LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
S2_Bab 77



Mata melvin sedikit berbinar lalu langsung menghambur akan memeluk myra.


" MENJAUH LAH, KAK MEL .... "


Sebelum melvin dapat menjangkau myra ke dalam pelukan nya, sebuah tangan dengan kekuatan cukup besar menaik kerah jas nya. Membuat ia seakan melayang ke belakang. Gerakan nya seketika terhenti begitu saja. Dan ia mulai mendesah karena tahu siapa yang menjadi pelaku nya


Darren tertawa terbahak saat melihat sang kakak seperti kucing yang di pungut liar itu.


" duhh, ken. Gue cuma reflek karena gue terharu dengan kejutan dari myra, " ucap melvin saat ken sudah melepaskan jeratan di kerah melvin


Ken segera mendekat ke arah myra dan merangkul nya posesif, myra hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat kelakuan posesif ken. Tapi ia sama sekali tidak menolak. Alih - alih menolak, ia malah merasa jika ken memang benar - benar takut kehilangan diri nya.


" ck, lihat lah, bahkan gue belum menyentuh myra, " ejek melvin yang tidak di tanggapi oleh ken sedikitpun.


" udah, sana buruan siap - sia. Kejar calon kakak ipar myra, " ucap myra memberi semangat myra.


" hmmm, benar kata kak myra. Cepat bawakan ibu calon menantu biar nggak iri sama om fred, " tambah darren.


Melvin melihat ke arah myra dan adik nya. Ia nampak mengeratkan gigi nya kemudian menyerahkan sebuah ponsel yang khusus di gunakan untuk memantau flying dragonfly kepada Darren kemudian berlari kencang menuju keluar gedung.


Membuat myra, ken dan darren hanya menggelengkan kepala dengan tingkah melvin.


Myra dan melvin meninggalkan darren setelah beberapa menit memberi instruksi darren.


Pesta selesai sekitar jam 1 siang, gery langsung memboyong rose untuk melakukan honeymoon hari itu juga.


Sementara ken dan melvin memutuskan untuk pulang ke rumah komplek.


" yank, kamu udah janji loh mau cerita rahasia lagi sama aku, " ucap ken menagih janji myra.


Myra tersenyum mendengar ken yang tersu merengek meminta myra menepati janji nya tersebut.


" iya - iya, aku nggak akan lupa loh, " ucap myra sambil menarik ken ke arah sebuah pintu yang nampak biasa saja.


Ken sedikit mengerutkan kening nya karena bingung. Bukan nya myra akan memperlihatkan sebuah tempat rahasia kepada nya, jangan bilang jika tempat itu adalah pitu yang terlihat usang ini, kan?


Sebelum memutar handle pintu, myra tiba - tiba menepuk kening nya dan mendesah.


" kenapa jadi pikun gini sih, " gumam nya pelan tetapi ken masih bisa mendengar nya.


" kenapa yank ? Kenapa berhenti ? Kita akan kemana? Kata nya kamu mau memperlihatkan tempat rahasia dimana itu ?" tanya ken beruntun.


" he he, aku lupa nggak aktifkan RANIA, " jawab myra menggaruk kepala nya yang tak gatal.


" lalu, di mana tempat yang kamu bilang itu, " tanya ken lagi.


" ada di balik pintu ini, ken" jawab myra dengan sabar.


Ken hanya terkejut, tapi ia segera menahan rasa penasaran nya. Myra nya tidak akan membohongi nya.


EHEM


" RANIA, ACTIVE "


" WELLCOME PRINCESS SALSABILA PLEASE YOUR PASSWORD"


Myra tidak bisa untuk tidak melihat ke arah ken yang sudah nampak biasa saja meskipun ia mendengar suara RANI. Myra mendesah, seperti nya gery dan fahmi benar - benar memberitahukan ken mengenai RANIA.


"kenapa ? Kok nggak nyebut password mu ? Kamu lupa ?" bisik ken menyadarkan lamunan myra.


