
" gue mohon, kasih tahu gue dimana myr, lo pasti tahu kan di mana dia di rawat" kata ken. Gery terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh ken. Tapi ia segera sadar dan menormalkan ekspresi nya.
" nggak, gue juga nggak tahu di mana dia di rawat, " elak gery.
" lo bohong ger, gue yakin lo pasti tahu dimana dia sekarang " desak ken. Gery mendengus.
" mau apa lo cari myra ? Belum cukup lo selama ini nyakitin dia ? Belum cukup bikin dia terluka ? Apa harus myra mat .... " gery tidak sanggup lagi meneruskan kata - kata nya. Ia hanya menatap datar pria brengs*k yang sedang berlutut di depan nya itu.
" ger, gue mohon, gue mohon kasih tahu gue, gue nyesel, gue emang bodoh, gue b*go " racau ken. Air mata nya kembali turun. Gery masih diam menatap ken. dalam hati ia sebenarnya juga merasa kasihan terhadap ken yang sampai berlutut dan menangis di hadapan nya hanya untuk mencari tahu dimana myra berada.
" haaaaahhh, " gery menghela nafas kasar. Hat nya juga dilema. Haruskah ia kasih tahu dimana keberadaan myra ? Tapi, myra sendiri yang ingin menghindar dan menjauh dari ken.
" myra sudah pergi, " gery tidak sepenuhnya berbohong kan? mereka memang sedang menyiapkan keperluan untuk membawa myra pergi. Meskipun sekarang masih belum berangkat. Tapi mengingat jika penjaga myra adalah fahmi yang tidak aka membiarkan ken bertemu dengan myra. Jadi lebih baik ia membohongi ken agar ken menyerah.
" nggak, lo bohong kan, myra nggak mungkin kemana - mana, " kata ken menyangkal.
" myra nggak akan tinggalin gue ger, myra cinta sama gue, " histeris ken. Saat ini ken sedang berada di fase putus asa.
" LO UDAH TAHU JIKA MYRA CINTA SAMA LO, TERUS KENAPA LO NYAKITIN DIA HAH ! BAJIN**N LO !! " seru gery sambil meraih kerah ken dan bersiap menghantam wajah ken dengan tinjuan nya.
' ger, kalau gue nggak ada nanti, tolong awasi ken ya, lo harus janji '
Kurang dari 3 inch tinjuan gery mengenai wajah ken, tiba - tiba pesan myra kepada nya terlintas begitu saja. Ken yang sudah pasrah hanya bisa memejamkan mata menunggu bogeman mentah gery mendarat di wajahnya.
Tapi sudah semenit ia menantikan rasa sakit nya, tidak ada pergerakan dari gery. ken perlahan membuka matanya dan melihat jika tinjuan gery tepat berada di depan matanya. Ken heran melihat gery yang berhenti dan hanya menatap garang kepadanya.
Gery mendengus kasar dan melepaskan cengkeraman tangan nya di kerah ken. Dia mencoba menarik nafas dan mengeluarkan nya perlahan.
" BRENGS*K LO KEN, AAAAAAARRRRRRRGGGHHHHHH " teriak gery. Rupanya ia sedang mencoba melampiaskan amarahnya dengan berteriak.
Beruntung saat ini hari masih siang sehingga penghuni apartemen masih sedang beraktifitas di luar sana. Hanya tersisa pekerja apartemen yang berlalu lalang tanpa ada yang berani mengganggu mereka berdua. Karena semua pekerja apartemen tahu jika gery adalah anak dari tangan kanan pemilik apartemen.
Ya, semua yang bekerja di kondou inc, baik perusahaan, apartemen atau di rumah sakit memang memiliki perjanjian kerja untuk menyimpan rapat informasi mengenai pejabat tinggi perusahaan pusat. Jika mereka berani menyebarkan, maka bersiaplah, ratusan robot tawon akan menyuntik mereka dengan virus yang lumayan membuat mereka jera.
