bicara nya terkesan medayu - dayu. Begitulah pemikiran dan pendengaran gery.
" saya jhonson smith, pindahan dari aussie, mohon bantuan nya, " sedangkan sang murid laki -laki juga terdengar ramah. Tak henti - henti gery memberi penilaian.
" kalian boleh mengajukan pertanyaan secara pribadi setelah jam istirahat nanti, lusi dan jhon, silahkan duduk di bangku belakang myra dan gery. Gery, angkat tanganmu, " perintah pak guru.
Gery segera mengangkat tangan nya malas untuk memberi kode di mana ia duduk. lusi terlihat tersenyum ramah ke arah gery. Sedangkan gery hanya mengangguk datar. Entah kenapa ia merasakan bahwa ia harus hati - hati dengan dua orang murid baru ini.
" hai, nama ku lusiana, " ucap lusi saat ia melewati meja mya. Myra mendongak dan tersenyum ramah.
" hai, aku myra, ini gery, " balas myra sambil mengenalkan gery. Sekali lagi gery hanya mengangguk singkat.
" aku harap kita bisa berteman akrab ya, " ucap lusi lagi. Myra tersenyum lebih lebar.
" tentu, " jawab myra. Lusi duduk di meja nya. Tetapi mata nya menatap ke arah ken yang sedang menatap nya. Lusi tersenyum manis. Ken merona dan segera menolehkan wajahnya ke depan lagi.
' nggak akan ada yang sanggup berpaling dari pesona seorang lusi, ' batin lusi.
" pssstt, dua orang ini yang sewa kamar apartemen, " bisik gery. Myra hanya mengangkat alisnya sebelah.
" yasudah biarkan saja, " jawab myra singkat. Gery mendengus pelan.
' si bos mah ngak ada curiga nya sama sekali, ' gerutu gery keki.
Mereka segera mendengarkan penjelasan pak guru di depan. Meskipun kebanyakan hanya masuk ke kuping kiri karena hanya membuat myra mengantuk.
💨💨💨
" hai, aku lusi, ini kakak ku jhon, " lusi mengenalkan diri nya di depan ken dan gerald.
" hai. Ku ken, dan ini gerald " jawab ken. Ken nampak salah tingkah. Myra menyadari itu.
" wah, bolehkah aku memanggilmu kakak ? Sepertinya kamu lebih tua dari ku, " tanya lusi polos. Ia memiringkan wajahnya mendekat ke arah ken. Ken yang memang sudah tertarik dengan lusi pun mengangguk senang. Myra tersenyum kecut.
" bos, kita harus menemui rose segera, " kata gery mengalihkan pandangan myra ke pada ken dan lusi. Sementara gerald juga tersenyum masam, ia memuji gery yang tanggap dengan situasi.
" oh iya, lusi, aku tinggal dulu ya, yuk ger " kata myra tersenyum menutupi perasaannya.
" bos, ? Myra memang bos besar kah ?" tanya lusi polos ke pada ken.
" oh bukan, ia memang memiliki toko elektronik kecil dengan beberapa cabang, dan gery kerja sambilan di sana, " jawab ken. Lusi mengangguk polos.
" oh, hebat sekali. Punya toko elektronik, bukan hanya cantik, dia juga mandiri, nggak kayak aku, " senyum kecut tersungging di bibir lusi. Ia memasang wajah sendu.
" hei, kenapa ? Biasa aja myra juga. Cantikan juga kamu, " ucap ken tanpa sadar. Gerald hanya menggelengkan kepala nya. Sedangkan lusi sudah tersenyum sumringah. Sedangkan jhon hanya menyeringai penuh arti ke arah lusi. Entah kenapa lelaki ini sedari tadi hanya terdiam seperti sedang mengamati sekitar nya.
" kak ken bisa aja, " kata lusi tersipu malu.
" aku nggak bohong, " kata ken lagi.
" hi hi hi, kak ken lucu deh, " kata lusi malu - mal. Gerald yang jengah meminta ijin untuk pergi ke kantin. Sedangkan jhon sudah pergi dengan alasan ingin ke perpustakaan.
" kamu tinggal di mana ana, ?" tanya ken. lusi nampak mengerutkan keningnya.
" ana, bolehkan aku panggil ana, kan nama kamu lusiana, " kata ken menggoda lusi. Lusi kembali tersipu.
" boleh kak, aku tinggal di sekitar apartemen kondou, bareng sama kakak, " jawab lusi.
" hanya berdua ?" tanya ken lagi. Dalam hati ken benar - benar tertarik dengan lusi. Lusi ramah dan polos. Selain itu lusi juga cantik.
" heem, orang tua kami ada di aussie, kami pindah setelah mendengar negara mommy kami sangat bagus, jadi setelah belajar bahasa sini, aku dan kakak ku langsung pindah ke sini, " jelas lusi lancar.
" wah, kalian mandiri juga, hanya tinggal berdua di negara yang masih asing untuk kalian, " puji ken.
" he he he, kan belajar kak, " jawab lusi.
" kamu mau makan bareng aku ?" tawar ken. Lusi mengangguk riang.
Mereka berdua berjalan menuju kantin dengan mengobrol tentang diri masing - masing.
Sementara itu..
Di rooftop basecamp myra dan pasangan sengklek.
" jadi, orang yang menyewa lantai 3 itu murid pindahan hari ini ? Dan mereka masuk di kelas kalian ?" tanya rose di sela - sela menyantap makan siang bekal dari yang di buat oleh rania.
" iya beb, duduk nya bahkan di belakang ku, " jawab gery sambil sesekali menoleh ke arah myra yang nampak asyik menyantap bekal nya.
" wah asyik dong, cantik nggak ?" tanya rose mengejek gery.
" cantikan kamu beb, tenang saja. Di hati ku cuma ada kamu, " gombal gery. Rose berpose muntah. Sedangkan myra masih saja diam. Tapi telinga nya tetap menyimak apa yang di bicarakan oleh gery dan rose.
" lagian seperti nya dia cewek nggak bener, aura lelaki di sampingnya juga seperti gimana gitu, " gery bergidik membayangkan lusi dan jhonson.
" nggak benar bagaimana beb ?" tanya rose penasaran. Ia menyesal kenapa ia tidak satu kelas dengan gery dan myra.
" pokok nya ya gitu deh, masa suara nya di buat mendayu - dayu, sok lembut gitu. Muka nya juga sok sok di imut in, polos,"
" belum lagi, ia seperti nya tertarik deh sama ke ... "
" cepat selesaikan makan kalian dan segera periksa pekerjaan kalian berdua !"