
" kamu akan tinggal di rumah komplek, kan ?"
DEG
Myra terkejut dengan pertanyaan ken, ia menatap mata ken yang sedang menatap nya penuh harap. Jika nanti nya myra akan tinggal kembali di komplek rumah depan mansion nya, maka ken akan dengan senang hati kembali ke mansion. Lapi pula, mommy nya pasti aka bahagia melihat myra pulang ke sana.
Myra mengalihkan pandangan nya ke arah gery dan rose. Kedua nya serempak mengangguk. Semua keputusan berada di tangan myra.
Myra menghela nafas kasar, ia kembali menatap ken. Myra juga berpikir, apakah ini sudah saat nya ia kembali ke rumah yang menjadi saksi pertumbuhan nya sejak masih kecil ? Ia juga kangen dengan RANIA dan juga para robot kesayangan nya, meskipun selama ia peri, fahmi sempat tinggal di sana dan selalu merawat kesayangan nya.
" apa ... Kamu nggak mau tinggal di sana karena masih belum memaafkan ku, ?" tanya ken sendu.
" buk ... Bukan begitu, aku hanya malu " jawab myra panik. Ia memang tulus memaafkan ken. Karena ia juga tidak bisa memungkiri jika ia masih sangat mencintai ken.
Mendengar jawaban myra, ken tidak bisa untuk tidak mengerutkan kening nya. Myra malu ? Malu kepada siapa ?
" malu? Malu ke siapa, sayang " tanya ken lembut.
BLUSH
pipi myra sontak merona mendengar panggilan sayang dari ken yang terlontar dengan santai itu. Terdengar kikikan dari arah rose dan gery yang ikut mendengarkan ken mulai melancarkan aksi nya.
" kenapa ? kamu sakit, yank ? Pipi kamu merah banget " goda ken pura - pura polos. Ia bahkan menyentuh dahi myra dengan telapak tangan nya yang lebar.
Myra mendelik lucu ke arah ken. Hei, jangan bilang kalau kau nggak tahu penyebab pipiku merona ya !.
Ken tertawa geli melihat myra yang menggembungkan pipi dan mendelikkan mata nya.
" pulang ya, mommy dan daddy pasti aka sangat bahagia melihat kamu pulang, calon menantu mereka, " ucap ken sambil menggenggam tangan myra.
" apaan sih, siapa yang calon menantu mommy dan daddy, " jawab myra setengah berbisik di akhir kalimat nya.
Sungguh myra takut berharap viona dan frans masih mau menganggap nya sebagai calon menantu mereka.
" ya kamu lah, kamu mau tahu, mommy terus - terusan sedih saat itu. Bahkan sempat mogok ngomong sama aku hampir setengah bulan setelah keberangkatan kamu, " cerita ken. Myra terkejut.
" seriusan ? " tanya myra. Ken mengangguk mantap.
" hmm. Tapi mungkin mommy merasa kasihan kepada ku karena saat itu aku juga sempat depresi, " jawab ken dengan santai. Seolah - olah saat ini beban nya sudah terangkat.
Myra memandang sendu ke arah ken. Tapi Malah di balas senyuman hangat oleh ken.
" nggak apa - apa, yank. Aku pantas buat dapetin semua itu. Jika bukan karena kebodohan ku, mungkin saat ini kita sudah mendahului rose dan gery buat menikah, " jawab ken frontal myra memukulkan bantal sofa ke arah ken.
" siapa yang sayang mu heh, " teriak myra malu - malu. Ken hanya terkekeh sambil mencoba menghindari setiap pukulan bantal dari myra.
" semoga mereka bisa menyatu kali ini, " doa gery tulus.
" aamiin, sudah lama aku nggak lihat myra tertawa seperti ini, " balas rose.
" haah, mereka memang di takdirkan untuk bersama, sejauh apapun mereka di pindahkan, nyata nya cinta ahu kemana ia harus pulang, " ucap gery. Rose mengangguk setuju dnegan apa yang di katakan oleh gery.
