LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
Bab 70



Saat ia sudah berada hampir di tepi jalan dan mobil yang melaju cepat hampir saja menyambar nya, tiba - tiba ia mendengar teriakan dan merasakan kerah baju nya di tarik kebelakang dan ia terbanting kebelakang.


" KEEEEEENNNNN... NOOOOOOOOO "


" kak myraaa.... "


" bos ... "


" no.. noo myraaaaaaa ... "


CKIIIIIIIIIIITTTTT


BRAAAAAAKKKKKK


Ken linglung dengan keadaan. Ia masih saja tercengang. Tapi saat ia mendengar ada yang berteriak meneriakkan nama ' myra ' ia langsung tersadar. Ia menatap nanar tak percaya tubuh yang tergeletak di depan sana. Tubuh yang ia yakini menarik dan meneriaki nya tadi. Tubuh yang menggantikan nya, sehingga seharusnya ia yang terbaring di depan sana.


" buk.. Bukan, , , itu tak mungkin dia, " gumam ken lirih. Sambil tertatih ia mulai berjalan mendekat ke arah tubuh yang tergeletak di depan sana yang mulai di kerumuni orang - orang.


" buk.. Bukan myra, ya, dia bukan myra, myra sedang berada di rumah nya. Ia pasti sedang tertidur di kamar nya, " gumam nya lagi. Ia mencoba menampik kenyataan yang semakin dekat. Ia bahkan tidak sadar jika air mata nya sudah menetes.


" myra ku sedang tidur. YA, dia sedang tertidur, " gumam ken lagi. Ia bahkan sudah mulai mendekap tubuh myra yang terbaring di sana. Tanpa menghiraukan grasak - grusuk orang yang berkumpul. Air mata nya bahkan sudah mengalir dengan deras saat sadar jika sosok yang di dekap nya adalah nyata benar - benar tubuh myra yang sempat ia sangkal kebenaran nya.


" hei, bangun. Myr. Jangan bercanda, " kata nya pelan. Ia mulai mengusap wajah myra yang mulai tertutupi darah yang mengalir dari kening nya.


" myr, hei... bangun. Kamu nggak ada niat untuk meninggalkan aku kan ?" ucap ken parau di lihat nya wajah ayu myra yang ternyata sangat cantik tanpa ada polesan cupu. Ya, saat itu myra memang tidak sempat menutupi wajahnya dengan make up cupu nya saat ia dengan tergesa menyusul ken.


" hei, bangun, kenapa kamu malah tidur di sini ? " guncang ken ke tubuh ken. Ken semakin gemetar saat myra tak kunjung bangun. Akal sehat nya hilang, kenapa ia malah tidak segera memanggil ambulan.


Perlahan, myra membuka mata nya, sebentar. hanya sebentar .


" k. . .Ken, ka. . .. kau selamat ? alhamdulillah.. " ucap nya terbata - bata.. tangan nya yang mulai terulur ke arah wajah ken.


ken dengan sigap menangkap tangan myra dan mengarahkan ke wajahnya. ia nampak gemetaran melihat darah yang hampir menutupi wajah myra.


" sssstttt.. ja... jangan bicara dulu, kamu terluka " ucap ken pilu. bagaimana rasa nya, orang yang selama ini dia benci dan ia hina tapi ia cinta menyelamatkan nyawa nya tengah menahan rasa sakit nya. Bahkan ia harus menerima kenyataan jika perempuan yang ia kira gadis baik - baik adalah musuh sesungguhnya.


" tidak apa, ken. maa. maafkan ak.. aku y ya, "


" ini, pegang ini, myra akan kasih ini untuk ken, untuk salam perpisahan myra kepada ken, oh iya, ken masih simpan gantungan dari myra kan, tolong tekan tombol nya. Atau jika masih belum bisa, cari gery atau kak melvin untuk membantu mu " myra tersenyum manis saat mengucapkan kalimat panjang terakhirnya ia menyerahkan jam tangan nya kepada ken, dengan susah payah, myra melepaskan jam tangan nya yang nampak baik - baik saja, sesaat sebelum ia akhirnya tak sadarkan diri lagi.


