LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
Bab 42



Myra dan rombongan kecilnya sampai di lantai 13. Melvin nampak sangat gugup begitu akan memasuki ruangan yang ia tahu sebagai ruang produksi.


Saat mulai memasuki pintu yang terbuka, melvin di sambut dengan deretan lemari - lemari besar ber isikan perlengkapan dan peralatan pembuatan robot dan alat it lain nya. Ruangan dengan luas hampir setengah hektar ini berisi semua peralatan lengkap untuk membuat robot.


Ada 15 bilik komputer tempat semua anggota tim produksi sesuai yang di ceritakan oleh gery. Di sana sudah berdiri semua anggota tim divisi produksi. terlihat begitu antusias dengan kedatangan myra, bagai tengah menyambut presiden. Ya memang benar sih, myra kan presiden dari kondou inc.


Sedangkan myra yang di sambut dengan antusias hanya menguap dan menunjukkan raut muka mengantuk nya. Semua anggota tim produksi sudah sangat khatam dengan tingkah nona muda nya ini. Dan mereka sama sekali tidak mempermasalahkannya .


" selamat datang nona muda, " sambut mereka semua dengan sedikit membungkukkan badan ny. Myra mengibas kan tangan nya kode agar mereka bangun dari sikap membungkuk nya


" heh, sudah ku bilang jangan ada yang membungkuk, " tegas myra. Anggota tim produksi hanya cengengesan mendengar protes dari nona muda nya. Bagi mereka sangat mengasyikkan jika menggoda myra.


Ahmad maju dan berdiri di berdiri i samping myra. Ia membawa beberapa berkas yang nampaknya laporan perkembangan proyek. Myra mengkode kepada rose dan rose segera menerima berkas dari tangan ahmad.


" om, semua aman kan ? " tanya myra ketika ia sudah duduk di kursi kebesarannya. Saat ini hanya ada ahmad, rose dan myra. Sedangkan myra meminta gery untuk mengajak melvin berkeliling sekaligus mengenalkan setiap sudut ruang produksi kepada melvin.


" alhamdulillah, aman nona muda, " jawab ahmad sopan.


" projek sudah hampir 85% berkat nona muda yang mencicil software nya kemari, " sambung ahmad. Myra mengangguk puas.


" kemungkinan kapan akan selesai ya, om ?" tanya myra.


" mungkin jika semua lancar, insya allah akan selesai sekitar 4 bulan lagi, " jawab ahmad mencoba untuk memperkirakan waktu.


" 4 bulan lagi, sekitar kenaikan kelas, myr. " sahut rose. Ia tengah memeriksa laporan yang tadi di berikan oleh ahmad. Myra mengangguk pelan. Hati nya sedang gelisah. Entah ada apa.


' aku harap tidak terjadi sesuatu, ' btin myra yang berusaha menenangkan perasaannya sendiri.


" lo kenapa ?" tanya rose ketika ahmad sudah keluar ruangan untuk meneruskan pekerjaannya.


" entah lah, perasaan ku nggak enak. Kenapa ya , " kata myra berbalik tanya.


" cuma perasaanmu aja, " kata rose menenangkan mra. Myra mengangguk setuju. Ia cepat melupakan kegelisahannya dengan memilih berkutat dengan berkas - berkas yang membutuhkan tanda tangan nya.


💨💨💨


" gila ger, ini sih gede banget ruangannya, " decak kagum terdengar dari mulut melvin. Gery hanya mengangguk setuju karena memang benar apa yang di katakan oleh melvin.


" kali ini aku setuju dengan kakak, " jawab gery. Ia memang tengah mengajak melvin untuk berkeliling. Sekalian ia juga membantu myra memantau anggota tim produksi dalam membuat pesanan yang telah menjadi pesanan dari 6 bulan yang lalu.


" hebat banget, ini mereka membuat alat sekecil ini ?" tanya melvin saat gery mengajaknya ke dalam bilik pembuatan projek flying dragonfly.



( gambar hanya pemanis, sumber : google )


" hem, alat sekecil ini multi fungsi kak,selain terdapat mini cctv, ada juga recording nya, " ucap gery menjelaskan.


" lalu ada juga beberapa yang myra desain secara khusus dan pribadi, tapi bentuk butterfly. Dan juga honeybee "


Pantas saja myra terlihat begitu santai saat di sekolah san membahas tentang lomba pembuatan robot yang sebentar lagi akan mereka hadapi.