💨💨💨
" nah, kita harus kembali ke kantor, ken " ucap bryan saat ia sudah mendekat ke arah ke empat manusia di sana bersama dengan melvin. nampak nya ke dua nya sudah selesai merundingkan hal - hal yang harus di lakukan.
Pertama, pihak ALEXANDER akan fokus menggarap pembangunan komplek. Rencana awal, mereka akan membangun perumahan tipe 45 sebanyak 25 unit dan tipe 60 sebanyak 50 unit unit untuk peluncuran pertama. Pada peluncuran pertama ini, mereka aka melihat bagaimana minat pasar pada rumah pintar berbasis sistem ini.
Setelah pembangunan selesai, dekor dan furnitur akan di garap bersamaan dengan penanaman sistem pada setiap unit. Bryan sudah mendiskusikan beberapa persiapan dari pihak ALEXANDER. Dan nanti nya, myra yang akan langsung memimpin melvin beserta tim nya untuk menanam sistem tersebut.
Pembangunan komplek kali ini, bryan dan ken sepakat untuk mempercepat prosesnya dengan menggandeng 3 tim kontruksi sekaligus. Biaya yang di keluarkan juga bukan main - main. Ken dan bryan cukup percaya diri dengan proyek ini. Bagaimana pun, perumahan sistem pasti akan menarik minat banyak pihak. Terutama klien kelas atas..
" yaah, bang. Nggak bisa apa abang yang menghandle pekerjaan gue ? Selama hampir setahun geu belum pernah bolos loh, " rayu ken kepada bryan.
Muka bryan seketika masam mendengar rayuan ken. Apakah ini masih adik nya yang terkenal dengan dingin dan datar itu ? Kenapa saat ini ia malah seperti sedang melihat amak kecil yang sedang merayu ibu nya ?. Alis bryan kembali berkedut. Ken sudah berubah !.
" nggak ada ! Lo balik, banyak yang harus kita lakukan. Kita juga harus bertemu dengan perwakilan tim kontruksi kita, pihak penyedia bahan juga harus d pastikan lagi ! " sewot bryan langsung. Wooo dia nggak akan mau menanggung pekerjaan ken.
Setelah kerja sama ini teken kontrak, maka pekerjaan mereka menjadi super sibuk. Dan apa ini ? Ken malah akan menjadi bucin ? Hei bung, myra juga pasti akan sibuk kan ?
" yah bang, sehari ini aja, ya ya ya ?" rayu ken tidak kenal menyerah.
Melvin, gery dan rose hanya menggelengkan kepala mereka melihat ulah ken yang sedang membujuk bryan. Sedangkan myra sedari tadi sudah menutup wajah nya yang merah karena malu. Apa ini ? Apa ibi benar ken yang kata orang adalah CEO terdingin ?
Melihat bryan yang tengah kesusahan, myra juga tidak tega melihat nya. Dia juga tahu jika kedua perusahaan ini akan sangat sibuk. Jadi ia memutuskan untuk membantu bryan.
" ken, kembali lah ke perusahaan, " ucap myra lembut sambil meraih lengan ken. Ken terkesiap dan langsung menatap myra dengan ekspresi ketakutan.
" nggak, nggak mau, aku nggak mau pergi, nanti kamu akan menghilang tanpa kabar lagi, " ucap ken tiba - tiba.
Semua terhenyak.
Myra terkejut.
Myra dapat melihat ketakutan dan rasa trauma di mata ken, bukan kah mereka sudah berbaikan ? Apakah ken masih belum percaya jika ia telah memaafkan nya.
Bryan bungkam, adik nya masih merasa trauma rupa nya. Ia terdiam, menyerahkan urusan bujuk membujuk kepada myra. Jika apes, mau tidak mau ia akan membiarkan ken untuk tinggal.
" ken, aku janji, aku nggak akan kemana - mana lagi "