" KENAPA ? KENAPA KAMI HARUS TETAP MENJAGA LO DI SAAT BOS KAMI TERLUKA HAH ! KATAKAN KENAPA KAMI HARUS MELAKUKAN ITU SEMUA !! " teriak gery sambil menunjuk - nunjuk wajah ken.
Ken yang bingung dengan apa yang di katakan gery hanya bisa terdiam. Dalam hati nya ia bertanya - tanya apa maksud dari ' kami ' dan kenapa si ' kami ' itu harus menjaga nya ? Menjaga dari apa ? Lalu siapa myra hingga bisa memerintah sosok si ' kami '?.
" BAHKAN SETELAH LO NAMPAR MYRA, DIA MASIH TETAP MENYELIDIKI JA***NG ITU ! DIA MASIH HARUS MENGORBANKAN NYAWA NYA SENDIRI HANYA UNTUK MENYELAMATKAN LO ! '
" KATAKAN KEPADAKU, KENAPA KAMI HARUS MELAKUKAN ITU ? KENAPA KAMI HARUS TETAP MELINDUNGI MU ? MENJAGAMU?" Raung gery. Tak terasa air mata gery pun menetes. Ia masih saja tidak bisa melampiaskan amarahnya dengan memberi pukulan kepada ken, hingga ia memilih untuk berteriak meluapkan uneg - uneg yang selama ini ingin ia tanyakan kepada myra.
DEG
' myra nyuruh mereka untuk menjaga ku ? Selama ini ? Bahkan setelah gue nampar dia ? Ya allah, myraaaaaa' teriak ken.
Ken masih bengong dan mencerna kata - kata gery.
Gery pun nampak menstabilkan emosi nya. Baru Kali ini dia lepas kendali dan hampir saja membuka identitas myra. Meskipun sebenarnya kata - kata gery tadi sudah menimbulkan sedikit kecurigaan di benak ken mengenai status myra dan siapa sebenarnya myra.
Tapi nampaknya ken menghalau rasa penasaran akan hal tersebut, ken lebih memfokuskan pikiran nya untuk mencari dimana myra di rawat.
" ger, gue mohon " pinta ken sambil terisak.
" katakan dimana myra di rawat, gue mohon. Gue ingin bertemu dengan nya, gue mau minta maaf, gue mohon ger " lanjut ken.
Gery masih mencoba menetralisir emosi nya. Dia tidak boleh seperti ini terus. mereka bahkan tidak bisa menyalahkan ken karena perintah melindungi dan menjaga ken adalah perintah mutlak dari nona muda mereka. Gery hanya sedang mencari pelampiasan rasa sakitnya melihat nona muda nya terkapar karena menyelamatkan orang yang ia cintai yang sialnya adalah sumber sakit hati nya.
" nggak bisa, sorry, untuk sekarang kesadaran myra adalah prioritas kami. Dan maaf, gue nggak bisa ngasih tahu lo di mana myra sekarang, " jawab gery menatap iba ken. Emosi nya sudah mulai stabil sekarang. Setelah ia berteriak meluapkan amarahnya, hati nya sedikit lega.
" tapi ger, gue mo .. "
" sorry, gue tetep nggak bisa, " tolak gery tegas.
" tapi gue akan bawa lo ketempat orang yang usah bikin myra celaka, " saat berkata, ada kilatan tajam di mata gery. Nampaknya amarah gery mulai muncul lagi.
Ken menatap bingung gery. Tentu ia paham siapa yang di maksud oleh gery karena ia sudah tahu semua. Tetapi bagaimana bisa gery menangkap lusi dan jhonson yang merupakan penjahat internasional dengan mudah nya bahkan hanya butuh semalam. Tanpa ken tahu, bahkan tim khusus yang di komandoi oleh fahmi bisa menangkap mereka hanya dengan hitungan jam.
Melihat wajah kebingungan ken, gery hanya mengangguk menandakan jika apa yang ada di pikiran ken adalah kebenaran.
" nggak usah banyak berpikir, yang jelas kami memang sudah meringkus mereka, " jelas gery.
Semakin di pikirkan, semakin rasa penasaran ken mencuat.
" siapa lo sebenarnya ... ?"