LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
Bab 50



" kayak yang lo nggak menyembunyikan penampilan lo aja, myr myr " jawab melvin santai.


BRUSSSH


Gery dan myra menyemburkan makan nya bersamaan, sedangkan rose yang sudah selesai hanya menganga kan mulut nya.


" ba .. Bagaimana kakak bisa tahu jika bos sedang menyamarkan penampilan nya? " tanya rose yang terlebih dahulu sadar dari keterkejutan nya. Gery dan myra segera tersadar dan ikut mengangguk.


" ya gampang aja, apalagi bagi gue yang juga menyamarkan penampilan. Myra kadang kalau keringatan suka ada yang menggumpal di wajah nya. Dari situ gue bisa menyimpulkan jika dia sedang menggunakan bedak tebal untuk menyamarkan penampilan nya." jelas melvin. Rose manggut - manggut mendengarkan penjelasan melvin. Ia takjub dengan penilaian melvin, karena ia yang notabene perempuan saja tidak bisa mengetahui jika bos nya sedang menyamarkan penampilan nya saat pertama kali mereka bertemu.


" HA HA HA " tiba - tiba myra tertawa kencang mendengar jawaban melvin. Membuat ketiga manusia yang di sana keheranan.


" bo.. Bos lo waras kan, " tanya gery ketakutan mendengar myra tertawa terbahak - bahak.


PLAK


Myra memukul pelan punggung asisten pribadi masa depan nya itu. Myra masih mengusut air mata yang keluar akibat tertawa nya.


" haaah, hufft, " myra menyerut rakus udara dan menormalkan wajahnya.


" hemmm, ha ha ha, aduh aku benar - benar senang kali ini, " kata myra yang masih saja menimbulkan pertanyaan di benak ketiga nya. Apa yang membuat nona muda nya ini senang ? Begitu pikir mereka.


" bagus kak mel, kakak bisa mengamati situasi engan seksama, bahkan hal kecil tak luput dari pengamatan kakak, dan it bagus untuk kinerja kakak ke depan nya, "


" kamu rose, kamu juga harus belajar dari sekarang untuk mengetahui gerak gerik seseorang,gesture tubuh lawan bicara mu,"


" nggak harus belajar secara khusus tentang ini, tapi kita harus bisa mengenali lawan bicara kita, " kata myra panjang lebar. Akhirnya ketiga nya mengerti apa yang membuat myra tertawa.


" lalu, lo sendiri gimana myr?" tanya melvin tiba - tiba.


" aku ? Aku kenapa ? " tanya myra sambil menunjuk diri sendiri.


" gimana penilaian lo tentang si lusi lusi itu, " tandas melvin.


JEGER


bukan hanya myra yang terkejut, tapi juga gery dan rose. Bagaimana bisa melvin tahu tentang lusi. Apa jangan - jangan Melvin juga mengetahui tentang myra dan ken.


" maaf, aku tak sengaja mendengarkan pembicaraan gery dan rose tempo hari, " jelas melvin. Myra manggut - manggut.


Myra terdiam dan menatap ke arah langit. Ia mulai menerawang.


" aku tidak tahu, karena memang selama ini tidak begitu melihat dengan jelas ke arah nya. " jujur myra. Gery menghembuskan nafas kasar.


" tapi aku bisa melihat jika sikap nya terhadap orang lain tidak tulus, tapi entah lah," kata myra sambil mengangkat bahu nya.


" bos, lo harus segera menyelidiki 'mereka' " kata rose. mereka yang di maksud dengan rose adalah lusi dan juga jhonson.


" bukan kah gery sudah menyelidiki nya ?" Tanya myra heran. Ia tentu tahu jika gery pasti diam - diam menyelidiki rose tanpa sepengetahuan atau ijin dari myra. Karena itu memang sudah kewajiban gery untuk melakukan antisipasi segala sesuatu yang berhubungan dengan keselamatan myra. Bukankah mencegah lebih baik dari mengobati .


Gery menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia tidak menyangka jika myra akan tahu tentang aksi nya selama ini.


" lalu apa hasilnya, ger ?" tanya myra.


" lo lebih baik selidiki sendiri, agar lebih memuaskan, siapa tahu lo pengen kasih tahu ken, " kata gery. Ia tentu tidak bisa mengatakan sebenarnya karena sebenarnya gery ingin myra menyerah dengan ken. Karena menurut gery dan rose, myra pantas bahagia, dan menurut mereka itu semua bukan dengan ken yang lebih memilih memercayai lusi yang not bene baru di kenal nya.


" haaah, kalian kan tahu aku sangat sibuk, apa lagi aku ingin membuat game terbaru lagi, " jawab myra memang benar, selain proyek flying dragonfly dan pelajaran serta rencana lomba nya, myra juga sibuk mempersiapkan game terbaru setelah kingdom of kondou menguasai pasar per - game an.


" jangan terlalu memaksakan diri sendiri myr, lepaskan jika sudah lelah, " nasehat melvin yang sedari tadi mendengar pembicaraan gery.


" dan benar kata gery, sebaiknya lo mulai menyelidiki lusi lusi itu, " sambung melvin.


