LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
S2_Bab 34



" selain untuk melakukan pekerjaan rumah tangga dengan sistem AI, rumah pintar ini juga akan di lengkapi dengan sensor keamanan rumah. Seperti sengatan listrik untuk mencegah ada nya maling yang akan menerobos ke dalam. Demikian ada yang ingin di tanyakan ?" ujar myra menjabarkan sistem RANIA.


Myra sedikit memberi sebuah contoh dengan menggunakan real estate dummy yang berada di meja. Ia mengotak atik laptop di depan nya dan sedikit menanam versi mini dari RANIA di sebuah dummy ruang tamu.


...BIP...


..." system active "...


..." welcome princess salsabila, please enter your password "...


Bryan menatap dummy tersebut dengan mata tidak berkedip. Bolak balik ia menatap myra dan dummy secara bergiliran. Ia memandang takjub kepda myra.


" nah, nanti nya kita akan menyuarakan password kita seperti saat kita login ke sebuah medsos. Hanya saja, kita menyuarakan nya secara langsung, " jelas myra lagi,


PROK PROK PROK


Terdengar tepuk tangan dari ken dan bryan. Mereka napak speechless dengan penjelasan myra mengenai sistem yang akan mereka gunakan nanti nya.


Meskipun ken secara garis besar sudah tahu tentang sistem ini karena ia sudah pernah merasakan sensasi nya saat di rumah komplek myra, tetap saja ia merasa sangat kagum dengan cara kerja sistem yang myra kembangkan.


Ken hanya blum secara keseluruhan mengetahui tentang RANIA milik myra di rumah komplek. Karena saat itu ken hanya 'berkenalan' dengan RANIA saja dan bukan dengan para robot di lab ruang bawah tanah. Entah bagaimana reaksi ken saat ia tahu itu semua.


" kami sangat menantikan proyek ini, nona myra. bukan kah begitu, tuan muda ?" tanggap bryan dengan kagum.


" ya, " jawab ken singkat.


Myra tersenyum hangat mendengar nada puas dari bryan dan ken.


KONDOU Inc memang setuju dengan pengajuan proyek rumah pintar berbasis sistem ini. Karena perusahaan ALEXANDER Group memang perusahaan yang berada dalam bidang REAL ESTATE dan mereka berani mengambil langkah berani untuk mendirikan sebuah kawasan komplek berbasis sistem seperti negara - negara maju. Seperti di negara C, J, K , dan A. Keempat negara tersebut sudah lama menerapkan hunian berbasis sistem.


gery segera menutup rapat yang sudah di sepakati. Ken dan bryan menjabat tangan myra sebagai tanda kesepakatan.


Anggota tim produksi yang membantu demo myra meninggalkan ruang rapat. Hanya tersisa ken, bryan, myra, rose, dan gery.


Lagi - lagi fahmi kabur karena ia akan menghadiri kelas siang nya. Tadi ia hanya menyempatkan diri untuk melihat myra yang akan bertemu dengan ken untuk pertama kali nya.


Memang, bucin nya kepada myra ini sudah tidak tertolong ! Bagaimana pun, fahmi tidak ingin ia kecolongan lagi. Meskipun ia sudah memaafkan ken dan memberikan ken kesempatan untuk mengejar cinta myra.


" kamu akan pulang ?" tanya ken kepada myra. Bryan sedang berdiskusi mengenai kesepakatan proyek dengan rose, gery dan juga melvin. Sedangkan ken memilih untuk berbincang dengan myra. Sungguh CEO yang baik !.


myra menatap ken dengan lembut. Senyuman tidak pernah luntur dari bibir myra. Tidak pernah berubah sejak dahulu. Ken semakin merasa bersalah.


" aku sudah mulai ngantor hari ini, " jawab myra.


" kapan kamu kembali ke negara ini ?" tanya ke lagi.


" hari sabtu pagi kemarin, " jawab myra.


" selalu, gery kan emang ikut aku dan menemani ku di negara S " jawab myra santai.


" sabtu kemarin kamu pergi ke kafe ?" anya ken lagi.


" kafe ? Oh JAWA BAHAGIA'S CAFE itu ? ya, kami memang sempat sarapan di sana, adik kak melvin merekomendasikan makanan nusantara di sana, ada apa ken ?" tanya myra


DEG


' jadi, aroma vanilla yang aku cium itu memang myra ? Myra benar - benar di sana pagi itu ?' batin ken. Hampir saja ia tidak bisa menahan diri untuk berteriak.


Lantas kenapa gery tidak berkata jujur saja ? Dan malah mengatakan jika diri nya hanya seorang diri? Ahh, nampak nya ken lupa, ia bukan hanya bertemu dengan gery, tapi di sana juga ada setan kecil penjaga setia myra. Siapa lagi jika bukan fahmi.


Myra menatap ken yang tengah melamun dengan kebingungan. Ia berpikir apa ada yang salah dengan ucapan nya ? Lalu kenapa ken malah melamun. Sedikit sakit terlintas di hati nya. Apakah ken tengah memikirkan orang lain saat ini?


" ken, " myra menyenggol pelan lengan ken.


" ah .. Eh iya, ada apa ?" tanya ken gagap. Ia malu karena kedapatan tengah melamun di depan myra.


" ada apa hmm ? Ada yang mengganggu pikiran mu ?" tanya myra lembut. Senyuman nya tidak pernah luntur dari bibir mungil nya. Ken sangat gemas hingga ingin memakan bibir kecil itu. Astagfirullah ken, pikiran mu itu !!


" emmm, saat itu aku dan bang bryan juga berada di sana, " ucap ken jujur. Mata myra membola. Ia tidak menyangka jika saat itu jarak nya dengan ken sangat dekat.


Ia juga sedikit merasa malu karena sempat berpikir yang tidak - tidak terhadap ken. Rupa nya jiwa posesif myra sudah mulai tumbuh !.


Myra kemudian mengingat momen ketika fahmi begitu terburu - buru menyuruh darren dan rose untuk membawa nya ke dalam ruangan yang mereka pesan.


Kini myra tahu apa alasan nya. Tentu nya myra paham jika fahmi belum mau diri nya bertemu dengan ken. Meski pun fahmi sudah memiliki keyakinan jika ken berubah, nampak nya saat itu ahmi juga memikirkan perasaan nya.


Adik nya itu memang sangat mengerti tentang diri nya !.


" benarkah ?" tanya myra.


" hmmm. Kamu tahu, saat itu aku mencium aroma vanila. Sama persis seperti aroma mu saat dulu, " ujar ken menatap myra dengan sendu.


" awal nya aku hanya mengira jika aku terlalu rindu dengan mu, sampai - sampai aku mencium aroma mu. Tapi ternyata ... "


ken menatap myra dengan lembut dan sendu. Membuat myra merona dan tertunduk malu.


" myr, apakah masih ada kesempatan untukku ? " tanya ken sambil menggenggam tangan myra.


Myra mendongak. Menatap lurus ke arah mata ken. Mencoba menyelami bola mata ken yang nampak agak ke abu - abu an itu.


Myra mencoba mencari kebohongan di dalam mata tersebut. Tapi hasil nya nihil. Myra hanya bisa melihat kesungguhan dan luka di dalam sana. Ken masih menunggu dengan sabar. Sedikit hati nya merasa ragu. Dan takut, takut jika myra tidak memberikan kesempatan untuk diri nya mengejar cinta myra. Mengembalikan hati myra hanya untuk ken lagi. Meskipun saat ini, myra nampak merespon semua ucapan nya alih - alih memilih untuk menghindar dari ken.


" apa arti diri ku di hati mu, ken ?"