" aku sangat beruntung bis masuk bekerja di sini ger, " kata melvin terharu.


Teringat bagaimana ekspresi terkejut dari kedua orang tua nya sat ia menyerahkan surat perekrutan yang di berikan oleh myra.


Bahkan ke dua orang tua melvin sampai sujud syukur. Mereka bangga krena anaknya mendapat tawaran pekerjaan terlebih dari perusahaan besar. Dan lagi anak nya malah mendapatkan beasiswa dari calon perusahannya hingga jenjang kuliah.


Setelah puas berkeliling, melvin dan gery memutuskan untuk menyusul myra. Kebetulan ahmad selaku kepala tm produksi juga sudah berada di dalam ruangan myra.


" om ahmad, kebetulan mereka sudah kembali, "


" kenalkan yang di sebelah gery adalah kak melvin. Dia kakak kelas myra yang kemarin myra bilang. Kalian tentu sudah saling berkomunikasi bukan, " myra memperkenalkan melvin kepada melvin. Meskipun mereka sudah terlibat komunikasi serta pekerjaan bersama, namun ini pertama kali nya mereka saling bertatap muka.


Ahmad mengulurkan tangan dan nampak di sambut oleh melvin. Ahmad nampak mengamati perawakan melvin yang nampak tinggi dengan postur tubuhnya yang tegap. Melvin juga memiiki wajah tampan.


" salam kenal anak muda. Saya ahmad, ketua tim produksi, panggil saja om seperti nona muda memanggil saya, " ucap ahmad setelah selesai memindai penampilan melvin dari atas sampai bawah.


" eh, ah iya pa .. K eh om ahmad. Saya melvin, mohon bimbingan nya, " jawab melvin yang nampak begitu gugup setelah di pandang sedemikian rupa.


" tidak perlu merasa gugup nak melvin, kamu cukup tampan, " gurau ahmad menggoda melvin. Melvin di buat blushing oleh perkataan ahmad. Gery da rose terkekeh geli saat ketua tim produksi memberikan ospek kepada melvin.


" jangan keterlaluan om, nanti kak melvin kira jika om belok, " kata myra sambil memutar mata nya jengah. Ahmad terkesiap.


" eh, ha ha ha, maaf maaf, saya hanya bergurau. Di dalam tim produksi jika terlalu kaku bisa bisa stress, " kata ahmad sambil mengenang keadaan tim produksi sebelum masuknya myra. Yang mana saat itu penuh dengan ketegangan suasana.


" ehe he he, baik om, " kata melvin mulai bisa rileks.


Kelima nya kemudian terlibat pembicaraan yang lumayan serius mengenai kelanjutan proyek, myra meminta untuk semua fokus karena ia tidak ingin ada nya kesalahan dan merek harus tetap memperhatikan kesehatan dan keamanan dalam bekerja.


Karena myra dan melvin akan mengikuti perlombaan, myra juga meminta ahmad untuk menyediakan beberapa bahan untuk pembuatan robot nya. Ahmad tentu saja menyanggupi nya.


💨💨💨


Myra dan rombongannya memutuskan untuk meninggalkan perusahaan setelah sholat dhuhur. Setelah dari perusahaan, myra memutuskan untuk berkunjung ke apartemen frederick untuk mengunjungi fahmi. Ia ingin melihat perkembangan latihan fahmi yang selama beberapa hari ini tidak bisa myra pantau secara langsung karena kesibukannya.


Dari kondou inc menuju kondou's apartement memakan waktu perjalanan hanya 10 menit karena memang sangat dekat. Gery pergi duluan sesaat setelah melvin memarkirkan mobil bareng dengan rose. Dan kini melvin berjalan beriringan dengan myra.


" kak melvin mau tinggal di sini nggak, " tawar myra saat mereka sudah memasuki lobby apartemen. Sejumlah security dan beberapa robot pengawas nampak berseliweran di sekitar lobby.


" mungkin nanti setelah aku selesai kuliah myr, " jawab melvin. Ia ingin sekali tinggal di hunian sini, tapi mengingat ia nanti nya masih harus menyelesaikan studi nya dan ia masih ingin berada di dekat keluarga nya, membuatnya mengurungkan niatnya.


TING


Bunyi dentingan lift menandakan mereka sampai di lantai 31 yang merupakan lantai tempat tinggal gery dan frederick dan ditambah sekarang dengan fahmi.


" fahmi, kakak da ..... Eh kamu sedang makan apa tuh "