" aku ingin pindah sekolah, " kata myra santai. Mata nya menerawang jauh ke atas sana.


' apakah myra akan menyerah ?' batin rose.


' apa bos sudah terbuka mata batin nya,' batin gery.


' hah, dunia orang kaya memang rumit, ' batin melvin.


" aku ingin pindah sekolah dan akselerasi, tapi jika aku sudah lelah, " kata myra lagi sambil tersenyum centil. Ketiga nya hanya mendesah. pelan. Sedangkan myra tertawa terbahak melihat ekspresi mereka bertiga.


' entah benar atau tidak keputusan yang akan aku pilih, semoga kalian bahagia, ' batin yra. Tertawa nya berganti dengan pandangan sendu. Ia menatap gery, rose, dan melvin yang tengah mendiskusikan sesuatu.


💨💨💨


" myra, "


Saat ini myra tengah menyelesaikan rancangan robot untuk perlombaan. Meski di sekolah hanya tinggal ia dan beberapa siswa yang mengikuti ekstra kurikuler. Bahkan gery dan rose saja sudah terlebih dahulu pulang karena mereka memiliki pekerjaan yang mengharuskan mereka pergi ke kantor. Sedangkan melvin, pria itu ijin pulang karena sang ibu menyuruh nya untuk menemani ke pertemuan keluarga.


Merasa ada yang memanggil, myra segera menoleh. Ternyata yang memanggil nya adalah kepala sekolah. Myra segera bangkit untuk memenuhi panggilan kepala sekolahnya.


" iya pak, ada apa ya pak, ?" tanya myra sopan. Terkadang kepala sekolah lupa jika myra adalah pemimpin kondou inc. Sikap sopan dan ramah yang selalu myra perlihatkan kepada semua orang tanpa memandang kasta selalu membuat pak samuel kagum.


" nanti setelah selesai, bisakah ke ruangan bapak dahulu ?" tanya pak samuel. Myra nampak berpikir, ia mengingat apakah ada jadwal mendesak setelah pulang sekolah nanti.


" ehhm baiklah pak, kebetulan myra lagi free hari ini, " jawab myra setelah semenit mengingat dan tidak ada jadwal yang mendesak di kantor nya.


" oke, kalau begitu bapak permisi ya, " pamit kepala sekolah.


Myra hanya tersenyum dan sedikit membungkuk hormat kepada samuel.


' rancangan ini sudah selesai, tinggal nanti aku jelaskan kepada kak melvin. Karena bagaimana pun jika suatu saat aku harus pergi dari negara ini, kak melvin harus bisa dasar - dasar pembuatan robot ' batin myra. Entah kenapa ia merasa jika sesuatu akan terjadi tak lama lagi. Tapi myra memang se cuek itu hingga hanya menganggap angin lalu saja.


Setelah di rasa sudah selesai, myra segera membereskan peralatan nya. Tak lupa ia menyuruh butterfly robotic miliknya untuk meng - scan desain dan formula robot untuk perlombaan sebagai jaga - jaga dan juga sebagai antisipasi jika kertas formula hilang atau yang lain nya.



...( gambar hanya pemanis. Tidak bermaksud menyinggung instansi terkait. Sumber : google (tutorial robotic) )...


Butterfly robotic adalah robot cctv ang memiliki konsep sama dengan flying dragonfly yang sedang ia garap. Ia sengaja membuat nya untuk pribadi nya. Robot ini selalu selalu bersama myra, karena myra menciptakan dengan bentuk seperti jepit rambut. Terkadang bisa di gunakan sebagai pin dasi dan juga jika di perlukan ia juga bisa terbang. myra menciptakan nya sepasang dengan flying dragonfly yang memiliki warna senada.


Myra segera menuju ruang kepala sekolah. Ia pensara dengan apa yang akan bapak kepala sekolah sampaikan.


TOK TOK TOK


" masuk, " terdengar perintah untuk masuk,myra segera bergegas masuk.


CEKLEK


" silahkan duduk nak myra, " kata kepala sekolah setelah myra menyembulkan kepala di gawang pintu.


Myra segera mengangguk dan duduk manis di sofa ruang kepala sekolah. Kepala sekolah bangkit dari duduk nya dan duduk di seberang kursi myra.


" apa rancangan nya sudah selesai ?" tanya pak samuel ber basa basi.


" sudah pak, saya tinggal menjelaskan kepada kak melvin, " jawab myra sopan. Ia masih penasaran, tapi ia akan menunggu hingga kepala sekolah menyampaikan apa tujuan nya memanggil nya.


" alhamdulillah, terima kasih nak myra sudah mau berpartisipasi dalam lomba dan bahkan menyediakan bahan yang di perlukan, " kata kepala sekolah tidak enak hati.


" ah tidak apa - apa pak, sudah jadi kewajiban myra untuk ikut mengharumkan nama baik sekolah, " jawab myra. Pak samuel tersenyum cerah mendengar jawaban myra.


" oh iya, pak frederick menelpon saya semalam, kamu mau pindah ?"


DEG