" eh, iya.. Ehm tapi kamu jangan geer ya, password ku ini password lama, jauh sebelum aku pergi 6 tahun yang lalu, " jawab myra misterius. Membuat ken mengerutkan kening. Jangan - jangan password myra terselip nama laki - laki lain.


" SALSABILA KENNEDY LOU "


" PASSWORD ACCEPT, CAN WE HELP YOU, MISS??"


" INDONESIA....."


DEG


Jantung ken berdebar, mendengar password yang di sebutkan oleh myra. Bibir nya tiba - tiba menyunggingkan sebuah senyuman hangat nan manis. Ia melirik ke arah myra yang tengah berbincang dengan RANIA, mengintruksikan beberapa perintah yang ken tidak pahami.


Hat nya kembali menghangat, saat mengetahui jika password milik myra adalah sebait nama nya. Betapa gadis ini mencintai nya sedari dulu dan ia sama sekali tidak peka.


Diam - diam ken kembali mengutuk sifat nya dulu. Ia terlalu kejam. Dan diam - diam ia kembali berjanji kepada diri nya sendiri, jika mulai saat ini ia tidak akan pernah membuat gadis nya ini menangis sedih lagi.


" yuk ken, masuk, " ajakan myra menyadarkan ken dari lamunan nya. Ken meraih tangan myra yang sudah menjulur menarik nya.


" RANIA, TOLONG BERIKAN KAMI CEMILAN SORE, ANTAR KE BAWAH SAJA"


" BAIK, NONA "


Myra menarik ken untuk memasuki pintu itu. Ken hanya menurut dan berjalan perlahan.


Di balik pintu, ken mendapati sebuah tangga melingkar ke bawah, berbentuk spiral yang indah. Anak - anak tangga terbuat dari batu berbalut marmer indah berwarna biru muda. Pinggiran nya terdapat pengaman yang tak kalah indah.


Ken tidak percaya di balik pintu itu ternyata ada sebuah ruangan yang begitu luas. Mereka sampai dan di hadapkan kepada pintu yang besar tertutup sempura. Myra nampak mengutak utik kode akses seperti sedang memasukkan kode akses pada pintu apartemen.


11122002 !


Deretan angka yang sangat familiar bagi ken.


Tentu saja, itu adalah ulang tahun nya. Lagi - lagi ken menoleh ke arah myra dan memandang wajah ayu gadis itu dari samping.


CEKLEK


Padangan ken teralihkan dengan suara terbuka nya pintu di hadapan mereka. Mata nya membulat sempurna saat melihat apa yang berada di dalam ruangan itu.


Deretan robot - robot pelayan, pembawa nampan, pembawa sapu, bahkan ada yan tengah membawa spatula, yang menandakan jika robot itu adalah robot pembersih, dan robot yang bertugas di bagian dapur.


Myra tetap menuntun ken dengan santai dan belum mengeluarkan suara satu pun. Myra masih membiarkan ken dengan segala keterkejutan nya.


Ken di bawa myra ke dalam sebuah ruangan yang kali ini berisi deretan laptop dan komputer. Segala jenis alat dan bahan perakitan robot ada di lemari besi di setiap dinding. Memenuhi hampir seluruh dinding.


" yank, ini ... "


" ini lah yang ingin aku kasih tahu ke kamu, ken. Ini ruang rahasia aku, " ucap myra dengan lembut.


" tapi, ini semua sungguh ... Menakjubkan" desah ken merasa frustasi.


myra hanya terkekeh mendengar ucapan ken, ia mengusap lembut wajah ken. Menelusuri wajah sang kekasih yang nampak menikmati setiap ulasan tangan myra.


" ayo, masih ada beberapa ruang lagi yang ingin aku perlihatkan kepada mu, " ajak myra kembali menarik tangan ken.


Kali ini, myra mengajak ken ke sebuah ruangan yang nampa lebih besar dan terdapat beberapa kasur di sana.


" ini kamar istirahat yang di gunakan oleh gery, melvin fahmi ro ...."


" APA ? MEREKA SEMUA TIDUR DI SINI !!"