
" sayang, setelah acara gery, mau kah kamu menikah dengan ku ?" tanya ken tiba - tiba begitu mereka sampai di depan pelataran rumah myra.
Myra yang hendak membuka seatbelt nya, seketika terhenti. Tangan nya nampak menggantung di udara. Tentu saja ia merasa terkejut dengan apa yang ken ucapkan.
Pelan - pelan myra menoleh ke arah ken, di dapati nya tatapan penuh cinta dan penuh harap terpancar di mata ken. Myra tertunduk sejenak, mencoba memikirkan dan memantapkan hati nya untuk menjawab pertanyaan ken.
Ken dengan gugup menunggu jawaban dari myra. Sungguh hati nya ini di penuhi dengan kegelisahan. Ia juga berpikir jika ia konyol melakukan lamaran di dalam mobil seperti ini. Tapi, ia tidak bisa berpikir logis. Ia hanya ingin myra secepat nya terikat pernikahan dengan nya.
Dengan masalah dengan michael tadi, ken semakin sadar. Jika banyak pria yang rela mengantre untuk myra. Dan dia tidak ingin kehilangan myra lagi. Tidak akan pernah !.
" apa .. Apa kamu sungguh - sungguh ?" jawab myra setelah hampir 5 menit mobil di penuh suasana canggung dan hening karena myra terdiam cukup lama.
Mata ken mengerjab pelan, apa maksud gadis di depan nya ini ? Bukan kah yang mengajukan lamaran adalah ken? Lalu kenapa myra masih menanyakan keseriusan nya ?. Ingin sekali ia menggigit pipi chubby gadis nya ini. Gemas !.
" tentu, jika bisa, aku ingin sekarang juga kita ijab " jawab ken mantab.
Myra tidak bisa untuk tidak terkekeh mendengar jawaban ken.
Myra menarik nafas nya pelan dan menghembuskan nya perlahan. Ia melihat ke arah ken sekali lagi.
Dan kemudian, myra mengangguk tegas,
Mata ken tidak bisa untuk tidak berbinar. Dengan cepat ia membuka seatbelt nya dan memasukkan myra ke dalam pelukan nya. Hati nya membuncah bahagia, tidak ada rasa yang bisa melukiskan bagaimana ia bahagia saat ini.
" teria kasih... Terima kasih, " air mata ken mengalir di sela - sela kebahagian nya. A yang selama ini menunggu dan menghukum diri nya sendiri akhirnya bisa meraih manisnya perjuangan nya.
Myra pun juga tida bisa menahan air mata nya, akhir nya. Akhir Nya ia bisa bersama dengan pria yang selama ini menempati hati nya. Meski ia harus bersakit - sakit dahulu.
" ayo, kita bilang sama mommy dan daddy sama bang bryan " ajak ken dengan antusias. Myra hanya menggelengkan kepala dan menahan ken sementara.
" jangan dulu, mari kita tunggu gery dan rose terlebih dahulu. Lagi pula, setelah ini, gery juga masih cuti seminggu. Aku nggak bisa ninggalin fahmi begitu saja meski aku memberikan hukuman kepada nya, " ucap myra lembut.
Mata ken sedikit meredup karena ia tidak bisa menajak myra untuk segera ijab. Tapi, ia sudah cukup lega dan tenang karena myra menerima lamaran nya. Semenit kemudian, kening nya kembali mengerut. Fahmi ? Di hukum ?
" kamu .. Hukum fahmi ? Kenapa ?" tanya ken sambil melepaskan pelukan nya.
myra terkekeh pelan dan memperbaiki posisi duduk nya yang sempat coondong karena pelukan ken.
" heemm, aku menghukum nya, karena membocorkan masalah mike kepada mu. Bukan apa - apa, yata nya dia hanya ingin menguji mu hingga kamu kambuh seperti itu, " jelas myra pelan.
