
" pakai kunci ini, untuk membuka pintu rumah myra yang ada di depan mansion keluarga mu, lalu silahkan ikuti petunjuk di kertas untuk mengaktifkan sistem,"
" lalu naik tangga ke lantai 2, buka pintu biru dengan kunci yang ini, lo tentu masih ingat itu ruangan siapa kan ?" ejek gery lagi. sekali lagi ia menepuk bahu ken. Hanya saja sekarang lebih lembut.
" Kami harap, lo nggak kecewakan kami dan gue harap lo pakai kesempatan terakhir yang gue kasih ke lo. "
" Masalah di mana keberadaan myra, lo tenang aja. Tidak lama lagi, lo pasti akan bertemu dengan nya" kata gery sambil berbalik. beranjak pergi di ikuti oleh melvin.
Setelah gery dan melvin menghilang di ujung sana, ken tiba - tiba ambruk. Bryan langsung menyongsong tubuh kekar pria malang itu.
Ken nampak mengamati 2 buah kunci dan secarik kertas yang berada di genggaman nya. Sedari tadi ia terdiam, bahkan saat fahmi mengeluarkan ancaman nya. Mencoba untuk mencerna setiap kata yang di keluarkan oleh gery.
" lo nggak apa - apa ken ? apa kita nggak usah kerjain pekerjaan hari ini ? kita balik aja ke apart lo?" tanya bryan yang nampak khawatir dengan adik nya itu.
" Nggak bang, kita lanjut aja. Kita Sarapan di kantor aja ya bang, pesan makanan buat take away aja." putus ken. bryan mengangguk setuju. Ia segera memesan menu untuk dia dan ken untuk di take away.
Sementara itu, melvin dan gery yang sedang berjalan menuju ruang VIP 2.
" lo yakin dengan keputusan ini? bagaimana jika myra marah saat tahu lo gandakan kunci rumah bahkan kamar nya ?" tanya melvin nampak cemas.
" nggak akan kak, jangan sampai myra tahu. Lagi pula myra nggak akan pulang ke sana dalam waktu dekat, ia sudah bilang ke ayah untuk tinggal di penthouse KONDOU Inc" jawab gery mantap.
" hah ,, terserah lo aja lah" desah melvin pasrah. kadang ia tidak habis pikir dengan pemikiran gery yang out the box.
" myra berhak bahagia kak, selama ini ia selalu menahan nya sendiri. Ia masih mencintai ken dengan sangat. Hanya ini yang bisa gery lakukan untuk nya " kata gery sambil menerawang jauh ke depan.
Kedua nya lalu memasuki ruang VIP 2 yang sudah riuh dengan suara myra dan juga fahmi yang nampak sedang mendebatkan menu - menu yang akan mereka pesan.
Sesekali terdengar suara darren yang ikut meramaikan suasana, hanya rose dan juga seorang pelayan yang hanya bisa diam dan nampak menggaruk kepala nya. Nampa kaget dengan tingkah absurd pelanggan nyaa yang nampak generasi konglomerat tapi malah terlihat seperti anak kecil yang sedang berebut makanan.
" mi, ih pesen soto ayam kampung aja sih,"
" kak, nasi liwet aja,"
" mi lo yang bener bae, pagi - pagi mau makan pete, "
" eh bambang, malah nikmat lah, "
" tau nih si fahmi, bau nanti lah, "
" kak, kita kan nggak ke kantor hari ini, "
CEKLEK
MElvin dan gery masuk. Mereka hanya melongo saat melihat secara langsung perseteruan memperebutkan makanan yang belum juga kelar, suara mereka bahkan terdengar samar - samar dari balik pintu.
Gery dan melvin melangkah maju, melvin memilih duduk. TAngan nya menopang dagu dan dengan santai malah menikmati drama pertengkaran antara mereka bertiga.
Sedangkan gery memilih duduk di samping rose. Meraih puncak kepala rose dan mencium nya lembut.
