LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !

LOVE ME PLEASE, MY NEIGHBOUR !
S2_Bab 14



" ger, menu di sini luar biasa. Menu jawa nya lengkap meski harus di jadwal, tapi kita jadi bisa tahu jika ingin makan menu di sini," ucap myra nampak berbinar. Maklum saja, selama 6 tahun ia sangat jarang sekali makan makanan nusantara apalagi dari pulau jawa. Meskipun terkadang ia melakukan perjalanan bisnis ke luar negara S yang kebetulan memiliki restoran yang menyediakan menu negara I, tetapi tentu saja kan rasa nya berbeda dengan asli nya..


" ya sudah, hari ini sarapan pecel sayur dulu, kelak jika kamu ingin menu lain nya, bisa ke sini dan menyesuaikan jadwal masak harian nya " ucap rose menimpali ucapan rose. Ia cukup bahagia melihat myra yang nampak sangat antusias.


Myra mengangguk puas. ia kemudian melirik ke arah darren yang sedang berdiskusi dengan kakak nya.


" dar, kata nya di sini juga bisa pesan jajanan pasar untuk acara kantor atau formal lain nya ?" tanya myra. Ia tidak menghiraukan fahmi yang sedang menoel - Noel jam tangan nya. Mencoba mengacaukan honey bee yang nampak tertanam di balik lubang tersembunyi di jam khusus itu.


" hem, benar banget kak. Kata nya sih menu itu mulai ada setelah nyonya muda aldebaran mengidam salah satu jajan pasar dan saat itu tuan muda Aldebaran tidak berhasil menemukan nya, " jelas darren yang nampaknya sangat tahu mengenai menu - menu di sini.


" bukan hanya itu sih, saat itu susah sekali mendapatkan jajanan pasar yang enak, jadi tuan muda aldebaran sengaja mengundang para ibu - ibu di beberapa kampung untuk mengajari koki di sini agar bisa resep jajanan pasar yang pas rasa dan takaran resep ya, " lanjutnya lagi.


" waaahh, bucin berarti ya si tuan muda ini, " kekeh myra nampak begitu kagum dengan sosok narendra yang sekarang sudah menjadi pria paruh baya yang masih saja tampan di usia nya.


" wooh, jelas, kemungkinan mendiang tuan dan nyonya besar pasti kenal dengan sosok tuan aldebaran itu. Saat itu ia di kenal sebagai pria bucin yang romantis untuk nyonya Quinsha. " kata darren lagi,


Myra tersenyum dan mulai membayangkan sosok tuan muda aldebaran dan nyonya muda quinsha ini. Diam - diam myra terkikik geli sendiri.


" kenapa lo ? Kesambet ?" kata melvin membuyarkan lamunan myra. Myra Mengerucutkan bibir nya tak terima.


" kapan mau mengunjungi bapak sama ibu ? Gue sam darren sengaja nggak kasih tau lo pulang hari ini, mereka pasti akan senang, terutama ibu. Pasti dia akan memaksa ikut menjemput ke bandara, " tanya melvin.


" nanti aja kak, sore deh insya allah, myra masu istirahat dulu."


" mi, nanti malam temani kakak jalan - jalan y ... "


" hei bocah ini, jangan ganggu honey bee, dia sedang ku cash, " teriak myra yang baru sadar jika fahmi sedari tadi sedang mengetuk - ketuk pelan jam tangan nya.


Fahmi tertawa usil dan hanya menjulurkan lidah nya.


" mau kemana nanti malam ? nanti mi usahakan bisa. Soalnya asih mau ngecek hasil latihan anak - anak baru, " tanya Fahmi.


" mi hebat loh kak myr, anak baru rekrutan tahap ini usia nya lebih tua dari fahmi, bahkan ada yang lebih dari usia kak melvin, tapi fahmi dengan gampang nya menaklukan mereka, " ucap darren bangga sambil mengacungkan jempol nya ke arah fahmi.