" kenapa ? Bukan nya itu semua karena ia hanya ingin kamu bahagia ? Bukan nya fahmi hanya ingin memastikan keadaan ku untuk mu ?" tanya ken masih heran.
" ya, tetapi bukan dnegan cara ini. Toh, jika kita berjodoh, kita kan bersama. Jika kamu memnag tidak tulus kepada ku, maka kemungkinan aku juga akan pergi selamanya dari negara ini dan akan memutuskan untuk tinggal di negara J, kampung halaman papi, " ucap myra santai.
Ken tersentak ia memandang horor ke arah myra. Tidak pernah sekalipun ia berpikir jika myra memiliki niatan seperti ini. Negara J ? Bahkan ken, jika itu semua terjadi, ia tidak akan memikirkan untuk mencari myra ke negara tersebut. Ken menggeleng panik sambil menggenggam tangan myra dan menggoyangkan nya perlahan.
" tidak .. Jangan lagi .. Jangan pergi lagi, " panik ken. Myra menepuk pelan punggung tangan ken dan berkata lembut.
" hei, itu hanya wacana, hanya opsi ku terakhir. Memang aku memilik niat untuk pulang ke negara ini saat kemarin gery dan rose bilang ingin mengadakan resepsi di negara ini. Niat ku, aku hanya akan melihat keadaan mu, sekaligus melepaskan kerinduanku. Jika saat itu ak melihat mu bahagia, maka aku memiliki niat untuk melepas mu dan pergi lebih jauh lagi, "
" tapi fahmi bilang, jika kamu sudah berubah dan baru berani bercerita tentang perubahan dan keadaan mu. Bukan kah ak pernah bilang jika aku selalu menahan keinginan untuk sekedar mengecek media sosial mu. Maka nya aku tidak tahu apa - apa tentang ke adaan mu selama sepeninggalku, "
" tapi, ahmi malah masih menguji mu meski ia tahu kamu sempat terguncang dan tersiksa dengan kepergianku. Maka nya itu yang membuat ku menghukum nya. Tenang saja, fahmi juga menerima hukuman nya ... "
" ... Meski sangat terlihat jika ia sangat engga " lanjut myra sambil terkekeh pelan.
Ken tidak tahu harus menjawab apa. Jika ia masih bodoh dnegan tidak peka dengan perasaan nya, ia akan benar - benar kehilangan myra nya !! Hanya dnegan memikirkan nya saja sudah membuat kepala nya berdenyut sakit.
" kamu harus berjanji di masa depan, jangan pernah berpikiran untuk menjauh lag dari ku," ucap ken dengan memasang wajah polos nya.
Myra tertawa riang dan mengangguk dengan sungguh - sungguh.
" jadi, aku harus bicara kepada mommy kapan ?" tanya ken dengan tidak sabar.
" kita bisa membicarakan mengenai kesepakatan kita saja, bagaimanapun, aku masih harus stand by di kantor sampai gery pulang dari honey moon nya, kan ?" ucap myra yang di angguki ken pasrah.
" kasihan fahmi jika hanya d bantu oleh kak Melvin, kak melvin juga pasti sedang sibuk menyiapkan pesanan dari negara B, belum lagi kami juga harus mempersiapkan program dan sistem untuk komplek mu, " lanjut myra.
Ken mengangguk - angguk paham, ia meraih tangan kanan myra dan mengecupnya sayang.
" baiklah, aku akan bicara mengenai persiapan ini pada mommy dan daddy serta bang bryan" ucap ken.
" hmmm, apa aku perlu ikut ?" tanya myra.
"nggak usah, biar aku saja, nanti mungkin aku hanya menanyakan konsep pernikahan apa yang kamu dambakan, sebaik nya kamu mulai memikirkan itu " geleng ken menjawab pertanyaan myra. Myra mengangguk. Suasana kembali hening. Mereka tengah bergelut dengan pikiran masing - masing.
" kamu memiliki hutang kepada ku, jangan lupa loh "