" sudah berapa lama mereka seperti itu ?" tanya gery sambil merapikan helaian rambut rose dengan sayang.
Rose juga nampak menikmati drama itu, ia bahkan sudah berkaca - kaca melihat myra yang dengan semangat mendebat fahmi di dukung oleh darren. Bagi nya ini kali pertama melihat myra yang nampak bersemangat dalam berinteraksi dengan orang selama hampir 6 tahun ini.
Gery hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah bos dan juga adik - adik nya itu. Ia melihat ke samping tepat kepada pelayan wanita yang sedang cengo melihat pelanggan nya malah berdebat ria. Gery memanggilnya.
" mbak, apa ada menu pecel sayur untuk hari ini ?" tanya nya.
" oh kebetulan sekali ada tuan, hari dan hari minggu adalah jadwal untuk menu sarapan pecel sayur, bubur ayam kampung, dan juga nasi liwet, " jelas pelayan ramah.
" oke baiklah. Beri kami 5 porsi pecel sayur plus nasi merah, tahu dan tempe goreng extra sambel pecel nya ya mbak, minum nya air putih, 6 teh hangat manis, "
" untuk dessert nya minta kue sus krim saja, "
" kak mel, darren oke kan sama pecel sayur ?" tanya gery sesaat sebelum memantapkan pesanan.
Melvin yang merasa di panggil menoleh dan mendengarkan ucapan gery. Lalu mengulurkan jempol tanda setuju.
" baik itu saya dulu mbak, maaf karena mereka terlalu bising, " ringis gery tidak enak.
" ha ha ha, tidak apa tuan, baik pesanan nya 5 porsi pecel sayur plus nasi, tahu tempe goreng extra sambal kacang, air putih, 5 teh hangat, kue sus krim, Benar atau masih ada yang ingin di tambahkan?" ulang pelayan.
" benar mbak, cukup untuk sementara ini, " kata gery.
" baik, silahkan di tunggu dengan nyaman, " pamit pelayan pencatat pesanan pergi.
Sementara myra, fahmi dan juga fahmi masih saya berdebat ria. Gery menghela nafas kasar dan mulai mengumpulkan amunisi suara nya.
" APA YANG KALIAN RIBUTKAN ? DUDUK !!" teriak gery.
Seketika mereka bertiga langsung diam dan perlahan - lahan menolehkan kepala nya menatap takut ke arah gery. Gery memang pendiam, nampak datar dan sedikit dingin meski lebih dingin ken, tetapi ia akan sangat menakutkan jika sedang marah. Terkadang myra pun merasa terintimidasi jika gery sedang marah. Meskipun gery sangat jarang marah.
Rose dan melvin haya terkikik melihat ekspresi dari ketiga anak ayam yang menciut saat melihat musang.
" sini duduk, kasihan sama pelayan nya menunggu kalian yang malah tidak langsung memesan makanan !" ucap gery sedikit melembut.
Dengan perlahan, ketiga nya duduk dengan tenang.
" ger, jangan marah, hm. " ujar myra sambil menampilkan muka sok polos nya. Gery menatapnya datar sedangkan rose dan melvin semakin terbahak.
" iya nih kak gery, jangan marah - marah. Nanti tua, nanti pas ijab malah kelihatan jelek " ucap fahmi acuh. Seketika gery tambah melotot tajam. Sedangkan darren nampak diam saja.
" diam lo bocah, " kata gery. Fahmi hanya mendengus saat di katai bocah lagi,
" eh, mana mbak - mbak nya ? Gue kan belum pesen, " tanya myra yang celingukan.
" gue udah pesen pecel sayur, lo bilang pengen itu sejak di negara S. Kenapa malah debat masalah soto sama nasi liwet ?" ucap gery kembali ke stelan awal.
Mata myra nampak berbinar, ia mengerjab - ngerjab mata nya lucu.
" ger, menu di sini luar biasa. Menu jawa nya lengkap meski harus di jadwal, tapi kita jadi bisa tahu jika ingin makan menu di sini,"