" oh ya ? Bagus dong, nggak sia - sia dia u tinggal di sini, " kata myra penuh arti. Fahmi hanya mencibir.


' apaan, di tinggal di sini cuma buat jadi baby sitter si pria bren*sek,' gerutu fahmi dalam hati.


" kakak pengen ke taman kota, " jawab myra yakin.


" hmm, oke deh, nanti abis isya saja, mi jemput di ... "


" lo jadi tinggal di penthouse kan ?" celetuk gery tiba - tiba memotong ucapan fahmi.


" kata ayah ia sudah mengutus pihak manajemen apart buat bersihin penthouse, " lanjutnya lagi.


" ya, gue jadi tinggal di penthouse," jawab myra sedikit sendu meski masih tersungging senyum kecil di bibir myra.


Mereka semua bukan tidak menyadari perubahan kecil myra. Mereka tahu jika myra sebenar nya kangen dengan rumah di kompleknya. Rumah yang penuh kenangan dengan mendiang ke dua orang tua nya.


Myra hanya merasa belum siap jika sampai harus bertemu dengan pasangan paruh baya alexander, apalagi dengan tuan muda nya.







( sumber gambar : google)


Mata myra nampak berbinar - binar saat melihat satu persatu hidangan di sajikan di atas meja. Mata nya menghangat menahan haru. Ia tidak menyangka jika ia bisa makan makanan khas nusantara terutama daerah jawa itu.


" terima kasih mas, " ucap gery yang di balas anggukan dan senyuman ramah dari pelayan.


" ya sudah, mari kita mulai makan agar bisa istirahat dulu hari ini, " ajak gery.


Mereka semua nya segera menyantap makanan dengan nikmat. Myra menyantap hidangan nya perlahan - lahan sarat akan penghayatan.


💨💨💨


Sedangkan di perusahaan ALEXANDER Group.


Di ruangan presdir


Di dalam nya ada bryan dan juga ken yang sedang menyantap sarapan mereka. Rencana ingin makan di ' JAWA BAHAGIA'S CAFE ' malah tidak jadi karena insiden yang membuat perasaan ken agak down dan tentu juga shock.


Sedari tadi sampai di kantor hingga masuk ke ruangan nya, ken tidak banyak mengeluarkan kata. Bryan yang mengerti suasana hai adik nya pun tidak mencoba untuk bertanya.


Bryan sendiri pun kaget dengan kemunculan gery yang sama sekali tidak terpantau oleh anak buah nya yang memang ada di bandara international.


Khusus untuk mencari myra, bryan emang memiliki beberapa anak buah yang bekerja di hampir semua sarana transportasi hingga ia bisa mengawasi keluar masuk orang yang ingin di cari nya.


Tapi ia dengan mudah nya kecolongan dengan kedatangan gery. Sebenar nya ia naik apa untuk bisa ke negara ini ? Apakah ia menaiki pesawat jet pribadi? Sebenarnya apa identitas dari seorang gery ?.


Ken sedari tadi tak enak diam, pikiran nya sedang kusut. Ia meraba saku celana nya dengan hati - hati. Di dalam nya ada secarik kertas yang di berikan oleh gery tadi.


" ken, lo yakin buat periksa berkas ?" tanya bryan. Bagaimanapun ia tahu jika suasana hati ken sedang tidak bagus.


Ken menghela nafasnya sejenak. Ia menatap bryan dengan ata sendu nya.


" bang. Aku harus bagaimana ? Proyek ini sangat penting. Bertahun - tahun daddy ingin sekali bekerja sama dengan perusahaan IT itu, dan kini kita mendapatkan kesempatan, ' kata ken lemah. Bryan masih menunggu ken sampai ia selesai bicara.


" tapi pikiran ku kalut, ucapan gery dan juga pemuda di samping nya tadi membuatku kepikiran, " curhat ken.


" apa lo mau periksa mengenai kertas tadi ?"