" myr, myraaa,, tidak.. tidaakkkk.. bangun myr,,, " pekik ken ketakutan.. ia memeluk erat tubuh myra yang mulai dingin.


gery, rose , dan fahmi yang baru saja datang melihat tubuh nona muda nya tergeletak di pangkuan ken, fahmi dengan cepat merebut tubuh myra dan menghempas tubuh ken yang nampak shock.


" pergi kau dasar pria baji**an, " teriak fahmi dengan air mata yang mengalir deras di mata nya.


Fahmi tahu dengan jelas jika pria di depan nya ini yang telah lama di sukai oleh nona muda atau kakak angkatnya dan ia juga tahu jika pria ini sudah terlalu dalam menyakiti hati sang kakak.


fahmi segera menggendong tubuh lemah myra yang bermandikan darah itu menuju mobil yang tadi nya di pakai oleh rose, gery dan juga diri nya berjalan - jalan tanpa memperdulikan ken yang nampak ingin ikut.


Fahmi segera memboyong tubuh myra yang sudah tak sadarkan diri pergi meninggalkan lokasi di ikuti dengan rose. Rose akan menyetir lagi untuk membawa myra ke rumah sakit kondou yang sudah di siapkan oleh pasukan keamanan yang tadi gery siapkan. Entah kenapa mereka juga menyiapkan ruang di rumah sakit, mungkin mereka juga memiliki insting jika pasti ada kejadian berdarah entah siapa korban nya. Tapi mereka tidak menyangka jika korbannya adalah nona muda mereka.


keadaan rose?, gadis malang itu terlihat menangisi myra dengan tangan tetap memegang salah satu tangan myra yang berada di gendongan fahmi. setelah merebut paksa dari dekapan ken tadi. Rose nampak pula raut wajah nya yang murka. ia mengutuk keras kebodohan ken. Dan jika nanti ken mengetahui semua dan menyesali nya, ia akan menjadi yang pertama orang yang akan menertawakan ken.


Fahmi yang sangat murka tidak mengijinkan nya untuk ikut mengantar myra ke rumah sakit. pria kecil itu memang sangat jelas menyalahkan keadaan myra karena ulah ken.


sedangkan gery, setelah memberikan sebuah flashdisk dan juga mini proyektor tadi, meminta ken untuk segera membuka nya. karena di dalam nya terdapat beberapa pesan myra yang entah kapan gery juga tidak tahu myra persiapkan semua nya.


" pergilah, fahmi nggak akan ngasih ijin lo buat ikut ke rumah sakit, dan gue harap setelah ini lo nggak akan cari myra lagi. Cukup kami diam karena perintah myra, " kata gery dengan datar. Ken nampak terpaku mendengar perkataan ambigu gery. Gery memang nampak tidak se emosional fahmi, tapi percayalah. Saat ini gery sedang mencoba menahan diri untuk tidak menghantam dan menghajar tubuh ken.


Ken menatap nanar tangan nya yang penuh dengan darah myra. Ia dengan linglung berjalan menuju ke tempat kendaraan nya terparkir dan berkendara pulang.


Kali ini menurut apa kata gery untuk tidak mengikuti kemana myra akan di bawa meskipun sangat ingin. Ia sadar dengan tatapan mata pria kecil yang merebut myra dari dekapan nya tadi sangat memancarkan aura permusuhan yang lekat


' siapa lagi pria kecil itu, kenapa begitu banyak orang yang mengelilingi myra ku, bahan aku sendiri tidak sadar '


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Huwaaaa.. 😭😭 nangis kejer weh pas nulis part ini., sedih berasa kayak ngliat di depan mata.


Well, sudah hampir di penghujung cerita ya, he he he. Pengen di lanjutin ke judul baru saja seperti nya. Otak ku lagi buntu dan akan menyiapkan alur yang pas untuk kelanjutan ya. Sementara ini biarkan ku gantung ken dengan rasa penyesalan nya.


Terus dukung buntib yaa..


Jangan lupa


like dan komentar nya... 🙏🙏🙏


Terima kasih❤️❤️❤️